alexametrics
24.4 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

60 Sekolah di Kabupaten Madiun Minim Siswa

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Puluhan satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun minim siswa. Kondisi tersebut mendapat perhatian khusus tahun ini. ‘’Total ada 60 sekolah dengan siswa kurang dari 60 anak,’’ kata Bupati Ahmad Dawami, Minggu (16/5).

Jumlah siswa yang minim ditengarai bakal berdampak pada pelaksanaan pendidikan. Imbasnya kepada kualitas pendidikan. Bupati mengklaim bahwa kondisi itu sudah ditindaklanjuti. ‘’Mulai tahun ini sudah ada pemetaan terhadap kondisi tersebut. Sekolah-sekolah itu disiapkan menjadi sekolah berkualitas,’’ ungkap Kaji Mbing, sapaan bupati.

Berbagai upaya ditempuh untuk mengoptimalkan kembali pelayanan pendidikan di lembaga minim siswa tersebut. Kaji Mbing menyebutkan, sisi ilmu pengetahuan dan karakter telah dipersiapkan. ‘’Soal pendidikan karakter, kekurangan dari evaluasi yang telah dilakukan akan ditindaklanjuti bersama Kemenag (Kementerian Agama),’’ ujarnya.

Baca Juga :  Problem Sampah di Jatisari, DLH Kabupaten Madiun Sebut Kesadaran Warga Rendah

Bupati mengungkapkan, pemkab telah menyiapkan sejumlah opsi pada 60 sekolah yang kekurangan siswa itu. Tak terkecuali melalui pihak eksternal. Misalnya, dengan menggandeng pondok pesantren atau pihak lain terkait pendidikan karakter. ‘’Opsi dari eksternal itu tentunya tetap dalam satu kawasan sekolah yang bersangkutan,’’ paparnya.

Berbagai jenjang pendidikan diminta memaksimalkan pelayanan pendidikan. Termasuk tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD). Kaji Mbing menuturkan, guru-guru PAUD terus didorong untuk pemaksimalan. Poin penekanannya, siswa harus dibuat nyaman dengan situasi gembira. ‘’Perbaikan SDM (sumber daya manusia) dari sisi internal juga dilakukan,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Puluhan satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun minim siswa. Kondisi tersebut mendapat perhatian khusus tahun ini. ‘’Total ada 60 sekolah dengan siswa kurang dari 60 anak,’’ kata Bupati Ahmad Dawami, Minggu (16/5).

Jumlah siswa yang minim ditengarai bakal berdampak pada pelaksanaan pendidikan. Imbasnya kepada kualitas pendidikan. Bupati mengklaim bahwa kondisi itu sudah ditindaklanjuti. ‘’Mulai tahun ini sudah ada pemetaan terhadap kondisi tersebut. Sekolah-sekolah itu disiapkan menjadi sekolah berkualitas,’’ ungkap Kaji Mbing, sapaan bupati.

Berbagai upaya ditempuh untuk mengoptimalkan kembali pelayanan pendidikan di lembaga minim siswa tersebut. Kaji Mbing menyebutkan, sisi ilmu pengetahuan dan karakter telah dipersiapkan. ‘’Soal pendidikan karakter, kekurangan dari evaluasi yang telah dilakukan akan ditindaklanjuti bersama Kemenag (Kementerian Agama),’’ ujarnya.

Baca Juga :  Mobil Perpusling Sasar Puluhan Desa Tepian Hutan di Madiun

Bupati mengungkapkan, pemkab telah menyiapkan sejumlah opsi pada 60 sekolah yang kekurangan siswa itu. Tak terkecuali melalui pihak eksternal. Misalnya, dengan menggandeng pondok pesantren atau pihak lain terkait pendidikan karakter. ‘’Opsi dari eksternal itu tentunya tetap dalam satu kawasan sekolah yang bersangkutan,’’ paparnya.

Berbagai jenjang pendidikan diminta memaksimalkan pelayanan pendidikan. Termasuk tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD). Kaji Mbing menuturkan, guru-guru PAUD terus didorong untuk pemaksimalan. Poin penekanannya, siswa harus dibuat nyaman dengan situasi gembira. ‘’Perbaikan SDM (sumber daya manusia) dari sisi internal juga dilakukan,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/