alexametrics
22.5 C
Madiun
Wednesday, June 29, 2022

Keluarga Terlilit Utang, Fadli Bachtiar Permadi Nekat Jual Ginjal

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Fadli Bachtiar Permadi dan keluarganya terancam terusir dari rumahnya sendiri. Pasalnya, sang ibu terlilit utang bank senilai ratusan juta rupiah hingga tempat tinggalnya terancam disita. Demi menutup utang itu Fadli nekat menjual ginjalnya. ”Rumah kami terancam disita bank,” kata Fadli Bachtiar Permadi lirih dengan terbata, Rabu (18/5).

Ya, Fadli dan keluarganya terancam angkat kaki dari rumahnya. Itu terjadi lantaran ibunya terlilit utang di bank sekitar Rp 100 juta. Demi menutup utang tersebut, Fadli berniat menjual ginjalnya. Dia telah menawarkan organ tubuhnya itu di media sosial Facebook. Komentar warganet pun langsung membanjiri posting-annya tersebut. ‘’Saya tidak bercanda. Jika ada yang mau, silakan datang ke rumah. Karena hanya ini (ginjal, Red) yang dapat membantu saya dan keluarga,’’ ujarnya.

Fadli yang mengidap polio sejak kecil itu tidak tahu-menahu ihwal sang ibu sampai terlilit utang senilai ratusan juta rupiah. Singkat cerita, ibunya akhirnya menyerahkan sertifikat rumah ke pihak bank untuk meminjam uang. Belakangan diketahui duit pinjaman itu digunakan oleh seorang kerabat ibunya.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Pertahankan Keberadaan 60 Sekolah Minim Siswa

Sejatinya si kerabat ibunya itu ajek membayar angsuran tiap bulan. Namun, belum mampu menutup total pinjaman di bank beserta bunganya tersebut. ‘’Tahun ini harus bayar Rp 50 juta. Kalau tidak, rumah akan disita,’’ ucap warga Desa Munggut, Wungu, Kabupaten Madiun, itu.

Salah seorang teman yang berniat membantu sempat menyampaikan persoalan yang membelit keluarga Fadli ke pemerintah maupun DPRD setempat. Namun, tidak ada tanggapan. ‘’Hanya Bu Inda Raya (wakil wali kota Madiun, Red) yang memberikan kalung kesehatan. Juga sering menanyakan kondisi saya,’’ ungkapnya.

Perasaan Fadli jauh dari kata tenang. Setiap hari pikirannya dibayangi kekhawatiran rumahnya disita bank. Kini, harapannya hanya satu, ada orang yang benar-benar berniat membeli ginjalnya. ‘’Kapan pun saya siap. Saya sengaja tidak bilang ke ibu kalau jual ginjal,’’ tutur pria 30 tahun yang sehari-harinya berjualan mainan Hot Wheels untuk menyambung hidup itu. *** (ggi/isd/c1)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Fadli Bachtiar Permadi dan keluarganya terancam terusir dari rumahnya sendiri. Pasalnya, sang ibu terlilit utang bank senilai ratusan juta rupiah hingga tempat tinggalnya terancam disita. Demi menutup utang itu Fadli nekat menjual ginjalnya. ”Rumah kami terancam disita bank,” kata Fadli Bachtiar Permadi lirih dengan terbata, Rabu (18/5).

Ya, Fadli dan keluarganya terancam angkat kaki dari rumahnya. Itu terjadi lantaran ibunya terlilit utang di bank sekitar Rp 100 juta. Demi menutup utang tersebut, Fadli berniat menjual ginjalnya. Dia telah menawarkan organ tubuhnya itu di media sosial Facebook. Komentar warganet pun langsung membanjiri posting-annya tersebut. ‘’Saya tidak bercanda. Jika ada yang mau, silakan datang ke rumah. Karena hanya ini (ginjal, Red) yang dapat membantu saya dan keluarga,’’ ujarnya.

Fadli yang mengidap polio sejak kecil itu tidak tahu-menahu ihwal sang ibu sampai terlilit utang senilai ratusan juta rupiah. Singkat cerita, ibunya akhirnya menyerahkan sertifikat rumah ke pihak bank untuk meminjam uang. Belakangan diketahui duit pinjaman itu digunakan oleh seorang kerabat ibunya.

Baca Juga :  IPSI Madiun Berani Pasang Target Emas di Porprov Jatim, KONI Hanya Perak

Sejatinya si kerabat ibunya itu ajek membayar angsuran tiap bulan. Namun, belum mampu menutup total pinjaman di bank beserta bunganya tersebut. ‘’Tahun ini harus bayar Rp 50 juta. Kalau tidak, rumah akan disita,’’ ucap warga Desa Munggut, Wungu, Kabupaten Madiun, itu.

Salah seorang teman yang berniat membantu sempat menyampaikan persoalan yang membelit keluarga Fadli ke pemerintah maupun DPRD setempat. Namun, tidak ada tanggapan. ‘’Hanya Bu Inda Raya (wakil wali kota Madiun, Red) yang memberikan kalung kesehatan. Juga sering menanyakan kondisi saya,’’ ungkapnya.

Perasaan Fadli jauh dari kata tenang. Setiap hari pikirannya dibayangi kekhawatiran rumahnya disita bank. Kini, harapannya hanya satu, ada orang yang benar-benar berniat membeli ginjalnya. ‘’Kapan pun saya siap. Saya sengaja tidak bilang ke ibu kalau jual ginjal,’’ tutur pria 30 tahun yang sehari-harinya berjualan mainan Hot Wheels untuk menyambung hidup itu. *** (ggi/isd/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/