alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Pamit ke Sawah, Seorang Kakek di Madiun Dilaporkan Hilang

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jejak Boimin, warga Mruwak, Dagangan, tanpa bekas. Kakek 68 tahun itu dikabarkan hilang sejak Sabtu (13/8). Namun, upaya pencarian hingga hari ketiga kemarin (16/8), yang melibatkan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat dan Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas), masih nihil hasil.

‘’Kami menerima laporan orang hilang pada Minggu (14/8) malam dan langsung mengerahkan anggota untuk terjun ke TKP (tempat kejadian perkara),’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Madiun Kukuh Yoso Kuncoro, Rabu (17/8).

Pencarian dilakukan dengan menyisir sepanjang rute yang kemungkinan dilewati lansia tersebut. Banyaknya informasi dan petunjuk yang berbeda justru menjadi kendala. Kendati medan, cuaca, dan sumber daya manusia (SDM) tak ada masalah. ‘’Minim informasi akurat membuat kami kesulitan memilih prioritas untuk ditindaklanjuti,’’ ujarnya.

Kendati belum ada perkembangan signifikan, pihaknya tetap berusaha mencari tujuh hari sejak dinyatakan hilang sesuai batas standard operating procedure (SOP). Jika tidak ditemukan, pencarian akan dihentikan sampai ada petunjuk lebih lanjut. ‘’Selain renta, kakinya juga cedera. Jadi, kemungkinan besar tidak terlalu jauh dari TKP,’’ duga Kukuh.

Baca Juga :  Haji 2022, Suhu Capai 46 Derajat Celsius

Darsih, istri Boimin, yang kali pertama menyadari suaminya hilang. Tetangganya memberi tahu bahwa pagi itu Boimin pamit ke sawah menyusul dirinya. Namun, hingga Darsih pulang ke rumah sama sekali tidak bertemu Boimin. Dibantu tetangga dan kerabatnya, Darsih mencari Boimin di sekitar sawah dan hutan sekitar.

Tetapi, sampai 1×24 jam tanpa hasil. Darsih pun melaporkan ke Polsek Dagangan dan BPBD setempat. ‘’Bukan pertama kali ini (hilang). Sebelumnya juga pernah, tapi masih bisa pulang. Kondisi bapak juga sakit tua, agak pikun. Khawatir terjadi apa-apa di luar sana,’’ cemas Darsih. (mg3/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jejak Boimin, warga Mruwak, Dagangan, tanpa bekas. Kakek 68 tahun itu dikabarkan hilang sejak Sabtu (13/8). Namun, upaya pencarian hingga hari ketiga kemarin (16/8), yang melibatkan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat dan Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas), masih nihil hasil.

‘’Kami menerima laporan orang hilang pada Minggu (14/8) malam dan langsung mengerahkan anggota untuk terjun ke TKP (tempat kejadian perkara),’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Madiun Kukuh Yoso Kuncoro, Rabu (17/8).

Pencarian dilakukan dengan menyisir sepanjang rute yang kemungkinan dilewati lansia tersebut. Banyaknya informasi dan petunjuk yang berbeda justru menjadi kendala. Kendati medan, cuaca, dan sumber daya manusia (SDM) tak ada masalah. ‘’Minim informasi akurat membuat kami kesulitan memilih prioritas untuk ditindaklanjuti,’’ ujarnya.

Kendati belum ada perkembangan signifikan, pihaknya tetap berusaha mencari tujuh hari sejak dinyatakan hilang sesuai batas standard operating procedure (SOP). Jika tidak ditemukan, pencarian akan dihentikan sampai ada petunjuk lebih lanjut. ‘’Selain renta, kakinya juga cedera. Jadi, kemungkinan besar tidak terlalu jauh dari TKP,’’ duga Kukuh.

Baca Juga :  Pagu 35 SMPN di Madiun Tak Terpenuhi Tahun Lalu, Dikbud Lakukan Evaluasi PPDB

Darsih, istri Boimin, yang kali pertama menyadari suaminya hilang. Tetangganya memberi tahu bahwa pagi itu Boimin pamit ke sawah menyusul dirinya. Namun, hingga Darsih pulang ke rumah sama sekali tidak bertemu Boimin. Dibantu tetangga dan kerabatnya, Darsih mencari Boimin di sekitar sawah dan hutan sekitar.

Tetapi, sampai 1×24 jam tanpa hasil. Darsih pun melaporkan ke Polsek Dagangan dan BPBD setempat. ‘’Bukan pertama kali ini (hilang). Sebelumnya juga pernah, tapi masih bisa pulang. Kondisi bapak juga sakit tua, agak pikun. Khawatir terjadi apa-apa di luar sana,’’ cemas Darsih. (mg3/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/