alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Harga Telur Tembus Rp 30 Ribu Per Kilogram

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Para ibu rumah tangga lagi-lagi harus memutar otak untuk membelanjakan uangnya. Itu bersamaan kenaikan harga telur ayam. Tidak tanggung-tanggung, jika pada bulan lalu hanya di kisaran Rp 20 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 30 ribu.

Nominal itu melampaui harga daging ayam.Data sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (siskaperbapo) Jawa Timur menyebutkan, harga daging ayam saat ini dikisaran Rp 28ribu per kilogram. ‘’Minggu lalu (telur ayam) sekilo masih Rp 26ribu, minggu ini jadi Rp 30ribu,’’ kata Yatmi, salah seorang pedagang telur ayam di Pasar Pagotan, Geger, Rabu (17/8).

Harga telur ayam yang terus merangkak naik berdampak langsung pada omzet penjualan Yatmi. Sebab, banyak pengunjung pasar yang membatalkan niatnya membeli begitu mengetahui harganya yang gila-gilaan. ‘’Biasanya stok dua peti dalam 2-3 hari langsung habis. Sekarang satu peti saja sampai seminggu masih tersisa banyak,’’ keluhnya.

Baca Juga :  Kebakaran Rumah di Kebonsari Sudah Padam, Damkar Menyusul Datang

Menyikapi kenaikan harga telur ayam, Yatmi juga memilih mengurangi dagangannya. Sebab, jika persediaan berlebih, dia khawatir banyak yang membusuk. ‘’Semoga harganya segera normal kembali,’’ harapnya. (mg3/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Para ibu rumah tangga lagi-lagi harus memutar otak untuk membelanjakan uangnya. Itu bersamaan kenaikan harga telur ayam. Tidak tanggung-tanggung, jika pada bulan lalu hanya di kisaran Rp 20 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 30 ribu.

Nominal itu melampaui harga daging ayam.Data sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (siskaperbapo) Jawa Timur menyebutkan, harga daging ayam saat ini dikisaran Rp 28ribu per kilogram. ‘’Minggu lalu (telur ayam) sekilo masih Rp 26ribu, minggu ini jadi Rp 30ribu,’’ kata Yatmi, salah seorang pedagang telur ayam di Pasar Pagotan, Geger, Rabu (17/8).

Harga telur ayam yang terus merangkak naik berdampak langsung pada omzet penjualan Yatmi. Sebab, banyak pengunjung pasar yang membatalkan niatnya membeli begitu mengetahui harganya yang gila-gilaan. ‘’Biasanya stok dua peti dalam 2-3 hari langsung habis. Sekarang satu peti saja sampai seminggu masih tersisa banyak,’’ keluhnya.

Baca Juga :  Tidak Layak untuk Sekelas Jalan Nasional

Menyikapi kenaikan harga telur ayam, Yatmi juga memilih mengurangi dagangannya. Sebab, jika persediaan berlebih, dia khawatir banyak yang membusuk. ‘’Semoga harganya segera normal kembali,’’ harapnya. (mg3/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/