alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Pasar Desa Jatisari Mati Suri, Kini Jadi Tempat Ngopi

GEGER, Jawa Pos Radar Madiun – Pasar Desa Jatisari, Geger, seolah mati suri. Tak ada lagi aktivitas jual-beli kebutuhan pokok maupun ternak. Melainkan berubah menjadi tempat ngopi dengan adanya sejumlah warung di lokasi tersebut. ‘’Pasar ini diresmikan 7 November 2020 oleh muspika setempat,” kata Sekdes Jatisari Munirul Huda, Selasa (22/2).  

Huda menjelaskan, pembangunan pasar desa di lahan bengkok seluas 1 hektare tersebut atas inisiatif warga sekitar. Namun, dua bulan setelah diresmikan kondisinya sepi lantaran banyak pedagang yang memilih berjualan di Pasar Dolopo. Lapak-lapak yang semula untuk memajang kambing pun kosong melompong dan dialihfungsikan menjadi warung kopi.

Kepala Desa Eko Aris Setyawan mengatakan, eks pasar hewan itu bakal diperbaiki. Pun, pihaknya sudah merancang sejumlah kegiatan rutin mingguan di lokasi  tersebut. Selain itu, membangun kios-kios dengan menggandeng UMKM desa setempat. ”Nanti kami musyawarahkan lagi,” tuturnya.

Baca Juga :  Porang Madiun Tak Sesuai Standar, Ekspor ke Tiongkok Ditolak

Berbeda dengan Jatisari, Pasar Desa Sareng berkembang cukup pesat. Setiap tahun ada pengembangan maupun penyerahan lahan dari pemdes ke BUMDes setempat. Pasar seluas 1.500 meter persegi itu saat ini memiliki 38 kios. ‘’Untuk pengelolaan sampah, kami sediakan dua  gorong-gorong untuk TPS (tempat penampungan sementara),’’ ujar Kades Sareng Budiono. ”Kalau ada bantuan kontainer sampah, kami sudah siapkan lahannya,’’ imbuhnya. (tr2/c1/isd/her)

GEGER, Jawa Pos Radar Madiun – Pasar Desa Jatisari, Geger, seolah mati suri. Tak ada lagi aktivitas jual-beli kebutuhan pokok maupun ternak. Melainkan berubah menjadi tempat ngopi dengan adanya sejumlah warung di lokasi tersebut. ‘’Pasar ini diresmikan 7 November 2020 oleh muspika setempat,” kata Sekdes Jatisari Munirul Huda, Selasa (22/2).  

Huda menjelaskan, pembangunan pasar desa di lahan bengkok seluas 1 hektare tersebut atas inisiatif warga sekitar. Namun, dua bulan setelah diresmikan kondisinya sepi lantaran banyak pedagang yang memilih berjualan di Pasar Dolopo. Lapak-lapak yang semula untuk memajang kambing pun kosong melompong dan dialihfungsikan menjadi warung kopi.

Kepala Desa Eko Aris Setyawan mengatakan, eks pasar hewan itu bakal diperbaiki. Pun, pihaknya sudah merancang sejumlah kegiatan rutin mingguan di lokasi  tersebut. Selain itu, membangun kios-kios dengan menggandeng UMKM desa setempat. ”Nanti kami musyawarahkan lagi,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Percayakan Pembuatan Storytelling ke Pembatik

Berbeda dengan Jatisari, Pasar Desa Sareng berkembang cukup pesat. Setiap tahun ada pengembangan maupun penyerahan lahan dari pemdes ke BUMDes setempat. Pasar seluas 1.500 meter persegi itu saat ini memiliki 38 kios. ‘’Untuk pengelolaan sampah, kami sediakan dua  gorong-gorong untuk TPS (tempat penampungan sementara),’’ ujar Kades Sareng Budiono. ”Kalau ada bantuan kontainer sampah, kami sudah siapkan lahannya,’’ imbuhnya. (tr2/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/