alexametrics
24.1 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

21 Pelajar Terjaring Operasi

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Entah sang anak yang membandel atau lemah pengawasan di rumah. Sebanyak 21 pelajar SMP dan SMK di Kabupaten Madiun dipergoki asyik nongkrong oleh petugas satpol PP Kamis pagi (19/3). Padahal masih jam pelajaran daring. Pemberlakuan kebijakan jaga jarak karena wabah korona di tanah air. ‘’Kami pergoki di dua lokasi,’’ kata Kasi Operasional dan Pengendalian (Opsdal) Satpol PP Kabupaten Madiun Dodi Setiawan.

Sembilan personel satpol PP melakukan patroli penertiban pelajar mulai pukul 10.00. Korps penegak perda menyisir sejumlah lokasi yang diyakini menjadi tempat nongkrong pelajar. Di antaranya, GOR Pangeran Timoer, lahan di belakang Stasiun Caruban, angkringan belakang Polsek Mejayan, dan warung sebelah utara perlintasan kereta api Wonoasri. Petugas mendapati sembilan siswa di belakang Polsek Mejayan dan 12 siswa di kawasan GOR. Mereka bergerombol mengenakan pakaian kasual.

Baca Juga :  8 Perjalanan Kereta Api Dibuka Hari Ini

Dodi menyebut, puluhan pelajar itu tidak dibawa ke mako satpol PP. Pihaknya masih bermurah hati dengan sekadar memberikan pembinaan di lokasi. ‘’Tapi, itu peringatan pertama dan terakhir. Kalau ketahuan mengulangi akan dibawa ke mako. Identitasnya sudah kami catat,’’ paparnya.

Menurut dia, siswa nekat nongkrong bukan semata kesalahan sang anak. Semestinya pemilik tempat nongkrong juga berani untuk menolak ketika dikunjungi. ‘’Selanjutnya patroli dan operasi akan dirutinkan,’’ tegasnya. (den/c1/cor)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Entah sang anak yang membandel atau lemah pengawasan di rumah. Sebanyak 21 pelajar SMP dan SMK di Kabupaten Madiun dipergoki asyik nongkrong oleh petugas satpol PP Kamis pagi (19/3). Padahal masih jam pelajaran daring. Pemberlakuan kebijakan jaga jarak karena wabah korona di tanah air. ‘’Kami pergoki di dua lokasi,’’ kata Kasi Operasional dan Pengendalian (Opsdal) Satpol PP Kabupaten Madiun Dodi Setiawan.

Sembilan personel satpol PP melakukan patroli penertiban pelajar mulai pukul 10.00. Korps penegak perda menyisir sejumlah lokasi yang diyakini menjadi tempat nongkrong pelajar. Di antaranya, GOR Pangeran Timoer, lahan di belakang Stasiun Caruban, angkringan belakang Polsek Mejayan, dan warung sebelah utara perlintasan kereta api Wonoasri. Petugas mendapati sembilan siswa di belakang Polsek Mejayan dan 12 siswa di kawasan GOR. Mereka bergerombol mengenakan pakaian kasual.

Baca Juga :  Regulasi Pertamini yang Dinanti-nanti

Dodi menyebut, puluhan pelajar itu tidak dibawa ke mako satpol PP. Pihaknya masih bermurah hati dengan sekadar memberikan pembinaan di lokasi. ‘’Tapi, itu peringatan pertama dan terakhir. Kalau ketahuan mengulangi akan dibawa ke mako. Identitasnya sudah kami catat,’’ paparnya.

Menurut dia, siswa nekat nongkrong bukan semata kesalahan sang anak. Semestinya pemilik tempat nongkrong juga berani untuk menolak ketika dikunjungi. ‘’Selanjutnya patroli dan operasi akan dirutinkan,’’ tegasnya. (den/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/