alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Sebulan 29 Kasus DBD, Dua Warga Kabupaten Madiun Meninggal

BALEREJO, Jawa Pos Radar Madiun – Teror demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Madiun kian menjadi-jadi. Korban meninggal akibat penyakit itu bertambah. ‘’Satu warga sini meninggal dunia karena DBD,’’ kata Puryanti, koordinator pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Desa/Kecamatan Balerejo, Sabtu (22/1/2022).

Puryanti menuturkan, seorang warga itu meninggal dunia pada Kamis (20/1) lalu. Awalnya korban mengalami gejala demam, pilek, menggigil, dan pusing. Kemudian, pada Rabu (19/1) yang bersangkutan dibawa ke RSUD Caruban karena kondisinya semakin parah. Namun, nyawanya tak terselamatkan setelah sehari dirawat di rumah sakit. ‘’Di sini, baru kali ini ada korban meninggal akibat DBD,’’ ungkapnya.

Temuan kasus DBD itu langsung ditindaklanjuti. Pihaknya segera berkoordinasi dengan lingkungan setempat. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dilakukan untuk menekan persebaran DBD dari jentik nyamuk. ‘’Dilakukan PE (penyelidikan epidemiologi, Red) di 20 rumah. Hasilnya, tiga rumah positif ada jentik,’’ ujar pegawai Puskesmas Balerejo itu.

Baca Juga :  Perpusda Kabupaten Madiun Masih Sepi setelah Buka Lagi

Satu warga Desa Balerejo yang meninggal dunia itu menambah jumlah kasus kematian DBD di Kabupaten Madiun awal tahun ini. Selama Januari 2022, sudah ada dua nyawa melayang akibat terjangkit virus yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

‘’Kalau data yang masuk ke kami bulan ini total ada 29 kasus,’’ kata Kabid P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan. ‘’Pekan depan kami akan konfirmasi lagi dengan petugas lapangan,’’ imbuhnya. (den/c1/isd/her)

BALEREJO, Jawa Pos Radar Madiun – Teror demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Madiun kian menjadi-jadi. Korban meninggal akibat penyakit itu bertambah. ‘’Satu warga sini meninggal dunia karena DBD,’’ kata Puryanti, koordinator pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Desa/Kecamatan Balerejo, Sabtu (22/1/2022).

Puryanti menuturkan, seorang warga itu meninggal dunia pada Kamis (20/1) lalu. Awalnya korban mengalami gejala demam, pilek, menggigil, dan pusing. Kemudian, pada Rabu (19/1) yang bersangkutan dibawa ke RSUD Caruban karena kondisinya semakin parah. Namun, nyawanya tak terselamatkan setelah sehari dirawat di rumah sakit. ‘’Di sini, baru kali ini ada korban meninggal akibat DBD,’’ ungkapnya.

Temuan kasus DBD itu langsung ditindaklanjuti. Pihaknya segera berkoordinasi dengan lingkungan setempat. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dilakukan untuk menekan persebaran DBD dari jentik nyamuk. ‘’Dilakukan PE (penyelidikan epidemiologi, Red) di 20 rumah. Hasilnya, tiga rumah positif ada jentik,’’ ujar pegawai Puskesmas Balerejo itu.

Baca Juga :  Cegah Covid-19 saat Nataru, Pengawasan Pasar Diserahkan Satgas

Satu warga Desa Balerejo yang meninggal dunia itu menambah jumlah kasus kematian DBD di Kabupaten Madiun awal tahun ini. Selama Januari 2022, sudah ada dua nyawa melayang akibat terjangkit virus yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

‘’Kalau data yang masuk ke kami bulan ini total ada 29 kasus,’’ kata Kabid P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan. ‘’Pekan depan kami akan konfirmasi lagi dengan petugas lapangan,’’ imbuhnya. (den/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/