alexametrics
23.4 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Berpotensi Picu Laka Lantas, Dishub Kabupaten Madiun Matikan Timer Lampu Bangjo

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Keberadaan traffic light countdown timer (TLCT) atau penghitung waktu mundur lampu lalu lintas (lalin) di Kabupaten Madiun sering disalahgunakan pengendara. Karena itu, dinas perhubungan (dishub) setempat menonaktifkan tampilan angka di sejumlah lampu bangjo.

Sejatinya, sesuai fungsinya alat tersebut sebagai pemandu pengendara memperkirakan kapan harus berhenti dan berjalan. Fakta di lapangan, hitungan itu justru dimanfaatkan pengendara untuk curi start. ‘’Seharusnya pengendara lebih berhati-hati dengan adanya timer tersebut,’’ kata Sekdin Dishub Kabupaten Madiun Yohanes Santoso, Sabtu (19/3).

Menurut dia, TLCT justru memicu beberapa pelanggaran lalin. Saat lampu merah mendekati hijau dan hitungan mundur belum berakhir, pengendara memacu kendaraannya. Pun, sebaliknya. Saat hitungan mundur hijau ke merah, pengendara mempercepat laju kendaraan. ‘’Kondisi tersebut berpotensi dan bahkan sering menimbulkan kecelakaan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  27.629 Warga Kabupaten Madiun Belum Kantongi E-KTP

Berdasarkan hasil evaluasi beberapa kejadian tersebut, pihaknya menilai TLCT tidak lagi efektif. Kini hanya tersisa lampu bangjo yang masih diaktifkan timer-nya. Yakni, di jalan nasional kawasan Klitik. ‘’Ke depan akan dinonaktifkan dan diganti lampu lalu lintas baru tanpa timer,’’  beber Yohanes.

TLCT akan diganti penunjuk arah digital. Sehingga para pengendara dari luar daerah dapat mengetahui arah ke mana yang akan dituju. Ini dinilai lebih bermanfaat. Beberapa lampu bangjo pun saat ini sudah diganti dengan penunjuk arah tersebut. (tr2/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Keberadaan traffic light countdown timer (TLCT) atau penghitung waktu mundur lampu lalu lintas (lalin) di Kabupaten Madiun sering disalahgunakan pengendara. Karena itu, dinas perhubungan (dishub) setempat menonaktifkan tampilan angka di sejumlah lampu bangjo.

Sejatinya, sesuai fungsinya alat tersebut sebagai pemandu pengendara memperkirakan kapan harus berhenti dan berjalan. Fakta di lapangan, hitungan itu justru dimanfaatkan pengendara untuk curi start. ‘’Seharusnya pengendara lebih berhati-hati dengan adanya timer tersebut,’’ kata Sekdin Dishub Kabupaten Madiun Yohanes Santoso, Sabtu (19/3).

Menurut dia, TLCT justru memicu beberapa pelanggaran lalin. Saat lampu merah mendekati hijau dan hitungan mundur belum berakhir, pengendara memacu kendaraannya. Pun, sebaliknya. Saat hitungan mundur hijau ke merah, pengendara mempercepat laju kendaraan. ‘’Kondisi tersebut berpotensi dan bahkan sering menimbulkan kecelakaan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Rp 164 Juta BLT Migor di Kabupaten Madiun Belum Tersalurkan

Berdasarkan hasil evaluasi beberapa kejadian tersebut, pihaknya menilai TLCT tidak lagi efektif. Kini hanya tersisa lampu bangjo yang masih diaktifkan timer-nya. Yakni, di jalan nasional kawasan Klitik. ‘’Ke depan akan dinonaktifkan dan diganti lampu lalu lintas baru tanpa timer,’’  beber Yohanes.

TLCT akan diganti penunjuk arah digital. Sehingga para pengendara dari luar daerah dapat mengetahui arah ke mana yang akan dituju. Ini dinilai lebih bermanfaat. Beberapa lampu bangjo pun saat ini sudah diganti dengan penunjuk arah tersebut. (tr2/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/