alexametrics
24.5 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Harga Kedelai Naik, Tahu Mengkeret

GEGER, Jawa Pos Radar Madiun – Masyarakat sedang dibikin susah dengan kelangkaan minyak goreng. Kini, bertambah sulit untuk sekadar menikmati tahu dan tempe. Sebab, harga kedelai, bahan baku makanan rakyat itu, juga ikut-ikutan meroket.

Produsen tahu pandai berhitung agar roda produksi tetap berputar. Salah satu caranya, mengurangi ukuran. ‘’Harga kedelai per kilogram sekarang Rp 10.800, sebelumnya Rp 7.000-Rp 8.000,’’ kata Suparno, mandor pabrik tahu di Desa Kertobanyon, Geger, kemarin (20/2).

Produksi harian biasanya menghabiskan belasan kuintal kedelai. Sementara harga jual berbanding terbalik dengan biaya produksi sejak beberapa hari terakhir. ‘’Biasanya ketebalan tahu saat produksi lima sentimeter, sekarang jadi tiga atau empat sentimeter,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  LebarPerajin Madumongso Kewalahan Layani Pesanan Lebaran

Tentu saja, pilihan me-mengkeret-kan ukuran itu berisiko. Omelan pedagang yang dipasok menjadi biasa dalam kondisi seperti saat ini. ‘’Setidaknya pabrik tetap produksi dan belasan pekerja bisa terus bekerja,’’ ungkap Suparno sembari berharap harga kedelai kembali normal. (den/c1/sat)

GEGER, Jawa Pos Radar Madiun – Masyarakat sedang dibikin susah dengan kelangkaan minyak goreng. Kini, bertambah sulit untuk sekadar menikmati tahu dan tempe. Sebab, harga kedelai, bahan baku makanan rakyat itu, juga ikut-ikutan meroket.

Produsen tahu pandai berhitung agar roda produksi tetap berputar. Salah satu caranya, mengurangi ukuran. ‘’Harga kedelai per kilogram sekarang Rp 10.800, sebelumnya Rp 7.000-Rp 8.000,’’ kata Suparno, mandor pabrik tahu di Desa Kertobanyon, Geger, kemarin (20/2).

Produksi harian biasanya menghabiskan belasan kuintal kedelai. Sementara harga jual berbanding terbalik dengan biaya produksi sejak beberapa hari terakhir. ‘’Biasanya ketebalan tahu saat produksi lima sentimeter, sekarang jadi tiga atau empat sentimeter,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  LebarPerajin Madumongso Kewalahan Layani Pesanan Lebaran

Tentu saja, pilihan me-mengkeret-kan ukuran itu berisiko. Omelan pedagang yang dipasok menjadi biasa dalam kondisi seperti saat ini. ‘’Setidaknya pabrik tetap produksi dan belasan pekerja bisa terus bekerja,’’ ungkap Suparno sembari berharap harga kedelai kembali normal. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/