alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Sepuluh SMAN di Kabupaten Madiun Sepakat Tatap Muka Penuh

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Lain cerita dengan SMAN. Jenjang pendidikan itu tidak menyikapi kemunculan Omicron dengan mengurangi kapasitas PTM. Tindak lanjut khusus hanya diterapkan saat ditemukan kasus Covid-19 di sekolah. ‘’Kami dan teman-teman kepala SMAN sepakat PTM (pembelajaran tatap muka) 100 persen,’’ kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala (MKK) SMAN Kabupaten Madiun Imron Rosidi, Senin (21/3).

Imron mengklaim bahwa SMAN diperbolehkan melaksanakan PTM 100 persen kendati PPKM daerah setempat masih level 2 dan ada opsi PTM 50 persen. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, 10 SMAN memilih melaksanakan PTM penuh. ‘’Pendidikan penting, kesehatan juga penting. Maka, MKK SMAN setuju tetap PTM 100 persen dengan syarat prokes (protokol kesehatan) yang ketat,’’ ujarnya.

Dia mengatakan, prokes di SMAN dalam PTM 100 persen tidak berbeda dengan penerapan secara umum. Mulai penyediaan hand sanitizer, tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu, sampai pengaturan jarak. Namun, ada beberapa poin penekanan untuk mencegah penularan Covid-19 di sekolah. Salah satunya wajib mengenakan masker saat kegiatan belajar-mengajar (KBM). ‘’Siswa diminta tidak saling pinjam perlengkapan belajar di kelas. Tiap guru juga dibekali peralatan mengajar sendiri seperti spidol dan lainnya,’’ tutur kepala SMAN 1 Nglames itu.

Baca Juga :  Jantung Kambuh, Tewas saat Cari Rumput

Pengetatan prokes dengan sejumlah poin itu bukan tanpa celah. Sejak kesepakatan MKK SMAN untuk tetap menggelar PTM, beberapa kasus Covid-19 ditemukan di lingkup jenjang pendidikan tersebut. Di antaranya, di SMAN 1 Mejayan dan SMAN 1 Nglames. ‘’Saat ada kasus, tindak lanjut cepat dilakukan agar tidak menular ke warga sekolah yang lain. PTM tetap lanjut,’’ tegasnya. (den/c1/isd/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Lain cerita dengan SMAN. Jenjang pendidikan itu tidak menyikapi kemunculan Omicron dengan mengurangi kapasitas PTM. Tindak lanjut khusus hanya diterapkan saat ditemukan kasus Covid-19 di sekolah. ‘’Kami dan teman-teman kepala SMAN sepakat PTM (pembelajaran tatap muka) 100 persen,’’ kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala (MKK) SMAN Kabupaten Madiun Imron Rosidi, Senin (21/3).

Imron mengklaim bahwa SMAN diperbolehkan melaksanakan PTM 100 persen kendati PPKM daerah setempat masih level 2 dan ada opsi PTM 50 persen. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, 10 SMAN memilih melaksanakan PTM penuh. ‘’Pendidikan penting, kesehatan juga penting. Maka, MKK SMAN setuju tetap PTM 100 persen dengan syarat prokes (protokol kesehatan) yang ketat,’’ ujarnya.

Dia mengatakan, prokes di SMAN dalam PTM 100 persen tidak berbeda dengan penerapan secara umum. Mulai penyediaan hand sanitizer, tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu, sampai pengaturan jarak. Namun, ada beberapa poin penekanan untuk mencegah penularan Covid-19 di sekolah. Salah satunya wajib mengenakan masker saat kegiatan belajar-mengajar (KBM). ‘’Siswa diminta tidak saling pinjam perlengkapan belajar di kelas. Tiap guru juga dibekali peralatan mengajar sendiri seperti spidol dan lainnya,’’ tutur kepala SMAN 1 Nglames itu.

Baca Juga :  Legislatif Minta Sekolah Negeri Menambah Porsi Pendidikan Agama

Pengetatan prokes dengan sejumlah poin itu bukan tanpa celah. Sejak kesepakatan MKK SMAN untuk tetap menggelar PTM, beberapa kasus Covid-19 ditemukan di lingkup jenjang pendidikan tersebut. Di antaranya, di SMAN 1 Mejayan dan SMAN 1 Nglames. ‘’Saat ada kasus, tindak lanjut cepat dilakukan agar tidak menular ke warga sekolah yang lain. PTM tetap lanjut,’’ tegasnya. (den/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/