alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Silpa Pemkab Madiun ahun 2021 Tembus Rp 298 Miliar

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan miliar rupiah duit daerah nganggur. Itu adalah sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) APBD Kabupaten Madiun 2021. ‘’Ada tiga sektor utama yang akan dimaksimalkan untuk mengurangi silpa,’’ kata Wakil Bupati Madiun (Wabup) Hari  Wuryanto, Senin (20/6).

Silpa tahun lalu mencapai Rp 298 miliar. Itu merupakan selisih pendapatan global Rp 1,9 triliun dan belanja Rp 1,8 triliun. Penerimaan dan pengeluaran yang tidak seimbang memunculkan silpa. ‘’Karena pandemi, ada kebutuhan tidak terduga. Ke depan akan kami optimalkan supaya silpa tidak tinggi,’’ ungkap Hariwur, sapaan Wabup.

Berbagai upaya bakal dilakukan untuk meminimalkan silpa. Tiga sektor dasar jadi target. Yakni, pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Hariwur yakin, dengan optimalisasi tiga sektor itu besaran silpa dapat ditekan. ‘’Tiga sektor itu yang utama,’’ ujarnya.

Pemkab bakal menggenjot sektor pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Namun demikian, lanjut Hariwur, pengoptimalan juga harus terukur. Sebab, penggunaan anggaran di masa pandemi perlu kehati-hatian. ‘’Dengan begitu, diharapkan ke depan bisa settle kembali karena kontraksi ekonomi yang luar biasa akibat pandemi,’’ tuturnya.

Diketahui, silpa tahun lalu bakal dimanfaatkan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini. Dalam waktu dekat, eksekutif dan legislatif segera menggodok pemanfaatan silpa Rp 298 miliar tersebut.

Baca Juga :  Budidaya Lebah Klanceng Terbantu Populasi Bunga Air Mata Pengantin

Sementara itu, wakil rakyat meminta pemkab serius menyelaraskan perencanaan dengan realisasi pelaksanaan anggaran. ‘’Jangan sampai terjadi silpa sebanyak  itu,’’ kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Slamet Rijadi.

Sebab, menurut dia, anggaran tersisa itu bukti pembangunan tidak maksimal. Berbagai pekerjaan meleset dari perencanaan. ‘’Kami mendorong eksekutif mengoptimalkan pembangunan harus benar-benar sesuai perencanaan,’’ tuturnya.

Namun, Slamet memandang faktor pandemi Covid-19 yang memorak-porandakan berbagai sektor sangat berpengaruh. ‘’Pembangunan memang kurang maksimal, tapi Covid-19 juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Misal, suatu pekerjaan sudah dianggarkan, tapi belum bisa dilaksanakan,’’ ujarnya.

Pekan lalu, Bupati Madiun Ahmad Dawami menyampaikan nota laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2021 dalam sidang paripurna di DPRD setempat. Terkait silpa, Slamet mengungkapkan bahwa semua komisi di dewan bakal memelototinya. ‘’Baik silpa yang menyimpang dari perencanaan maupun memang karena penghematan, akan dibahas secara detail di komisi bersama mitra terkait. Agendanya, Juli nanti sudah PAK,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan miliar rupiah duit daerah nganggur. Itu adalah sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) APBD Kabupaten Madiun 2021. ‘’Ada tiga sektor utama yang akan dimaksimalkan untuk mengurangi silpa,’’ kata Wakil Bupati Madiun (Wabup) Hari  Wuryanto, Senin (20/6).

Silpa tahun lalu mencapai Rp 298 miliar. Itu merupakan selisih pendapatan global Rp 1,9 triliun dan belanja Rp 1,8 triliun. Penerimaan dan pengeluaran yang tidak seimbang memunculkan silpa. ‘’Karena pandemi, ada kebutuhan tidak terduga. Ke depan akan kami optimalkan supaya silpa tidak tinggi,’’ ungkap Hariwur, sapaan Wabup.

Berbagai upaya bakal dilakukan untuk meminimalkan silpa. Tiga sektor dasar jadi target. Yakni, pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Hariwur yakin, dengan optimalisasi tiga sektor itu besaran silpa dapat ditekan. ‘’Tiga sektor itu yang utama,’’ ujarnya.

Pemkab bakal menggenjot sektor pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Namun demikian, lanjut Hariwur, pengoptimalan juga harus terukur. Sebab, penggunaan anggaran di masa pandemi perlu kehati-hatian. ‘’Dengan begitu, diharapkan ke depan bisa settle kembali karena kontraksi ekonomi yang luar biasa akibat pandemi,’’ tuturnya.

Diketahui, silpa tahun lalu bakal dimanfaatkan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini. Dalam waktu dekat, eksekutif dan legislatif segera menggodok pemanfaatan silpa Rp 298 miliar tersebut.

Baca Juga :  Migor Curah Masih Langka di Pasaran

Sementara itu, wakil rakyat meminta pemkab serius menyelaraskan perencanaan dengan realisasi pelaksanaan anggaran. ‘’Jangan sampai terjadi silpa sebanyak  itu,’’ kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Slamet Rijadi.

Sebab, menurut dia, anggaran tersisa itu bukti pembangunan tidak maksimal. Berbagai pekerjaan meleset dari perencanaan. ‘’Kami mendorong eksekutif mengoptimalkan pembangunan harus benar-benar sesuai perencanaan,’’ tuturnya.

Namun, Slamet memandang faktor pandemi Covid-19 yang memorak-porandakan berbagai sektor sangat berpengaruh. ‘’Pembangunan memang kurang maksimal, tapi Covid-19 juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Misal, suatu pekerjaan sudah dianggarkan, tapi belum bisa dilaksanakan,’’ ujarnya.

Pekan lalu, Bupati Madiun Ahmad Dawami menyampaikan nota laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2021 dalam sidang paripurna di DPRD setempat. Terkait silpa, Slamet mengungkapkan bahwa semua komisi di dewan bakal memelototinya. ‘’Baik silpa yang menyimpang dari perencanaan maupun memang karena penghematan, akan dibahas secara detail di komisi bersama mitra terkait. Agendanya, Juli nanti sudah PAK,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru