alexametrics
31 C
Madiun
Thursday, May 12, 2022

Pelaku Perampokan Juragan Gabah di Madiun Beraksi Telanjang Muka

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Polisi masih memburu komplotan perampok sadis nasabah bank warga Desa Bajulan, Saradan. Ya, aksi mereka mengakibatkan tiga jari Slamet Priyadi putus kena sabetan senjata tajam lantaran melakukan perlawanan saat dirampok.

Kasatreskrim Polres Madiun AKP Ryan Wira Raja Pratama mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai tindakan terkait aksi perampokan itu. Dari tempat kejadian perkara (TKP), didapatkan sejumlah barang bukti seperti pakaian korban dan nota penarikan uang dari bank.

Polisi juga telah meminta keterangan korban maupun beberapa saksi yang mengetahui kejadian itu. ‘’Korban sempat melihat (wajah, Red) pelaku karena tidak memakai penutup,’’ kata Raja, Rabu (20/4).

Dari rekaman closed-circuit television (CCTV) diketahui bahwa komplotan perampok itu berjumlah empat orang. Saat beraksi, mereka mengendarai dua motor bebek dan membawa senjata tajam sejenis parang. ‘’Kami mengecek petunjuk yang ada, baik CCTV di sekitar lokasi kejadian maupun beberapa titik yang diduga merekam aksi itu,’’ jelasnya.

Raja tidak menampik kemungkinan aksi perampokan di wilayah hukumnya tersebut melibatkan orang di sekitar korban. Itu berdasarkan eksekusi kriminal yang terkesan telah terencana. Pun, menyasar target nasabah bank yang baru saja mengambil uang ratusan juta rupiah. ‘’Berbagai hal patut dicurigai. Tapi, bagaimanapun, semua akan gamblang setelah pelaku barhasil kami tangkap,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tren Kasus Covid-19 Menurun, Madrasah di Madiun Tambah Siswa Peserta PTM

Terpisah, Kepala Desa Bajulan Hari Purnomo menyebutkan bahwa Slamet merupakan pengusaha besar. Korban yang kini dirawat di Solo itu dikenal sebagai bos jual-beli padi. Sekali transaksi, duit yang berputar tembus ratusan juta rupiah. ‘’Hubungan dengan tetangga baik, cuma jarang komunikasi karena sering keluar cari padi,’’ sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, insiden berdarah yang menimpa Slamet terjadi pada Senin (18/4) lalu. Informasi yang dihimpun, korban mengambil uang di bank bersama sopir. Sesampai di rumah, tiba-tiba empat orang mengendarai dua motor yang diduga sudah membuntutinya sejak dari bank menyergap Slamet.

Semula Slamet berupaya mempertahankan uang cash senilai Rp 280 juta yang baru diambil dari bank. Namun, hal itu membuat kawanan perampok bertindak brutal. Mereka menyabetkan senjata tajam ke tangan kiri korban hingga terluka parah. (den/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Polisi masih memburu komplotan perampok sadis nasabah bank warga Desa Bajulan, Saradan. Ya, aksi mereka mengakibatkan tiga jari Slamet Priyadi putus kena sabetan senjata tajam lantaran melakukan perlawanan saat dirampok.

Kasatreskrim Polres Madiun AKP Ryan Wira Raja Pratama mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai tindakan terkait aksi perampokan itu. Dari tempat kejadian perkara (TKP), didapatkan sejumlah barang bukti seperti pakaian korban dan nota penarikan uang dari bank.

Polisi juga telah meminta keterangan korban maupun beberapa saksi yang mengetahui kejadian itu. ‘’Korban sempat melihat (wajah, Red) pelaku karena tidak memakai penutup,’’ kata Raja, Rabu (20/4).

Dari rekaman closed-circuit television (CCTV) diketahui bahwa komplotan perampok itu berjumlah empat orang. Saat beraksi, mereka mengendarai dua motor bebek dan membawa senjata tajam sejenis parang. ‘’Kami mengecek petunjuk yang ada, baik CCTV di sekitar lokasi kejadian maupun beberapa titik yang diduga merekam aksi itu,’’ jelasnya.

Raja tidak menampik kemungkinan aksi perampokan di wilayah hukumnya tersebut melibatkan orang di sekitar korban. Itu berdasarkan eksekusi kriminal yang terkesan telah terencana. Pun, menyasar target nasabah bank yang baru saja mengambil uang ratusan juta rupiah. ‘’Berbagai hal patut dicurigai. Tapi, bagaimanapun, semua akan gamblang setelah pelaku barhasil kami tangkap,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Berpotensi Picu Laka Lantas, Dishub Kabupaten Madiun Matikan Timer Lampu Bangjo

Terpisah, Kepala Desa Bajulan Hari Purnomo menyebutkan bahwa Slamet merupakan pengusaha besar. Korban yang kini dirawat di Solo itu dikenal sebagai bos jual-beli padi. Sekali transaksi, duit yang berputar tembus ratusan juta rupiah. ‘’Hubungan dengan tetangga baik, cuma jarang komunikasi karena sering keluar cari padi,’’ sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, insiden berdarah yang menimpa Slamet terjadi pada Senin (18/4) lalu. Informasi yang dihimpun, korban mengambil uang di bank bersama sopir. Sesampai di rumah, tiba-tiba empat orang mengendarai dua motor yang diduga sudah membuntutinya sejak dari bank menyergap Slamet.

Semula Slamet berupaya mempertahankan uang cash senilai Rp 280 juta yang baru diambil dari bank. Namun, hal itu membuat kawanan perampok bertindak brutal. Mereka menyabetkan senjata tajam ke tangan kiri korban hingga terluka parah. (den/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/