alexametrics
29.4 C
Madiun
Sunday, May 15, 2022

Separo Siswa SMPN 3 Saradan dari Luar Daerah

SARADAN, Jawa Pos Radar Madiun – SMPN 3 Saradan berlokasi dan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun. Namun, sekitar separo peserta didik lembaga pendidikan di Desa Klangon, Saradan, itu berasal dari daerah tetangga.

Itu lantaran sekolah tersebut berada di perbatasan tiga daerah. Yakni, Kabupaten Madiun, Bojonegoro, dan Nganjuk. ‘’Lebih dekat sekolah di sini,’’ kata Rara Eka Budiarti, siswa kelas IX asal Desa Klino, Sekar, Bojonegoro, Sabtu (15/1/2022).

Rara hanya butuh 15 menit untuk menuju ke sekolah. Itu lebih cepat ketimbang SMPN di daerahnya. Akses jalan lintas kabupaten juga memadai. ‘’Berangkat sekolah naik motor, boncengan dengan teman. Lumayan bisa berhemat untuk beli bensin,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Suara Draw, Salah Satu Tim Cakades Gandul Menggugat

Kepala SMPN 3 Saradan Warso menyebut bahwa siswanya memang berasal dari tiga kabupaten itu. Hanya separo yang warga asli Kabupaten Madiun. Separo lainnya dari Nganjuk dan Bojonegoro. ‘’Total siswa di sini 244 anak. Sebanyak 40 persen dari Bojonegoro dan 10 persen dari Nganjuk,’’ ungkap Warso.

Pihaknya tidak mempermasalahkan komposisi itu. Warso malah menganggap sebagai berkah. Sebab, pagu SMPN 3 dapat terpenuhi. ‘’Kondisi seperti ini sudah sejak lama. Kami tidak pilih-pilih siswa dari Kabupaten Madiun, Bojonegoro, atau Nganjuk. Semua siswa punya kesempatan sama untuk mendapat berbagai program pendidikan dari pemerintah,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

SARADAN, Jawa Pos Radar Madiun – SMPN 3 Saradan berlokasi dan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun. Namun, sekitar separo peserta didik lembaga pendidikan di Desa Klangon, Saradan, itu berasal dari daerah tetangga.

Itu lantaran sekolah tersebut berada di perbatasan tiga daerah. Yakni, Kabupaten Madiun, Bojonegoro, dan Nganjuk. ‘’Lebih dekat sekolah di sini,’’ kata Rara Eka Budiarti, siswa kelas IX asal Desa Klino, Sekar, Bojonegoro, Sabtu (15/1/2022).

Rara hanya butuh 15 menit untuk menuju ke sekolah. Itu lebih cepat ketimbang SMPN di daerahnya. Akses jalan lintas kabupaten juga memadai. ‘’Berangkat sekolah naik motor, boncengan dengan teman. Lumayan bisa berhemat untuk beli bensin,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Gunadi: Dikbud Ngawi Harus Fokus Pemulihan Psikologis Korban Perundungan

Kepala SMPN 3 Saradan Warso menyebut bahwa siswanya memang berasal dari tiga kabupaten itu. Hanya separo yang warga asli Kabupaten Madiun. Separo lainnya dari Nganjuk dan Bojonegoro. ‘’Total siswa di sini 244 anak. Sebanyak 40 persen dari Bojonegoro dan 10 persen dari Nganjuk,’’ ungkap Warso.

Pihaknya tidak mempermasalahkan komposisi itu. Warso malah menganggap sebagai berkah. Sebab, pagu SMPN 3 dapat terpenuhi. ‘’Kondisi seperti ini sudah sejak lama. Kami tidak pilih-pilih siswa dari Kabupaten Madiun, Bojonegoro, atau Nganjuk. Semua siswa punya kesempatan sama untuk mendapat berbagai program pendidikan dari pemerintah,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/