alexametrics
31.8 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

INCAR Polres Madiun Jepret 1.512 Pengendara, 241 Dikenai Tilang Elektronik

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengoperasian mobil integrated node capture attitude record (INCAR) belum berfungsi maksimal. Sebab, tidak semua pelanggaran lalu lintas yang terjepret dapat ditindaklanjuti. ‘’Tidak semua capture mobil INCAR bisa terkonfirmasi pelanggarannya,’’ kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Madiun Ipda Nanang Setyawan, Sabtu (18/6).

Menurut dia, kondisi tersebut bukan karena sarana dan prasarana penegakan hukum tentang lalu lintas itu kurang bagus. Namun, lebih karena faktor teknis. Seperti, ketidaksesuaian antara kendaraan dengan pemilik, tidak sesuai alamat atau pindah alamat, serta kepemilikan kendaraan sudah berpindah tangan. ‘’Karena beberapa hal itu, jenis pelanggaran yang ter-capture mobil INCAR tidak bisa kami konfirmasi,’’ jelas Nanang.

Berbagai kendala itu dialami pihak kepolisian saat melaksanakan Operasi Patuh Semeru 2022 ini. Nanang menyebutkan, mobil INCAR telah meng­-capture 1.512 pengendara yang diduga melanggar peraturan. Dari total jepretan itu, hanya 241 pelanggaran yang dapat dikonfirmasi. ‘’Jumlah itu merupakan data tiga hari terakhir (14-16 Juni, Red). Yang terkonfirmasi, itu yang ditilang,’’ ujarnya.

Baca Juga :  KKN Mahasiswa Terhenti, Rektor Unipma Pastikan Tetap Masuk Hitungan Akademik

Perilaku pengendara bakal dipelototi selama dua pekan ke depan. Berdasarkan hasil jepretan mobil INCAR, mayoritas jenis pelanggaran terkait helm. Baik tidak memakai maupun memakai, namun tidak standar nasional Indonesia (SNI). ‘’Selain dengan mobil INCAR, kami juga lakukan penindakan manual bagi beberapa jenis pelanggaran seperti main handphone saat berkendara dan penggunaan knalpot brong,’’ tandasnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengoperasian mobil integrated node capture attitude record (INCAR) belum berfungsi maksimal. Sebab, tidak semua pelanggaran lalu lintas yang terjepret dapat ditindaklanjuti. ‘’Tidak semua capture mobil INCAR bisa terkonfirmasi pelanggarannya,’’ kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Madiun Ipda Nanang Setyawan, Sabtu (18/6).

Menurut dia, kondisi tersebut bukan karena sarana dan prasarana penegakan hukum tentang lalu lintas itu kurang bagus. Namun, lebih karena faktor teknis. Seperti, ketidaksesuaian antara kendaraan dengan pemilik, tidak sesuai alamat atau pindah alamat, serta kepemilikan kendaraan sudah berpindah tangan. ‘’Karena beberapa hal itu, jenis pelanggaran yang ter-capture mobil INCAR tidak bisa kami konfirmasi,’’ jelas Nanang.

Berbagai kendala itu dialami pihak kepolisian saat melaksanakan Operasi Patuh Semeru 2022 ini. Nanang menyebutkan, mobil INCAR telah meng­-capture 1.512 pengendara yang diduga melanggar peraturan. Dari total jepretan itu, hanya 241 pelanggaran yang dapat dikonfirmasi. ‘’Jumlah itu merupakan data tiga hari terakhir (14-16 Juni, Red). Yang terkonfirmasi, itu yang ditilang,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Habiskan Rp 30 Miliar Bayar THR Lebaran 6.570 ASN

Perilaku pengendara bakal dipelototi selama dua pekan ke depan. Berdasarkan hasil jepretan mobil INCAR, mayoritas jenis pelanggaran terkait helm. Baik tidak memakai maupun memakai, namun tidak standar nasional Indonesia (SNI). ‘’Selain dengan mobil INCAR, kami juga lakukan penindakan manual bagi beberapa jenis pelanggaran seperti main handphone saat berkendara dan penggunaan knalpot brong,’’ tandasnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/