26.9 C
Madiun
Sunday, June 11, 2023

MAKI: Pungli Oknum Kejari Tidak Terbukti

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dugaan praktik pungutan liar oknum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) pupuk bersubsidi 2019 tak terbukti. Itu terungkap setelah Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menerjunkan tim investigasi. ‘’Dari hasil klarifikasi, itu bukan pungli,’’ kata Sekjen MAKI Komaryono kemarin (20/3).

Menurut dia, uang Rp 497,76 juta dari petani itu adalah sitaan pengembalian kerugian keuangan negara oleh tim penyidik pidana khusus (pidsus) Kejari Kabupaten Madiun. Pun, sudah ada penetapan dari pengadilan negeri (PN) setempat. ‘’Dana yang dikembalikan ke negara tidak akan diproses hukum selanjutnya. Pun, akan masuk ke kas negara, bukan ke kejaksaan atau pribadi-pribadi penyidik,’’ ujarnya.

Terkait bukti yang diungkap sebelumnya, Komaryono menyampaikan pemilik bukti tersebut hingga sekarang belum menyerahkan ke MAKI. Sehingga, pihaknya belum bisa menindaklanjuti atau menjadikan sebagai barang bukti penyelidikan.

Baca Juga :  Tersangka Korupsi Pupuk Subsidi di Kabupaten Madiun Akhirnya Dibui

Selain itu, kesiapan memberikan advokasi kepada petani maupun pihak lain yang melaporkan adanya dugaan pungli atau pemerasan juga masih berlaku. ‘’Namun sampai sekarang, kenyataan di lapangan, petani mengaku menyerahkan uang (ke penyidik) sesuai yang tercatat di daftar sitaan pengadilan tersebut,” bebernya.

Pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Kejari Kabupaten Madiun yang berhasil mengungkap perkara lama ini. Bahkan sampai menetapkan dan menahan para tersangka. ‘’Kami berharap ini bisa menjadi acuan, karena sebenarnya kasus pupuk bersubsidi juga ada di setiap daerah. Bahkan, bisa jadi nilainya lebih besar,’’ pungkasnya. (mg3/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dugaan praktik pungutan liar oknum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) pupuk bersubsidi 2019 tak terbukti. Itu terungkap setelah Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menerjunkan tim investigasi. ‘’Dari hasil klarifikasi, itu bukan pungli,’’ kata Sekjen MAKI Komaryono kemarin (20/3).

Menurut dia, uang Rp 497,76 juta dari petani itu adalah sitaan pengembalian kerugian keuangan negara oleh tim penyidik pidana khusus (pidsus) Kejari Kabupaten Madiun. Pun, sudah ada penetapan dari pengadilan negeri (PN) setempat. ‘’Dana yang dikembalikan ke negara tidak akan diproses hukum selanjutnya. Pun, akan masuk ke kas negara, bukan ke kejaksaan atau pribadi-pribadi penyidik,’’ ujarnya.

Terkait bukti yang diungkap sebelumnya, Komaryono menyampaikan pemilik bukti tersebut hingga sekarang belum menyerahkan ke MAKI. Sehingga, pihaknya belum bisa menindaklanjuti atau menjadikan sebagai barang bukti penyelidikan.

Baca Juga :  Persekama Absen Liga 3 Jatim 2021, Kama Bois Squad Kecewa

Selain itu, kesiapan memberikan advokasi kepada petani maupun pihak lain yang melaporkan adanya dugaan pungli atau pemerasan juga masih berlaku. ‘’Namun sampai sekarang, kenyataan di lapangan, petani mengaku menyerahkan uang (ke penyidik) sesuai yang tercatat di daftar sitaan pengadilan tersebut,” bebernya.

Pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Kejari Kabupaten Madiun yang berhasil mengungkap perkara lama ini. Bahkan sampai menetapkan dan menahan para tersangka. ‘’Kami berharap ini bisa menjadi acuan, karena sebenarnya kasus pupuk bersubsidi juga ada di setiap daerah. Bahkan, bisa jadi nilainya lebih besar,’’ pungkasnya. (mg3/sat)

Terpopuler

Artikel Terbaru