alexametrics
24.1 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Tiongkok Minta Syarat Registrasi Lahan Porang

MEJAYAN, Jawa Pos  Radar Madiun – Aturan dalam tata niaga porang semakin ketat. Kini, tak semua komoditas umbi-umbian itu dapat diekspor ke Tiongkok. Ada sederet syarat yang mesti dipenuhi agar bisa dikirim ke Negeri Tirai Bambu. Salah satunya, registrasi lahan.

‘’Pemerintah Tiongkok yang mensyaratkan registrasi lahan porang itu,’’ kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Priyadi, Sabtu (19/3).

Priyadi menuturkan, sejauh ini hanya Tiongkok yang mengajukan permintaan registrasi lahan porang. Negara tujuan ekspor yang lain belum menentukan kebijakan tersebut. Registrasi untuk memastikan kualitas porang memenuhi standar negeri tersebut. Mulai perihal ketinggian lahan sampai bibit porang yang bakal diekspor. ‘’Ada 113 checklist pertanyaan sebagai penilaian untuk diverifikasi,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Doha Yuda Ismawan, Anak Muda Asal Madiun yang Sukses Ternak Kambing

Dia menyebutkan, dari total 5.815 hektare lahan porang di Kabupaten Madiun baru 185 hektare yang telah mendapat sertifikat registrasi itu per 1 Maret lalu. Luasan tersebut merupakan garapan 50-an petani. ‘’Total lahan porang di Kabupaten Madiun tahun ini sekitar enam ribu hektare,’’ ujarnya.

Priyadi mengatakan, para petani porang saat ini sedang mengajukan proses registrasi. Pengajuan tersebut bakal ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan oleh petugas disperta. ‘’Pengajuan dan hasil verifikasi itu akan kami ajukan ke provinsi,’’ tuturnya. (den/c1/isd/her)

Tentang Porang dan Perniagaannya

–  6.000 hektare total lahan porang tahun ini

–  185 hektare lahan teregistrasi

–  5.815 hektare belum teregistrasi

–  113 checklist pertanyaan dalam registrasi

–  Registrasi lahan diperlukan untuk keperluan ekspor ke Tiongkok

MEJAYAN, Jawa Pos  Radar Madiun – Aturan dalam tata niaga porang semakin ketat. Kini, tak semua komoditas umbi-umbian itu dapat diekspor ke Tiongkok. Ada sederet syarat yang mesti dipenuhi agar bisa dikirim ke Negeri Tirai Bambu. Salah satunya, registrasi lahan.

‘’Pemerintah Tiongkok yang mensyaratkan registrasi lahan porang itu,’’ kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Priyadi, Sabtu (19/3).

Priyadi menuturkan, sejauh ini hanya Tiongkok yang mengajukan permintaan registrasi lahan porang. Negara tujuan ekspor yang lain belum menentukan kebijakan tersebut. Registrasi untuk memastikan kualitas porang memenuhi standar negeri tersebut. Mulai perihal ketinggian lahan sampai bibit porang yang bakal diekspor. ‘’Ada 113 checklist pertanyaan sebagai penilaian untuk diverifikasi,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Warga Swadaya Buka Objek Wisata Bantaran Kanal Poyo

Dia menyebutkan, dari total 5.815 hektare lahan porang di Kabupaten Madiun baru 185 hektare yang telah mendapat sertifikat registrasi itu per 1 Maret lalu. Luasan tersebut merupakan garapan 50-an petani. ‘’Total lahan porang di Kabupaten Madiun tahun ini sekitar enam ribu hektare,’’ ujarnya.

Priyadi mengatakan, para petani porang saat ini sedang mengajukan proses registrasi. Pengajuan tersebut bakal ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan oleh petugas disperta. ‘’Pengajuan dan hasil verifikasi itu akan kami ajukan ke provinsi,’’ tuturnya. (den/c1/isd/her)

Tentang Porang dan Perniagaannya

–  6.000 hektare total lahan porang tahun ini

–  185 hektare lahan teregistrasi

–  5.815 hektare belum teregistrasi

–  113 checklist pertanyaan dalam registrasi

–  Registrasi lahan diperlukan untuk keperluan ekspor ke Tiongkok

Most Read

Artikel Terbaru

/