alexametrics
24.2 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Warga Madiun Ramai-Ramai Gadaikan Barang untuk Kebutuhan Lebaran

MADIUNJawa Pos Radar Madiun – Lebaran masih sekitar dua pekan lagi. Namun, warga sudah dipusingkan dengan kebutuhan berhari raya. Tidak sedikit di antaranya yang sengaja menggadaikan barang berharga miliknya demi mendapatkan dana segar untuk persiapan Lebaran.

Fenomena itu tecermin dari kenaikan transaksi di pegadaian. ‘’Ada kenaikan sekitar 30 persen dari hari-hari biasa. Biasanya, tren seperti ini terus berlanjut dan mencapai puncaknya 10 hari sebelum Lebaran,’’ kata Pemimpin Pegadaian Cabang Madiun Agung Budiyanto, Minggu (17/4).

Jenis barang yang digadaikan, kata dia, beragam. Mulai perhiasan, perangkat elektronik, hingga kendaraan. ”Yang menggadaikan kendaraan biasanya pekerja asal luar kota yang hendak mudik ke daerah asalnya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Perluas Sasaran Pajak Bumi dan Bangunan

Kendati demikian, Agung menyebutkan bahwa tidak sedikit pula nasabah yang datang ke pegadaian untuk menebus barang yang digadaikan. Itu dilakukan lantaran mereka mendapat pemasukan tambahan berupa tunjangan hari raya (THR) dari tempat kerjanya.

Menjelang Lebaran kali ini pihaknya menambah tenaga magang untuk membantu pelayanan di kantornya. Pasalnya, jumlah nasabah meningkat hingga dua kali lipat. ”Memang untuk momen-momen tertentu kami biasa menambah tenaga magang,’’ sebutnya. (tr2/c1/isd/her)

MADIUNJawa Pos Radar Madiun – Lebaran masih sekitar dua pekan lagi. Namun, warga sudah dipusingkan dengan kebutuhan berhari raya. Tidak sedikit di antaranya yang sengaja menggadaikan barang berharga miliknya demi mendapatkan dana segar untuk persiapan Lebaran.

Fenomena itu tecermin dari kenaikan transaksi di pegadaian. ‘’Ada kenaikan sekitar 30 persen dari hari-hari biasa. Biasanya, tren seperti ini terus berlanjut dan mencapai puncaknya 10 hari sebelum Lebaran,’’ kata Pemimpin Pegadaian Cabang Madiun Agung Budiyanto, Minggu (17/4).

Jenis barang yang digadaikan, kata dia, beragam. Mulai perhiasan, perangkat elektronik, hingga kendaraan. ”Yang menggadaikan kendaraan biasanya pekerja asal luar kota yang hendak mudik ke daerah asalnya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  KTNA Desak Peredaran Pupuk Bersubsidi Ilegal Dihentikan

Kendati demikian, Agung menyebutkan bahwa tidak sedikit pula nasabah yang datang ke pegadaian untuk menebus barang yang digadaikan. Itu dilakukan lantaran mereka mendapat pemasukan tambahan berupa tunjangan hari raya (THR) dari tempat kerjanya.

Menjelang Lebaran kali ini pihaknya menambah tenaga magang untuk membantu pelayanan di kantornya. Pasalnya, jumlah nasabah meningkat hingga dua kali lipat. ”Memang untuk momen-momen tertentu kami biasa menambah tenaga magang,’’ sebutnya. (tr2/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/