alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Koronanya Hewan, juga Perlu Isolasi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Keberadaan dokter hewan penting terkait mewabahnya PMK belakangan ini. Tugas berat mesti mereka dijalani.  Tak terkecuali para dokter hewan di Kabupaten Madiun. Apalagi, jumlahnya tak sebanding dengan kebutuhan. ‘’Di Kabupaten Madiun ada sekitar 10 dokter hewan. Baik praktisi maupun di dinas,’’ kata Bagus Yulianta, anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jatim V, Kamis (19/5).

Jumlah tersebut diklaim tidak ideal. Menurut dia, minimal satu dokter hewan di satu kecamatan. Sehingga, di kabupaten ini kekurangan lima dokter hewan dari kondisi normal. Kebutuhan bakal meningkat jika terjadi wabah penyakit, termasuk PMK. ‘’Meskipun belum ideal, dokter hewan yang ada harus kerja maksimal,’’ ujar Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun ini.

Bagus mengungkapkan, saat ini dokter hewan sibuk dengan edukasi ke masyarakat terkait PMK. Mulai gejala sampai langkah penanganan saat ada ternak terjangkit. Pun, antisipasi dan pencegahan yang dapat dilakukan. ‘’PMK itu tidak menular ke manusia. Bisa dibilang koronanya hewan ternak ini, karena juga perlu isolasi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Perluas Sasaran Pajak Bumi dan Bangunan

Bagus menjelaskan, manusia bisa menjadi semacam penyalur PMK dari satu hewan yang telah terjangkit ke hewan yang lain. Tapi, dia menggarisbawahi PMK tidak memunculkan gejala klinis apa pun bagi manusia. ‘’Masyarakat jangan mendekat atau melihat ternak milik tetangga atau orang di sekitar yang kena atau sekadar menunjukkan ciri-ciri PMK. Karena, manusia bisa menjadi penyalur,’’ bebernya sembari menyebut baik dari PDHI maupun kedinasan tindakan terkait PMK rohnya sama, yakni untuk mengantisipasi dan pencegahan penularan. (den/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Keberadaan dokter hewan penting terkait mewabahnya PMK belakangan ini. Tugas berat mesti mereka dijalani.  Tak terkecuali para dokter hewan di Kabupaten Madiun. Apalagi, jumlahnya tak sebanding dengan kebutuhan. ‘’Di Kabupaten Madiun ada sekitar 10 dokter hewan. Baik praktisi maupun di dinas,’’ kata Bagus Yulianta, anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jatim V, Kamis (19/5).

Jumlah tersebut diklaim tidak ideal. Menurut dia, minimal satu dokter hewan di satu kecamatan. Sehingga, di kabupaten ini kekurangan lima dokter hewan dari kondisi normal. Kebutuhan bakal meningkat jika terjadi wabah penyakit, termasuk PMK. ‘’Meskipun belum ideal, dokter hewan yang ada harus kerja maksimal,’’ ujar Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun ini.

Bagus mengungkapkan, saat ini dokter hewan sibuk dengan edukasi ke masyarakat terkait PMK. Mulai gejala sampai langkah penanganan saat ada ternak terjangkit. Pun, antisipasi dan pencegahan yang dapat dilakukan. ‘’PMK itu tidak menular ke manusia. Bisa dibilang koronanya hewan ternak ini, karena juga perlu isolasi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Perluas Sasaran Pajak Bumi dan Bangunan

Bagus menjelaskan, manusia bisa menjadi semacam penyalur PMK dari satu hewan yang telah terjangkit ke hewan yang lain. Tapi, dia menggarisbawahi PMK tidak memunculkan gejala klinis apa pun bagi manusia. ‘’Masyarakat jangan mendekat atau melihat ternak milik tetangga atau orang di sekitar yang kena atau sekadar menunjukkan ciri-ciri PMK. Karena, manusia bisa menjadi penyalur,’’ bebernya sembari menyebut baik dari PDHI maupun kedinasan tindakan terkait PMK rohnya sama, yakni untuk mengantisipasi dan pencegahan penularan. (den/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/