alexametrics
25.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Omicron Masuk Madiun, Kadindik: PTM 100 Persen Jalan Terus

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Kabupaten Madiun jalan terus. Dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) setempat mengklaim tak ada masalah buntut munculnya kasus Omicron di kabupaten ini. ‘’PTM 100 persen berjalan baik,’’ kata Kepala Dikbud Kabupaten Madiun Siti Zubaidah, Kamis (20/1/2022).

Seluruh satuan pendidikan, mulai jenjang TK/PAUD, SD, hingga SMP, melaksanakan full PTM sejak Senin lalu (10/1). Sementara, seorang warga Kecamatan Dagangan dirawat di RSUD Dolopo sejak Jumat (7/1) lantaran positif terpapar varian baru Covid-19 tersebut. Namun, Siti menegaskan tidak ada kasus korona di seluruh sekolah di bawah naungan dikbud. ‘’Sejumlah sekolah di kecamatan itu tetap melaksanakan PTM 100 persen sesuai ketentuan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Gara-gara Cabai, Inflasi Kota Madiun Tertinggi Keempat se-Jatim

Siti menjelaskan, full PTM dilaksanakan dengan ketentuan ketat. Mulai sarana-prasarana protokol kesehatan (prokes) sampai edukasi terkait pandemi kepada siswa. Selain itu, ada ketentuan untuk lembaga pendidikan jika ditemukan kasus korona di sekolah. Seperti intens koordinasi dan komunikasi dengan satgas Covid-19 desa maupun kecamatan. Agar tindakan penanganan dapat dilakukan dengan cepat. ‘’Kalau ada kasus, PJJ (pembelajaran jarak jauh, Red) diberlakukan di sekolah bersangkutan. Tapi, sampai saat ini tidak ada yang seperti itu,’’ ungkapnya. (den/c1/sat/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Kabupaten Madiun jalan terus. Dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) setempat mengklaim tak ada masalah buntut munculnya kasus Omicron di kabupaten ini. ‘’PTM 100 persen berjalan baik,’’ kata Kepala Dikbud Kabupaten Madiun Siti Zubaidah, Kamis (20/1/2022).

Seluruh satuan pendidikan, mulai jenjang TK/PAUD, SD, hingga SMP, melaksanakan full PTM sejak Senin lalu (10/1). Sementara, seorang warga Kecamatan Dagangan dirawat di RSUD Dolopo sejak Jumat (7/1) lantaran positif terpapar varian baru Covid-19 tersebut. Namun, Siti menegaskan tidak ada kasus korona di seluruh sekolah di bawah naungan dikbud. ‘’Sejumlah sekolah di kecamatan itu tetap melaksanakan PTM 100 persen sesuai ketentuan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dilalap Api, Puluhan Kayu Jati Jadi Arang

Siti menjelaskan, full PTM dilaksanakan dengan ketentuan ketat. Mulai sarana-prasarana protokol kesehatan (prokes) sampai edukasi terkait pandemi kepada siswa. Selain itu, ada ketentuan untuk lembaga pendidikan jika ditemukan kasus korona di sekolah. Seperti intens koordinasi dan komunikasi dengan satgas Covid-19 desa maupun kecamatan. Agar tindakan penanganan dapat dilakukan dengan cepat. ‘’Kalau ada kasus, PJJ (pembelajaran jarak jauh, Red) diberlakukan di sekolah bersangkutan. Tapi, sampai saat ini tidak ada yang seperti itu,’’ ungkapnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/