alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Harga-Stok Migor di Wilayah Madiun Selatan Diklaim Aman

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Problem minyak goreng (migor) curah masih mendapat perhatian serius dari Pemkab Madiun. Berbagai upaya dilakukan dinas perdagangan koperasi dan usaha mikro (disperdagkop-UM) setempat. Mulai monitoring harga hingga menggelar OP khusus. ‘’Di beberapa wilayah harga  migor curah sudah stabil,’’ kata Kabid Perdagangan Diseperdagkop-UM Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo, Sabtu (21/5).

Antara lain di wilayah selatan, seperti Kecamatan Dolopo, Kebonsari, dan Geger. Harga migor curah di wilayah tersebut tidak terlampau jauh dari harga eceran tertinggi (HET). Yakni, Rp 14 ribu per liter atau 15.500 per kilogram. ‘’Pantauan kami, harga migor di beberapa wilayah tersebut sudah memenuhi HET yang ditetapkan,’’ ungkap Toni.

Menurut Toni, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga migor curag di wilayah selatan mulai stabil. Seperti, adanya tambahan pasokan dari beberapa distributor di Ponorogo. Sehingga, stok dan harganya aman. ‘’Kalau (wilayah, Red.) yang lain masih kami temukan di atas HET, tapi masih wajar, Rp 16 ribu per kilogram,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Layanan Vaksinasi Nebeng Pos Polres Madiun

Kendati ditermukan beberapa pedagang yang menjual migor curah di atas HET, pihaknya tak dapat berbuat banyak. Hanya bisa menegur agar menjual migor curah sesuai HET. ‘’Belum ada sanksi. Mengingat, masih dalam interval kewajaran dan masih bisa ditoleransi,’’ ungkapnya.

Kestabilan harga migor curah belum merata di Kabupaten Madiun. Upaya penanganan seperti OP terus dilakukan hingga kini. Tak terkecuali di Pasar Dungus, Wungu, kemarin. ‘’OP ini merupakan program pemerintah pusat untuk kelancaran distribusi migor curah. Diharapkan dengan lancarnya pasokan semua pedagang bisa mematuhi patokan HET,’’ bebernya. (den/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Problem minyak goreng (migor) curah masih mendapat perhatian serius dari Pemkab Madiun. Berbagai upaya dilakukan dinas perdagangan koperasi dan usaha mikro (disperdagkop-UM) setempat. Mulai monitoring harga hingga menggelar OP khusus. ‘’Di beberapa wilayah harga  migor curah sudah stabil,’’ kata Kabid Perdagangan Diseperdagkop-UM Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo, Sabtu (21/5).

Antara lain di wilayah selatan, seperti Kecamatan Dolopo, Kebonsari, dan Geger. Harga migor curah di wilayah tersebut tidak terlampau jauh dari harga eceran tertinggi (HET). Yakni, Rp 14 ribu per liter atau 15.500 per kilogram. ‘’Pantauan kami, harga migor di beberapa wilayah tersebut sudah memenuhi HET yang ditetapkan,’’ ungkap Toni.

Menurut Toni, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga migor curag di wilayah selatan mulai stabil. Seperti, adanya tambahan pasokan dari beberapa distributor di Ponorogo. Sehingga, stok dan harganya aman. ‘’Kalau (wilayah, Red.) yang lain masih kami temukan di atas HET, tapi masih wajar, Rp 16 ribu per kilogram,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Layanan Vaksinasi Nebeng Pos Polres Madiun

Kendati ditermukan beberapa pedagang yang menjual migor curah di atas HET, pihaknya tak dapat berbuat banyak. Hanya bisa menegur agar menjual migor curah sesuai HET. ‘’Belum ada sanksi. Mengingat, masih dalam interval kewajaran dan masih bisa ditoleransi,’’ ungkapnya.

Kestabilan harga migor curah belum merata di Kabupaten Madiun. Upaya penanganan seperti OP terus dilakukan hingga kini. Tak terkecuali di Pasar Dungus, Wungu, kemarin. ‘’OP ini merupakan program pemerintah pusat untuk kelancaran distribusi migor curah. Diharapkan dengan lancarnya pasokan semua pedagang bisa mematuhi patokan HET,’’ bebernya. (den/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/