alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Aplikasi Sistem Investasi Trouble, Nilai PMDN Madiun Tahun Ini Tak Terdeteksi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Digitalisasi tetap ada sisi plus-minusnya. Pemkab Madiun juga tak luput kena imbasnya. Nilai investasi tahun ini belum bisa dihitung. ‘’Data di aplikasi terkait capaian investasi belum clear,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto, Selasa (16/8).

Capaian investasi tahun ini belum diketahui. Biasanya, direkap tiga bulan sekali. Kondisi tersebut tak lepas dari upaya digitalisasi data yang tengah digalakkan. Namun, DPMPTSP malah terkendala. Berapa nominal penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang sudah masuk dan dari berapa pemodal belum terdata rapi. ‘’Laporan yang masuk, aplikasi dari pusat trouble sehingga data belum bisa di-download,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Bapak dan Anak di Madiun Tewas Tenggelam

Arik menjelaskan, data investasi daerah saat ini tertampung dalam satu aplikasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Namun, aplikasi tersebut bermasalah hingga kemarin. ‘’Saya belum bisa comment soal capaian investasi sebelum data masuk,’’ dalihnya soal catatan manual capaian investasi triwulan kedua 2022 ini.

Diketahui, target investasi Kabupaten Madiun tahun ini Rp 1 triliun. Nominal tersebut dua kali lipat dari target 2021. Arik tidak menampik bahwa mencapai target tersebut bukan perkara gampang. Kendati demikian, dia optimistis target tercapai. ‘’Harus optimistis. Perkembangan investasi di Kabupaten Madiun bergerak lebih baik selama tiga tahun terakhir,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Digitalisasi tetap ada sisi plus-minusnya. Pemkab Madiun juga tak luput kena imbasnya. Nilai investasi tahun ini belum bisa dihitung. ‘’Data di aplikasi terkait capaian investasi belum clear,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto, Selasa (16/8).

Capaian investasi tahun ini belum diketahui. Biasanya, direkap tiga bulan sekali. Kondisi tersebut tak lepas dari upaya digitalisasi data yang tengah digalakkan. Namun, DPMPTSP malah terkendala. Berapa nominal penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang sudah masuk dan dari berapa pemodal belum terdata rapi. ‘’Laporan yang masuk, aplikasi dari pusat trouble sehingga data belum bisa di-download,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kapolres Madiun: Kamtibmas Selama Bulan Sura Tak Boleh Ditawar!

Arik menjelaskan, data investasi daerah saat ini tertampung dalam satu aplikasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Namun, aplikasi tersebut bermasalah hingga kemarin. ‘’Saya belum bisa comment soal capaian investasi sebelum data masuk,’’ dalihnya soal catatan manual capaian investasi triwulan kedua 2022 ini.

Diketahui, target investasi Kabupaten Madiun tahun ini Rp 1 triliun. Nominal tersebut dua kali lipat dari target 2021. Arik tidak menampik bahwa mencapai target tersebut bukan perkara gampang. Kendati demikian, dia optimistis target tercapai. ‘’Harus optimistis. Perkembangan investasi di Kabupaten Madiun bergerak lebih baik selama tiga tahun terakhir,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/