alexametrics
23.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Puluhan Ribu Pil Koplo Diblender dan Dibakar

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Peredaran obat-obatan terlarang di Kabupaten Madiun masih sulit diberangus. Setidaknya, selama beberapa bulan terakhir saja, puluhan ribu butir pil koplo berhasil diamankan petugas. Barang haram itu dimusnahkan bersama sejumlah barang bukti perkara pidana umum di kejaksaan negeri (kejari) kemarin (15/12). ‘’Ini merupakan barang bukti perkara selama Mei-November 2021 yang sudah inkrah,’’ kata Kepala Kejari Kabupaten Madiun Nanik Kushartanti.

Sedikitnya 28.942 butir pil dobel L dimusnahkan di halaman kantor Korps Adhyaksa kemarin. Sebanyak 505 butir Trihexyphenidyl tidak luput dimusnahkan. Obat-obatan terlarang yang didapatkan selama tujuh bulan dari 24 perkara narkotika itu dihancurkan dengan cara diblender dan dibakar.

‘’Remaja kita banyak yang terjerumus perdagangan obat-obatan terlarang,’’ ungkap Nanik. ‘’Soal tuntutan hukum, pengedar lebih tinggi daripada pemakai yang bisa dibilang sebagai korban. Contoh satu perkara (pengedar, Red) dengan 2.040 butir dobel L dipenjara sembilan tahun,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Daerah Terpencil Butuh Pengecer Pertalite

Bupati Madiun Ahmad Dawami ikut hadir dalam pemusnahan barang bukti tersebut. Menurutnya, kemunculan narkotika dikarenakan penyebab yang berganti-ganti sehingga tingkat kasus atau perkara yang ditemukan di lapangan fluktuatif. ‘’Bersama polres dan kodim, upaya preventif terkait itu akan selalu dilakukan,’’ kata Kaji Mbing, sapaan bupati.

Peredaran narkotika bukan satu-satunya penyakit masyarakat di Kabupaten Madiun. Merujuk pemusnahan barang bukti kemarin, masih ada pencabulan, perjudian, dan lain-lain. Terkait hal itu, pemkab bakal berkomunikasi lebih lanjut dengan polres. ‘’Bagian kita (pemkab, Red) memberi edukasi tingkat desa maupun lingkungan. Bagaimana cara menciptakan lingkungan anti-pekat (penyakit masyarakat),’’ ujar Kaji Mbing. (den/c1/isd/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Peredaran obat-obatan terlarang di Kabupaten Madiun masih sulit diberangus. Setidaknya, selama beberapa bulan terakhir saja, puluhan ribu butir pil koplo berhasil diamankan petugas. Barang haram itu dimusnahkan bersama sejumlah barang bukti perkara pidana umum di kejaksaan negeri (kejari) kemarin (15/12). ‘’Ini merupakan barang bukti perkara selama Mei-November 2021 yang sudah inkrah,’’ kata Kepala Kejari Kabupaten Madiun Nanik Kushartanti.

Sedikitnya 28.942 butir pil dobel L dimusnahkan di halaman kantor Korps Adhyaksa kemarin. Sebanyak 505 butir Trihexyphenidyl tidak luput dimusnahkan. Obat-obatan terlarang yang didapatkan selama tujuh bulan dari 24 perkara narkotika itu dihancurkan dengan cara diblender dan dibakar.

‘’Remaja kita banyak yang terjerumus perdagangan obat-obatan terlarang,’’ ungkap Nanik. ‘’Soal tuntutan hukum, pengedar lebih tinggi daripada pemakai yang bisa dibilang sebagai korban. Contoh satu perkara (pengedar, Red) dengan 2.040 butir dobel L dipenjara sembilan tahun,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Gamang Pasang Target Vaksinasi Booster

Bupati Madiun Ahmad Dawami ikut hadir dalam pemusnahan barang bukti tersebut. Menurutnya, kemunculan narkotika dikarenakan penyebab yang berganti-ganti sehingga tingkat kasus atau perkara yang ditemukan di lapangan fluktuatif. ‘’Bersama polres dan kodim, upaya preventif terkait itu akan selalu dilakukan,’’ kata Kaji Mbing, sapaan bupati.

Peredaran narkotika bukan satu-satunya penyakit masyarakat di Kabupaten Madiun. Merujuk pemusnahan barang bukti kemarin, masih ada pencabulan, perjudian, dan lain-lain. Terkait hal itu, pemkab bakal berkomunikasi lebih lanjut dengan polres. ‘’Bagian kita (pemkab, Red) memberi edukasi tingkat desa maupun lingkungan. Bagaimana cara menciptakan lingkungan anti-pekat (penyakit masyarakat),’’ ujar Kaji Mbing. (den/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/