alexametrics
28.5 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Dua Pemain Dikartu Merah, Persekama Dibantai Persemag 4-0

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Mental bertanding penggawa Persekama perlu dibenahi. Sebab, emosi tak terkontrol justru berbuah petaka. Seperti dua kartu merah yang didapat dalam laga uji coba kontra Persemag di Stadion Pangeran Timoer, Mejayan, Sabtu lalu (16/10). Tim kebanggaan Kabupaten Madiun itu keok 0-4. ‘’Permainan rusak karena anak-anak tidak bisa mengontrol emosi,’’ kata Asisten Pelatih Persekama Slamet Kasianto Minggu (17/10).

Sejatinya, Persekama mampu menguasai jalannya pertandingan pada menit-menit awal. Slamet mengungkapkan, anak asuhnya unggul ball possession. Namun, situasi berubah drastis sejak Persemag mampu mencetak gol perdana di menit ke-20. Alih-alih menyeimbangkan skor, Persekama malah kebobolan lagi menit ke-32. Skor 0-2 bertahan hingga turun minum. ‘’Semua karena emosi. Gol-gol itu sebenarnya tak perlu terjadi,’’ sesalnya.

Baca Juga :  Penetapan Cakades Karangmojo Berpolemik

Permainan semakin keras memasuki babak kedua. Para penggawa Persekama pun terpancing emosi. Uji coba ketiga sebelum Liga 3 Jatim dimulai itu hujan kartu kuning. Saat terus ditekan lawan, dua pemain belakang Persekama, Febrian dan Ardi, malah diusir wasit pada menit ke-70 dan 85.

Menghadapi sembilan pemain Persekama, Persemag pun berhasil menambah dua gol lagi. Hingga peluit panjang berbunyi, Persekama dipermalukan Persemag dengan skor akhir 0-4. ‘’Mental bermain anak-anak jadi catatan. Akan dibenahi di sisa waktu yang ada sebelum Liga 3 Jatim dimulai nanti,’’ ungkap Slamet. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Mental bertanding penggawa Persekama perlu dibenahi. Sebab, emosi tak terkontrol justru berbuah petaka. Seperti dua kartu merah yang didapat dalam laga uji coba kontra Persemag di Stadion Pangeran Timoer, Mejayan, Sabtu lalu (16/10). Tim kebanggaan Kabupaten Madiun itu keok 0-4. ‘’Permainan rusak karena anak-anak tidak bisa mengontrol emosi,’’ kata Asisten Pelatih Persekama Slamet Kasianto Minggu (17/10).

Sejatinya, Persekama mampu menguasai jalannya pertandingan pada menit-menit awal. Slamet mengungkapkan, anak asuhnya unggul ball possession. Namun, situasi berubah drastis sejak Persemag mampu mencetak gol perdana di menit ke-20. Alih-alih menyeimbangkan skor, Persekama malah kebobolan lagi menit ke-32. Skor 0-2 bertahan hingga turun minum. ‘’Semua karena emosi. Gol-gol itu sebenarnya tak perlu terjadi,’’ sesalnya.

Baca Juga :  Ditinggal Apel, Tas Raib Dicuri

Permainan semakin keras memasuki babak kedua. Para penggawa Persekama pun terpancing emosi. Uji coba ketiga sebelum Liga 3 Jatim dimulai itu hujan kartu kuning. Saat terus ditekan lawan, dua pemain belakang Persekama, Febrian dan Ardi, malah diusir wasit pada menit ke-70 dan 85.

Menghadapi sembilan pemain Persekama, Persemag pun berhasil menambah dua gol lagi. Hingga peluit panjang berbunyi, Persekama dipermalukan Persemag dengan skor akhir 0-4. ‘’Mental bermain anak-anak jadi catatan. Akan dibenahi di sisa waktu yang ada sebelum Liga 3 Jatim dimulai nanti,’’ ungkap Slamet. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/