alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Butuh Investasi Besar Atasi 18.000 Pengangguran di Kabupaten Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kendati belum terdeteksi akibat trouble-nya aplikasi, investasi di Kabupaten Madiun perlu digenjot lagi. Rujukannya, angka pengangguran. Sebab, ketersediaan lapangan kerja seiring masuknya investor masih minim. ‘’(Investor) yang ada saat ini belum bisa untuk percepatan penanganan pengangguran,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun Heru Kuncoro, Kamis (18/8).

Catatan disnaker, 18 ribu jiwa penduduk Kabupaten Madiun berkategori pengangguran pada 2021. Padahal, investasi berkaitan erat dengan penanganan pengangguran. Ketersediaan lapangan kerja berbanding lurus dengan investasi masuk. ‘’Penanganan pengangguran perlu investasi besar, lapangan kerja di perusahaan saat ini tidak cukup,’’ ujarnya.

Heru menambahkan, sepanjang tahun ini belum ada investasi yang mampu menampung tenaga kerja dalam jumlah besar. Yang ada, lapangan kerja tambal sulam. Kebutuhannya berkisar 50 sampai 100 tenaga kerja. Baik di perusahaan lama maupun baru. ‘’Tahun ini, lapangan kerja yang bersifat padat karya belum ada,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  PMI yang Meninggal di Hongkong, Sempat Berniat Pindah Kewarganegaraan

Sektor ekonomi, beber Heru, merupakan faktor penting dalam penanganan pengangguran. Namun, ketidakselarasan antara skill tenaga kerja dengan kebutuhan pasar menjadi kendala lainnya. ‘’Kami berupaya menyiapkan tenaga kerja melalui pelatihan, kerja sama dengan perusahaan, serta penyebarluasan informasi lapangan kerja,’’ terangnya.

Lapangan kerja yang tersedia di kabupaten ini juga berpengaruh pada minat masyarakat. Sebab, keterampilan yang tidak sesuai dengan lapangan kerja menjadikan masyarakat cenderung memilih bekerja ke luar daerah maupun luar negeri. ‘’Sangat dibutuhkan banyak lapangan pekerjaan. Itu bisa diwujudkan lewat investasi besar,’’ jelasnya sembari menambahkan juga terus bekerja sama dengan luar daerah. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kendati belum terdeteksi akibat trouble-nya aplikasi, investasi di Kabupaten Madiun perlu digenjot lagi. Rujukannya, angka pengangguran. Sebab, ketersediaan lapangan kerja seiring masuknya investor masih minim. ‘’(Investor) yang ada saat ini belum bisa untuk percepatan penanganan pengangguran,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun Heru Kuncoro, Kamis (18/8).

Catatan disnaker, 18 ribu jiwa penduduk Kabupaten Madiun berkategori pengangguran pada 2021. Padahal, investasi berkaitan erat dengan penanganan pengangguran. Ketersediaan lapangan kerja berbanding lurus dengan investasi masuk. ‘’Penanganan pengangguran perlu investasi besar, lapangan kerja di perusahaan saat ini tidak cukup,’’ ujarnya.

Heru menambahkan, sepanjang tahun ini belum ada investasi yang mampu menampung tenaga kerja dalam jumlah besar. Yang ada, lapangan kerja tambal sulam. Kebutuhannya berkisar 50 sampai 100 tenaga kerja. Baik di perusahaan lama maupun baru. ‘’Tahun ini, lapangan kerja yang bersifat padat karya belum ada,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Amankan Arus Mudik-Balik Lebaran, Polres Madiun Dirikan Enam Pos Pengamanan

Sektor ekonomi, beber Heru, merupakan faktor penting dalam penanganan pengangguran. Namun, ketidakselarasan antara skill tenaga kerja dengan kebutuhan pasar menjadi kendala lainnya. ‘’Kami berupaya menyiapkan tenaga kerja melalui pelatihan, kerja sama dengan perusahaan, serta penyebarluasan informasi lapangan kerja,’’ terangnya.

Lapangan kerja yang tersedia di kabupaten ini juga berpengaruh pada minat masyarakat. Sebab, keterampilan yang tidak sesuai dengan lapangan kerja menjadikan masyarakat cenderung memilih bekerja ke luar daerah maupun luar negeri. ‘’Sangat dibutuhkan banyak lapangan pekerjaan. Itu bisa diwujudkan lewat investasi besar,’’ jelasnya sembari menambahkan juga terus bekerja sama dengan luar daerah. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/