alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

DPRD Desak Pemkab Madiun Bangun Jembatan Baru Klumutan Tahun Ini

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – DPRD Kabupaten Madiun mendesak pemkab serius memikirkan jembatan di Desa Klumutan, Saradan, yang ambrol. Legislatif punya keyakinan bahwa pembangunan akses vital bagi ribuan kepala keluarga (KK) itu beres tahun ini. ‘’Kalau anggarannya tersedia di PAK, bisa dibangun tahun ini,’’ kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun Mashudi, Minggu (15/5).

Sebelumnya, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) menyatakan bahwa jembatan Klumutan yang ambrol Maret lalu itu tak dapat diperbaiki lagi alias harus diganti total dengan yang baru. Sementara, kebutuhan dananya ditaksir mencapai Rp 12 miliar. Pun, realisasinya tak bisa tahun ini karena terkendala anggaran. ‘’Masih ada potensi. Perencanaan dilakukan Juli, kemudian September mulai pekerjaan fisik,’’ lanjut Mashudi.

Ada potensi beberapa anggaran untuk membangun jembatan baru. Antara lain, belanja tidak terduga (BTT). Namun, Mashudi memastikan tidak bisa digunakan. ‘’Kami sudah cek ke BPKAD, BTT tetap difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19. Nominalnya juga tidak cukup,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pesanan Janggelan Naik Berlipat saat Puasa

Jembatan baru jadi solusi untuk membuka isolasi 1.550 KK di empat dusun desa setempat yang terdampak. Karena itu, Mashudi mendesak pemkab serius memikirkannya. ‘’Jika memang benar-benar tidak bisa tahun ini, paling tidak ada penanganan darurat,’’ pintanya.

Belakangan ini, DPUPR berencana memfungsikan kembali bangkai jembatan yang ambrol sebagai akses darurat. Namun, masih menunggu musim penghujan selesai agar kondisinya stabil alias kerusakan tidak makin parah karena arus sungai.

Menurut Mashudi, rencana tersebut patut dicoba. Sebab, kerusakan parah hanya ada di satu ujung jembatan. ‘’Kami mendorong perbaikan darurat, tapi aspek keselamatan harus diutamakan. Kalau memang seperti itu, maksimal jembatan bisa dilewati sepeda motor,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – DPRD Kabupaten Madiun mendesak pemkab serius memikirkan jembatan di Desa Klumutan, Saradan, yang ambrol. Legislatif punya keyakinan bahwa pembangunan akses vital bagi ribuan kepala keluarga (KK) itu beres tahun ini. ‘’Kalau anggarannya tersedia di PAK, bisa dibangun tahun ini,’’ kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun Mashudi, Minggu (15/5).

Sebelumnya, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) menyatakan bahwa jembatan Klumutan yang ambrol Maret lalu itu tak dapat diperbaiki lagi alias harus diganti total dengan yang baru. Sementara, kebutuhan dananya ditaksir mencapai Rp 12 miliar. Pun, realisasinya tak bisa tahun ini karena terkendala anggaran. ‘’Masih ada potensi. Perencanaan dilakukan Juli, kemudian September mulai pekerjaan fisik,’’ lanjut Mashudi.

Ada potensi beberapa anggaran untuk membangun jembatan baru. Antara lain, belanja tidak terduga (BTT). Namun, Mashudi memastikan tidak bisa digunakan. ‘’Kami sudah cek ke BPKAD, BTT tetap difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19. Nominalnya juga tidak cukup,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kabupaten Madiun Nihil Desa Tertinggal

Jembatan baru jadi solusi untuk membuka isolasi 1.550 KK di empat dusun desa setempat yang terdampak. Karena itu, Mashudi mendesak pemkab serius memikirkannya. ‘’Jika memang benar-benar tidak bisa tahun ini, paling tidak ada penanganan darurat,’’ pintanya.

Belakangan ini, DPUPR berencana memfungsikan kembali bangkai jembatan yang ambrol sebagai akses darurat. Namun, masih menunggu musim penghujan selesai agar kondisinya stabil alias kerusakan tidak makin parah karena arus sungai.

Menurut Mashudi, rencana tersebut patut dicoba. Sebab, kerusakan parah hanya ada di satu ujung jembatan. ‘’Kami mendorong perbaikan darurat, tapi aspek keselamatan harus diutamakan. Kalau memang seperti itu, maksimal jembatan bisa dilewati sepeda motor,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/