alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Seorang Bayi di Kabupaten Madiun Meninggal Positif Covid-19

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ini peringatan bahwa virus korona masih ada. Angka kematian akibat paparan Covid-19 di Kabupaten Madiun bertambah lagi. Kali ini, kasusnya di Kecamatan Jiwan. ‘’Yang meninggal karena Covid-19 masih bayi, dua tahun, warga Desa Bribik,’’ kata Camat Jiwan Imam Nurwedi kemarin (18/8).

Imam mengungkapkan, bayi berinisial VA tersebut juga menderita kelainan. Itu ditandai belum bisa duduk kendati sudah berusia dua tahun. Bayi menjalani semacam terapi di RSUD dr Soedono Madiun. Belakangan, VA sakit. Orang tua memeriksakannya ke bidan praktik. ‘’Karena belum sembuh, kemudian dibawa ke RS Sogaten (RSUD Kota Madiun, Red),’’ terangnya.

Pihak rumah sakit di daerah tetangga itu menerapkan prosedur Covid-19 kepada VA sebelum memberikan perawatan medis. Hasil pemeriksaan, VA dinyatakan positif Covid-19. Pada Selasa (16/8) lalu, VA meninggal dunia dalam perawatan. ‘’Dimakamkan dengan prosedur Covid-19 pas malam 17-an kemarin,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Rencana Tambah Sekolah untuk PTM

Data VA sebagai korban meninggal akibat korona baru masuk update Covid-19 Kabupaten Madiun kemarin (18/8). Dengan tambahan tersebut, kini angka kematian mencapai 715 kasus. Menyusul dua kasus kematian lain selama tiga pekan terakhir. ‘’Untuk Kecamatan Jiwan, total yang meninggal 55 kasus. Tertinggi Kecamatan Geger dengan 104 kasus,’’ kata Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Madiun Mashudi.

Pandemi Covid-19 belum benar-benar berakhir. Kurva korona beberapa pekan terakhir kembali merangkak naik. Nyaris setiap hari terdapat penambahan kasus baru. ‘’Sesuai data, hari ini (kemarin, Red) ada empat positif baru. Total positif aktif saat ini enam kasus,’’ ungkap Mashudi.

Sejak virus korona mewabah, belasan ribu warga Kabupaten Madiun terjangkit. Sebagian besar sembuh. Beberapa di antaranya tumbang. ‘’Secara global, terdapat 11.122 kasus positif, 10.401 sembuh, dan 715 meninggal dunia,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ini peringatan bahwa virus korona masih ada. Angka kematian akibat paparan Covid-19 di Kabupaten Madiun bertambah lagi. Kali ini, kasusnya di Kecamatan Jiwan. ‘’Yang meninggal karena Covid-19 masih bayi, dua tahun, warga Desa Bribik,’’ kata Camat Jiwan Imam Nurwedi kemarin (18/8).

Imam mengungkapkan, bayi berinisial VA tersebut juga menderita kelainan. Itu ditandai belum bisa duduk kendati sudah berusia dua tahun. Bayi menjalani semacam terapi di RSUD dr Soedono Madiun. Belakangan, VA sakit. Orang tua memeriksakannya ke bidan praktik. ‘’Karena belum sembuh, kemudian dibawa ke RS Sogaten (RSUD Kota Madiun, Red),’’ terangnya.

Pihak rumah sakit di daerah tetangga itu menerapkan prosedur Covid-19 kepada VA sebelum memberikan perawatan medis. Hasil pemeriksaan, VA dinyatakan positif Covid-19. Pada Selasa (16/8) lalu, VA meninggal dunia dalam perawatan. ‘’Dimakamkan dengan prosedur Covid-19 pas malam 17-an kemarin,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19 Mereda, Pemkab Madiun Berharap Lapangan Kerja Kembali Terbuka

Data VA sebagai korban meninggal akibat korona baru masuk update Covid-19 Kabupaten Madiun kemarin (18/8). Dengan tambahan tersebut, kini angka kematian mencapai 715 kasus. Menyusul dua kasus kematian lain selama tiga pekan terakhir. ‘’Untuk Kecamatan Jiwan, total yang meninggal 55 kasus. Tertinggi Kecamatan Geger dengan 104 kasus,’’ kata Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Madiun Mashudi.

Pandemi Covid-19 belum benar-benar berakhir. Kurva korona beberapa pekan terakhir kembali merangkak naik. Nyaris setiap hari terdapat penambahan kasus baru. ‘’Sesuai data, hari ini (kemarin, Red) ada empat positif baru. Total positif aktif saat ini enam kasus,’’ ungkap Mashudi.

Sejak virus korona mewabah, belasan ribu warga Kabupaten Madiun terjangkit. Sebagian besar sembuh. Beberapa di antaranya tumbang. ‘’Secara global, terdapat 11.122 kasus positif, 10.401 sembuh, dan 715 meninggal dunia,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/