alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Rayakan HUT RI, Warga di Madiun Gelar Berbagai Lomba

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Semarak Hari Kemerdekaan terlihat di berbagai desa kemarin (14/8). Tidak terkecuali di Dusun Karangpaing, Darmorejo, Mejayan. Sejumlah lomba digelar warga setempat untuk memperingati HUT Ke-77 RI.

Salah satu yang menyita perhatian adalah lomba gebuk bantal dengan lokasi di area persawahan. Setiap sesi diambil dua peserta. Aturan mainnya, keduanya nangkring di batang bambu yang telah disiapkan. Lalu, saling gebuk dan yang jatuh dinyatakan kalah.

Tak pelak, suasana lomba kerap diwarnai gelak tawa. Pasalnya, peserta harus memukul lawan agar jatuh sembari menjaga keseimbangan agar tubuh tidak tergelincir. ”Perlombaan ini dilaksanakan untuk menyemangati masyarakat merayakan Hari Kemerdekaan,” kata Hartoyo, kepala dusun setempat.

Meski begitu, tidak ada raut kecewa maupun kemarahan pada peserta yang kalah. Justru yang ada kegembiraan lantaran mereka sadar ajang itu sekadar hiburan. ‘’Kami juga mengadakan lomba rias dan sepak bola daster,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Tiang Monumen Pesawat Tempur F-5 Tiger di Alun-alun Mejayan Retak

Lomba yang tidak kalah seru adalah tangkap lele. Peserta harus rela wajahnya cemang-cemong terkena lumpur. Belum lagi, tak jarang lele yang berhasil ditangkap lepas lagi. ”Untuk lomba tangkap lele ini tadi sudah habis satu kuintal,” ujar Hartoyo.

Sementara, di Dusun Porong, Desa/Kecamatan Mejayan, digelar lomba panjat bambu. Peserta secara beregu berupaya menaiki batang bambu yang telah dilumuri pelumas untuk meraih berbagai hadiah yang digantung di atas. Jenisnya mulai detergen, topi, hingga perabot rumah tangga. (den/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Semarak Hari Kemerdekaan terlihat di berbagai desa kemarin (14/8). Tidak terkecuali di Dusun Karangpaing, Darmorejo, Mejayan. Sejumlah lomba digelar warga setempat untuk memperingati HUT Ke-77 RI.

Salah satu yang menyita perhatian adalah lomba gebuk bantal dengan lokasi di area persawahan. Setiap sesi diambil dua peserta. Aturan mainnya, keduanya nangkring di batang bambu yang telah disiapkan. Lalu, saling gebuk dan yang jatuh dinyatakan kalah.

Tak pelak, suasana lomba kerap diwarnai gelak tawa. Pasalnya, peserta harus memukul lawan agar jatuh sembari menjaga keseimbangan agar tubuh tidak tergelincir. ”Perlombaan ini dilaksanakan untuk menyemangati masyarakat merayakan Hari Kemerdekaan,” kata Hartoyo, kepala dusun setempat.

Meski begitu, tidak ada raut kecewa maupun kemarahan pada peserta yang kalah. Justru yang ada kegembiraan lantaran mereka sadar ajang itu sekadar hiburan. ‘’Kami juga mengadakan lomba rias dan sepak bola daster,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Tiang Monumen Pesawat Tempur F-5 Tiger di Alun-alun Mejayan Retak

Lomba yang tidak kalah seru adalah tangkap lele. Peserta harus rela wajahnya cemang-cemong terkena lumpur. Belum lagi, tak jarang lele yang berhasil ditangkap lepas lagi. ”Untuk lomba tangkap lele ini tadi sudah habis satu kuintal,” ujar Hartoyo.

Sementara, di Dusun Porong, Desa/Kecamatan Mejayan, digelar lomba panjat bambu. Peserta secara beregu berupaya menaiki batang bambu yang telah dilumuri pelumas untuk meraih berbagai hadiah yang digantung di atas. Jenisnya mulai detergen, topi, hingga perabot rumah tangga. (den/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/