alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

500 Petani Tebu di Madiun Diperiksa Kejaksaan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun terus menggelinding. Terkini, kejaksaan negeri (kejari) setempat tengah mengulik informasi dari ratusan petani tebu. ‘’Pemeriksaan ini untuk menghitung kerugian negara,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Madiun Purning Dahono Putro, Jumat (19/8).

Purning menyebutkan, lebih dari 500 petani tebu bakal dimintai keterangan. Mereka tergabung di 50 kelompok tani tebu. Tersebar di berbagai wilayah kabupaten ini. ‘’Sudah dimulai, beberapa kelompok telah kami periksa,’’ ujarnya.

Kecamatan Sawahan menjadi wilayah pertama bidikan kejari. Sebab, terdapat sembilan kelompok tani tebu di kecamatan tersebut. Tergolong banyak ketimbang kecamatan lain. ‘’Dari sembilan kelompok itu, enam sudah kami periksa. Selebihnya dan yang di wilayah lain akan dilakukan bertahap,’’ terangnya.

Baca Juga :  Kasus Penggelapan HP Berakhir Restorative Justice

Pemeriksaan bakal dilakukan dari satu kecamatan ke kecamatan lain. Namun, tidak menyasar seluruh kecamatan di kabupaten ini. ‘’Yang tidak ada (petani tebu) itu Kare dan Dagangan,’’ ungkapnya.

Masuknya petani tebu dalam pusaran kasus ini menyusul pemeriksaan dua pabrik gula (PG) di Madiun yang telah dilakukan Juni lalu. Pun, pemeriksaan pihak produsen, distributor, kios, petani, sampai sejumlah pegawai pemkab dari sejumlah dinas terkait. ‘’Kami kroscek distribusi pupuk bersubsidi yang diterima petani tebu,’’ sebut Purning.

Diketahui, penyelidikan kasus ini telah dimulai sejak awal 2022. Ratusan nama dari berbagai kalangan telah diperiksa. Naga-naganya, pengusutan bakal segera naik tingkat ke tahap berikutnya setelah pemeriksaan petani tebu selesai. Yakni, penetapan tersangka. ‘’Sabar, tahapan sesuai prosedur dulu, baru itu (penetapan tersangka, Red) kemudian,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun terus menggelinding. Terkini, kejaksaan negeri (kejari) setempat tengah mengulik informasi dari ratusan petani tebu. ‘’Pemeriksaan ini untuk menghitung kerugian negara,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Madiun Purning Dahono Putro, Jumat (19/8).

Purning menyebutkan, lebih dari 500 petani tebu bakal dimintai keterangan. Mereka tergabung di 50 kelompok tani tebu. Tersebar di berbagai wilayah kabupaten ini. ‘’Sudah dimulai, beberapa kelompok telah kami periksa,’’ ujarnya.

Kecamatan Sawahan menjadi wilayah pertama bidikan kejari. Sebab, terdapat sembilan kelompok tani tebu di kecamatan tersebut. Tergolong banyak ketimbang kecamatan lain. ‘’Dari sembilan kelompok itu, enam sudah kami periksa. Selebihnya dan yang di wilayah lain akan dilakukan bertahap,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pupuk Subsidi Kurang, Petani di Madiun Beralih ke Kotoran Sapi

Pemeriksaan bakal dilakukan dari satu kecamatan ke kecamatan lain. Namun, tidak menyasar seluruh kecamatan di kabupaten ini. ‘’Yang tidak ada (petani tebu) itu Kare dan Dagangan,’’ ungkapnya.

Masuknya petani tebu dalam pusaran kasus ini menyusul pemeriksaan dua pabrik gula (PG) di Madiun yang telah dilakukan Juni lalu. Pun, pemeriksaan pihak produsen, distributor, kios, petani, sampai sejumlah pegawai pemkab dari sejumlah dinas terkait. ‘’Kami kroscek distribusi pupuk bersubsidi yang diterima petani tebu,’’ sebut Purning.

Diketahui, penyelidikan kasus ini telah dimulai sejak awal 2022. Ratusan nama dari berbagai kalangan telah diperiksa. Naga-naganya, pengusutan bakal segera naik tingkat ke tahap berikutnya setelah pemeriksaan petani tebu selesai. Yakni, penetapan tersangka. ‘’Sabar, tahapan sesuai prosedur dulu, baru itu (penetapan tersangka, Red) kemudian,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/