23.6 C
Madiun
Sunday, November 27, 2022

Liburkan Sekolah, Cabdindik Madiun Izinkan Siswa Ikut Coblosan Pilkades

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Partisipasi pemilih pemula, khususnya kalangan pelajar, dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Madiun terbuka lebar. Sebab, sudah ada dasar hukum meliburkan sekolah pada hari H coblosan. ‘’Hari ini (kemarin, Red) kami menerima surat dari pemkab,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Madiun Supardi, Kamis (16/12).

Yakni, surat keputusan (SK) terkait hari libur daerah untuk gelaran pilkades Senin depan (20/12). Sebelumnya, sejumlah SMA/SMK harap-harap cemas. ‘’Di dalam SK itu, 20 Desember dinyatakan sebagai hari libur daerah. Sehingga, kami tidak sekadar memberi dispensasi ke pelajar yang mau nyoblos dan harus kembali ke sekolah setelah selesai,’’ jelas Supardi.

Baca Juga :  Minim Pasokan, Harga Tomat Naik Dua Kali Lipat di Madiun

Cabdindik manut SK Bupati Madiun tersebut. Kendati institusinya di bawah Pemprov Jatim. Sejumlah faktor menjadi pertimbangan penting untuk meliburkan seluruh SMA/SMK di Kabupaten Madiun pada hari H coblosan. ‘’Bagaimanapun, siswa di sekolah ada putra-putri asli Kabupaten Madiun,’’ ujarnya.

Jumlah total pelajar SMA/SMK negeri maupun swasta di Kabupaten Madiun 14.552 anak. Perkiraan kasar, 40 persen dari mereka sudah berusia 17 tahun ke atas atau sudah punya hak pilih dalam pilkades. ‘’Kepada seluruh sekolah, kami tekankan untuk mendukung siswa agar tidak golput,’’ tandasnya. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Partisipasi pemilih pemula, khususnya kalangan pelajar, dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Madiun terbuka lebar. Sebab, sudah ada dasar hukum meliburkan sekolah pada hari H coblosan. ‘’Hari ini (kemarin, Red) kami menerima surat dari pemkab,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Madiun Supardi, Kamis (16/12).

Yakni, surat keputusan (SK) terkait hari libur daerah untuk gelaran pilkades Senin depan (20/12). Sebelumnya, sejumlah SMA/SMK harap-harap cemas. ‘’Di dalam SK itu, 20 Desember dinyatakan sebagai hari libur daerah. Sehingga, kami tidak sekadar memberi dispensasi ke pelajar yang mau nyoblos dan harus kembali ke sekolah setelah selesai,’’ jelas Supardi.

Baca Juga :  30 Raperdes APBDes Madiun Wajib Diperbaiki

Cabdindik manut SK Bupati Madiun tersebut. Kendati institusinya di bawah Pemprov Jatim. Sejumlah faktor menjadi pertimbangan penting untuk meliburkan seluruh SMA/SMK di Kabupaten Madiun pada hari H coblosan. ‘’Bagaimanapun, siswa di sekolah ada putra-putri asli Kabupaten Madiun,’’ ujarnya.

Jumlah total pelajar SMA/SMK negeri maupun swasta di Kabupaten Madiun 14.552 anak. Perkiraan kasar, 40 persen dari mereka sudah berusia 17 tahun ke atas atau sudah punya hak pilih dalam pilkades. ‘’Kepada seluruh sekolah, kami tekankan untuk mendukung siswa agar tidak golput,’’ tandasnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/