alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Wabup Madiun: Harkitnas Jadi Momentum Bangkit dari Keterpurukan akibat Pandemi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun memaknai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2022 sebagai titik balik kebangkitan dari pandemi Covid-19. Semangat itu digaungkan bersamaan upacara peringatan momen tersebut di halaman Pendapa Ronggo Djumeno kemarin (20/5). ‘’Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini jangan dimaknai sebagai seremonial saja,’’ kata Wabup Hari Wuryanto, inspektur upacara.

Sejumlah pegawai dan pejabat lingkup Pemkab Madiun mengikuti upacara peringatan Harkitnas dengan kidmat. Pun, mereka serius menyimak sambutan menteri komunikasi dan informatika yang dibacakan wabup. ‘’Semangat Boedi Oetomo masih relevan untuk kita kontekstualisasikan pada kehidupan berbangsa saat ini, di tengah krisis pandemi Covid-19 dan konflik Ukraina-Rusia,’’ ungkapnya.

Wabup menuturkan, sejarah Hari Kebangkitan Nasional dimulai pada 20 Mei 1948. Kala itu Presiden Soekarno menetapkan hari lahir perkumpulan Boedi Oetomo sebagai hari kebangkitan nasionalisme Indonesia. Kala itu ditandai ancaman perpecahan antargolongan dan ideologi di tengah perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang ingin berkuasa kembali. ‘’Semangat persatuan yang digagas Boedi Oetomo diharapkan menjadi spirit dalam menghimpun kekuatan dan mencegah perpecahan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  PPKM di Kabupaten Madiun Naik Level 2, PTM Digelar Terbatas

‘Ayo Bangkit Bersama’ menjadi tagline peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2022. Pemkab mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Madiun untuk bangkit dari berbagai kondisi. Tak terkecuali keterpurukan berbagai sektor kehidupan yang terjadi dua tahun terakhir gara-gara pendemi Covid-19. ‘’Boedi Oetomo lahir untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lain. Organisasi yang menyatukan pergerakan yang bersifat kedaerahan menjadi nasional,’’ tandasnya. (den/isd/adv)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun memaknai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2022 sebagai titik balik kebangkitan dari pandemi Covid-19. Semangat itu digaungkan bersamaan upacara peringatan momen tersebut di halaman Pendapa Ronggo Djumeno kemarin (20/5). ‘’Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini jangan dimaknai sebagai seremonial saja,’’ kata Wabup Hari Wuryanto, inspektur upacara.

Sejumlah pegawai dan pejabat lingkup Pemkab Madiun mengikuti upacara peringatan Harkitnas dengan kidmat. Pun, mereka serius menyimak sambutan menteri komunikasi dan informatika yang dibacakan wabup. ‘’Semangat Boedi Oetomo masih relevan untuk kita kontekstualisasikan pada kehidupan berbangsa saat ini, di tengah krisis pandemi Covid-19 dan konflik Ukraina-Rusia,’’ ungkapnya.

Wabup menuturkan, sejarah Hari Kebangkitan Nasional dimulai pada 20 Mei 1948. Kala itu Presiden Soekarno menetapkan hari lahir perkumpulan Boedi Oetomo sebagai hari kebangkitan nasionalisme Indonesia. Kala itu ditandai ancaman perpecahan antargolongan dan ideologi di tengah perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang ingin berkuasa kembali. ‘’Semangat persatuan yang digagas Boedi Oetomo diharapkan menjadi spirit dalam menghimpun kekuatan dan mencegah perpecahan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Disperkim Catat Ada 42.000 RTLH di Kabupaten Madiun yang Perlu Direhab

‘Ayo Bangkit Bersama’ menjadi tagline peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2022. Pemkab mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Madiun untuk bangkit dari berbagai kondisi. Tak terkecuali keterpurukan berbagai sektor kehidupan yang terjadi dua tahun terakhir gara-gara pendemi Covid-19. ‘’Boedi Oetomo lahir untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lain. Organisasi yang menyatukan pergerakan yang bersifat kedaerahan menjadi nasional,’’ tandasnya. (den/isd/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/