alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Crowded di Prapatan Masjid Al-Arifiyah Caruban

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Lalu lintas di perempatan dekat Masjid Al-Arifiyah Caruban crowded. Itu lantaran pada jam-jam tertentu traffic light dari arah Jalan HA Salim dan jalan Kelurahan Pandean yang berlawanan menyala bersama-sama. ‘’Takut terjadi tabrakan,’’ kata Hari, salah seorang tukang ojek warga Desa Mejayan, Kamis (18/11).

Hari mengungkapkan, banyak pengendara dari dua ruas jalan itu saling menyeberang saat lampu hijau menyala. Kondisi tersebut menyebabkan banyak pengendara harus berhenti di tengah jalan menunggu pengendara dari arah berlawanan melintas. ‘’Jadi umpel-umpelan (penuh sesak, Red) di tengah jalan,’’ ujarnya.

Hari berharap, pengaturan traffic light dilakukan secara bergantian. Pun tidak dibatasi pada jam-jam tertentu. Apalagi jalan tersebut cukup padat dan menjadi perlintasan kendaraan besar. ‘’Dari arah selatan dan utara itu jalan kabupaten. Sedangkan barat dan timur jalan nasional yang lampu lalu lintasnya menyala bergantian,’’ ungkapnya.

Informasi di lapangan, kondisi berlangsung sejak lampu bangjo tersebut dipasang. Biasanya, pada pagi hari saat anak-anak sekolah berangkat, lampu disetel bergantian. Setelah jam-jam tersebut, lampu disetel menyala bersama-sama. ‘’Biasanya jam 09.00 ke atas nyalanya bareng-bareng,’’ imbuh warga setempat lainnya.

Kendati demikian, banyak pengendara yang nyelonong saat masuk jam setting traffic light menyala bergantian. Layaknya saat menyala bersama-sama. ‘’Jadi, kadang saat (lampu) hijaunya gantian, pengendara tidak menghiraukan,’’ tutur warga itu lagi.

Baca Juga :  Penting Mengetahui Masa Kedaluwarsa Ban

Kasi Prasarana Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun Devi Anggara menyebut sengaja mengatur traffic light seperti itu. Tujuannya, mengurangi kemacetan pada jalan nasional dari arah timur maupun barat. ‘’Agar yang dari arah jalan nasional tidak menunggu lama hingga terjadi kemacetan panjang,’’ jelasnya.

Menurut dia, dulu sempat diuji coba di-setting bergantian. Namun, kemacetan panjang justru terjadi di jalan nasional hingga Pasar Burung (arah timur). Karena itu, bangjo dari arah Jalan HA Salim dan Kelurahan Pandean disetel menyala bersamaan. ‘’Itu juga didasarkan pada volume kendaraan dan persimpangan jalan kabupaten dan nasional,’’ bebernya.

Hingga kini, lanjut Devi, setting tersebut masih berdasarkan jam normal sekolah sebelum pandemi Covid-19. Padahal, sejak pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, jam masuk dan pulang sekolah sudah berganti. ‘’Mulai jam 06.00 menyala bergantian. Setelah jam 09.00 ke atas bersamaan. Tapi, saat jam pulang sekolah bakal bergantian lagi. Itu karena volume kendaraan pada jam tersebut tinggi,’’ tuturnya. (tr1/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Lalu lintas di perempatan dekat Masjid Al-Arifiyah Caruban crowded. Itu lantaran pada jam-jam tertentu traffic light dari arah Jalan HA Salim dan jalan Kelurahan Pandean yang berlawanan menyala bersama-sama. ‘’Takut terjadi tabrakan,’’ kata Hari, salah seorang tukang ojek warga Desa Mejayan, Kamis (18/11).

Hari mengungkapkan, banyak pengendara dari dua ruas jalan itu saling menyeberang saat lampu hijau menyala. Kondisi tersebut menyebabkan banyak pengendara harus berhenti di tengah jalan menunggu pengendara dari arah berlawanan melintas. ‘’Jadi umpel-umpelan (penuh sesak, Red) di tengah jalan,’’ ujarnya.

Hari berharap, pengaturan traffic light dilakukan secara bergantian. Pun tidak dibatasi pada jam-jam tertentu. Apalagi jalan tersebut cukup padat dan menjadi perlintasan kendaraan besar. ‘’Dari arah selatan dan utara itu jalan kabupaten. Sedangkan barat dan timur jalan nasional yang lampu lalu lintasnya menyala bergantian,’’ ungkapnya.

Informasi di lapangan, kondisi berlangsung sejak lampu bangjo tersebut dipasang. Biasanya, pada pagi hari saat anak-anak sekolah berangkat, lampu disetel bergantian. Setelah jam-jam tersebut, lampu disetel menyala bersama-sama. ‘’Biasanya jam 09.00 ke atas nyalanya bareng-bareng,’’ imbuh warga setempat lainnya.

Kendati demikian, banyak pengendara yang nyelonong saat masuk jam setting traffic light menyala bergantian. Layaknya saat menyala bersama-sama. ‘’Jadi, kadang saat (lampu) hijaunya gantian, pengendara tidak menghiraukan,’’ tutur warga itu lagi.

Baca Juga :  Dua Tahun Surplus, Target Retribusi Parkir Pemkab Madiun Diturunkan

Kasi Prasarana Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun Devi Anggara menyebut sengaja mengatur traffic light seperti itu. Tujuannya, mengurangi kemacetan pada jalan nasional dari arah timur maupun barat. ‘’Agar yang dari arah jalan nasional tidak menunggu lama hingga terjadi kemacetan panjang,’’ jelasnya.

Menurut dia, dulu sempat diuji coba di-setting bergantian. Namun, kemacetan panjang justru terjadi di jalan nasional hingga Pasar Burung (arah timur). Karena itu, bangjo dari arah Jalan HA Salim dan Kelurahan Pandean disetel menyala bersamaan. ‘’Itu juga didasarkan pada volume kendaraan dan persimpangan jalan kabupaten dan nasional,’’ bebernya.

Hingga kini, lanjut Devi, setting tersebut masih berdasarkan jam normal sekolah sebelum pandemi Covid-19. Padahal, sejak pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, jam masuk dan pulang sekolah sudah berganti. ‘’Mulai jam 06.00 menyala bergantian. Setelah jam 09.00 ke atas bersamaan. Tapi, saat jam pulang sekolah bakal bergantian lagi. Itu karena volume kendaraan pada jam tersebut tinggi,’’ tuturnya. (tr1/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/