alexametrics
26.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Lampu Alun-Alun Caruban Hilang, Tempat Sampah Rusak

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Keindahan Alun-Alun Reksogati Caruban ternoda. Betapa tidak, sejumlah sarana-prasarana penunjang hilang. Pun sejumlah fasilitas tidak berfungsi optimal. Mulai lampu penerangan hingga tempat sampah. ‘’Baru beberapa bulan dipasang. Bagian atas dan bawah tempat sampah hilang,’’ kata Yanti, salah seorang pedagang di kawasan setempat, Senin (15/11).

Tidak hanya itu, Yanti menyebut bahwa penutup selokan juga pernah hilang dicuri. Bahkan, tulisan ‘Alun-alun Caruban’ juga sempat rusak dan hilang beberapa hurufnya. ‘’Pelaku pencurian penutup selokan sudah tertangkap. Sekarang sudah diperbaiki penutup selokan maupun tulisan alun-alun itu,’’ ujarnya.

Sedangkan lampu penerangan dan tempat sampah hingga kini belum ada perbaikan. Beberapa tempat sampah mangkrak tidak dapat digunakan. Sebab, penutup bagian bawah hilang. Sehingga, sampah jatuh berserakan. Solusinya, Yanti dan pedagang lain membawa tempat sampah sendiri. ‘’Kami diwajibkan setiap selesai berjualan, sampahnya dibersihkan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Lima Bacakades Sekeluarga, Warga Dagangan Demo

Pengunjung pun bingung saat hendak membuang sampah. Hidayatul, salah seorang pengunjung alun-alun Caruban asal Ngawi, berharap tempat sampah rusak segera diperbaiki. Sebab, banyak sampah berserakan. Apalagi saat weekend banyak warga yang berkunjung. ‘’Sebaiknya segera diperbaiki. Percuma, tidak bisa dipakai,’’ kata Hidayatul.

Sampah berserakan juga dikeluhkan Asih, pengunjung asal Saradan yang baru kali pertama mengunjungi alun-alun Caruban. Wadah mi gelas, botol, hingga kemasan jajan berserakan di gazebo. Hingga membuatnya tak nyaman untuk sekadar duduk-duduk. ‘’Itu membuat pemandangan kurang indah,’’ ungkapnya.

Menurut Asih, perlu kerja sama antarpihak untuk menangani masalah sampah. Selain itu, penambahan dan perbaikan fasilitas bakal semakin membuat pengunjung nyaman bersantai di alun-alun. ‘’Kalau bisa parkiran diberi iyup-iyup (peneduh, Red) dan ada penanaman pohon supaya lebih sejuk. Apalagi banyak dikunjungi anak-anak,’’ tuturnya. (tr1/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Keindahan Alun-Alun Reksogati Caruban ternoda. Betapa tidak, sejumlah sarana-prasarana penunjang hilang. Pun sejumlah fasilitas tidak berfungsi optimal. Mulai lampu penerangan hingga tempat sampah. ‘’Baru beberapa bulan dipasang. Bagian atas dan bawah tempat sampah hilang,’’ kata Yanti, salah seorang pedagang di kawasan setempat, Senin (15/11).

Tidak hanya itu, Yanti menyebut bahwa penutup selokan juga pernah hilang dicuri. Bahkan, tulisan ‘Alun-alun Caruban’ juga sempat rusak dan hilang beberapa hurufnya. ‘’Pelaku pencurian penutup selokan sudah tertangkap. Sekarang sudah diperbaiki penutup selokan maupun tulisan alun-alun itu,’’ ujarnya.

Sedangkan lampu penerangan dan tempat sampah hingga kini belum ada perbaikan. Beberapa tempat sampah mangkrak tidak dapat digunakan. Sebab, penutup bagian bawah hilang. Sehingga, sampah jatuh berserakan. Solusinya, Yanti dan pedagang lain membawa tempat sampah sendiri. ‘’Kami diwajibkan setiap selesai berjualan, sampahnya dibersihkan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pasar Muneng Tunda Rebuilding

Pengunjung pun bingung saat hendak membuang sampah. Hidayatul, salah seorang pengunjung alun-alun Caruban asal Ngawi, berharap tempat sampah rusak segera diperbaiki. Sebab, banyak sampah berserakan. Apalagi saat weekend banyak warga yang berkunjung. ‘’Sebaiknya segera diperbaiki. Percuma, tidak bisa dipakai,’’ kata Hidayatul.

Sampah berserakan juga dikeluhkan Asih, pengunjung asal Saradan yang baru kali pertama mengunjungi alun-alun Caruban. Wadah mi gelas, botol, hingga kemasan jajan berserakan di gazebo. Hingga membuatnya tak nyaman untuk sekadar duduk-duduk. ‘’Itu membuat pemandangan kurang indah,’’ ungkapnya.

Menurut Asih, perlu kerja sama antarpihak untuk menangani masalah sampah. Selain itu, penambahan dan perbaikan fasilitas bakal semakin membuat pengunjung nyaman bersantai di alun-alun. ‘’Kalau bisa parkiran diberi iyup-iyup (peneduh, Red) dan ada penanaman pohon supaya lebih sejuk. Apalagi banyak dikunjungi anak-anak,’’ tuturnya. (tr1/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/