alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Pemkab Madiun Sewakan Lahan Nganggur di Kawasan Puspem

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jumlah gedung instansi di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun bakal lama bertambah. Seiring langkah pemkab menyewakan sebidang lahan yang telah dikeringkan sejak awal pembangunan puspem beberapa tahun silam. ‘’Sudah sekitar sebulan papan reklame lahan disewakan itu dipasang,’’ kata Kabid Aset dan Akuntansi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun Bambang Hari Wicaksono, Selasa (21/6).

Langkah itu terkesan tak lazim. Sebab, objek yang disewakan merupakan lokasi calon berdirinya gedung instansi pemerintah. Sebidang beton telah dibangun di atas lahan tepi jalan yang telah dikeringkan dan diuruk itu. Lahan tersebut diuruk bersamaan pembangunan puspem yang mulai beroperasi 2014 silam. ‘’Kami memanfaatkan lahan puspem yang nganggur, sudah diuruk tapi belum dimanfaatkan,’’ ungkap Bambang.

Bambang menyebutkan, luas lahan yang ditawarkan untuk umum itu sekitar 2.000 meter persegi. Prioritas calon penyewa warga asli Kabupaten Madiun. Terutama yang berdomisili dekat lokasi. ‘’Diprioritaskan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Madiun. Soal harga, bisa dengan appraisal atau sesuai regulasi yang ada,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Jadi Bos Askab PSSI Madiun

Pemkab memberlakukan sejumlah pembatasan dalam penyewaan lahan aset itu. Seperti harus selesai ketika lahan bakal dibangun. Juga tidak boleh untuk mendirikan bangunan dalam bentuk apa pun. Alias hanya untuk kebun. Termasuk tentang dampak terhadap sekitar saat lahan sudah ada yang menyewa. ‘’Bisa ditanami singkong atau mungkin pisang, kalau untuk sawah tidak bisa karena sudah diuruk,’’ bebernya.

Berbagai hal dan kondisi menjadi pertimbangan langkah pemkab itu. Kendati sudah membuka pintu dengan pemasangan papan penyewaan di lokasi, upaya memanfaatkan aset nganggur itu belum membuahkan hasil. ‘’Sampai saat ini belum ada pengajuan sewa yang masuk ke kami,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jumlah gedung instansi di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun bakal lama bertambah. Seiring langkah pemkab menyewakan sebidang lahan yang telah dikeringkan sejak awal pembangunan puspem beberapa tahun silam. ‘’Sudah sekitar sebulan papan reklame lahan disewakan itu dipasang,’’ kata Kabid Aset dan Akuntansi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun Bambang Hari Wicaksono, Selasa (21/6).

Langkah itu terkesan tak lazim. Sebab, objek yang disewakan merupakan lokasi calon berdirinya gedung instansi pemerintah. Sebidang beton telah dibangun di atas lahan tepi jalan yang telah dikeringkan dan diuruk itu. Lahan tersebut diuruk bersamaan pembangunan puspem yang mulai beroperasi 2014 silam. ‘’Kami memanfaatkan lahan puspem yang nganggur, sudah diuruk tapi belum dimanfaatkan,’’ ungkap Bambang.

Bambang menyebutkan, luas lahan yang ditawarkan untuk umum itu sekitar 2.000 meter persegi. Prioritas calon penyewa warga asli Kabupaten Madiun. Terutama yang berdomisili dekat lokasi. ‘’Diprioritaskan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Madiun. Soal harga, bisa dengan appraisal atau sesuai regulasi yang ada,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dua Proyek Milik RSUD Caruban yang Diduga Cacat Administrasi

Pemkab memberlakukan sejumlah pembatasan dalam penyewaan lahan aset itu. Seperti harus selesai ketika lahan bakal dibangun. Juga tidak boleh untuk mendirikan bangunan dalam bentuk apa pun. Alias hanya untuk kebun. Termasuk tentang dampak terhadap sekitar saat lahan sudah ada yang menyewa. ‘’Bisa ditanami singkong atau mungkin pisang, kalau untuk sawah tidak bisa karena sudah diuruk,’’ bebernya.

Berbagai hal dan kondisi menjadi pertimbangan langkah pemkab itu. Kendati sudah membuka pintu dengan pemasangan papan penyewaan di lokasi, upaya memanfaatkan aset nganggur itu belum membuahkan hasil. ‘’Sampai saat ini belum ada pengajuan sewa yang masuk ke kami,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru