alexametrics
26.6 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Diserang Hama Wereng, 48 Hektare Lahan Padi di Madiun Terancam Gagal Panen

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah petani di Kabupaten Madiun tengah merana akibat merebaknya hama wereng di sejumlah wilayah. Bahkan, beberapa hektare tanaman padi dipastikan gagal panen. ‘’Padi yang sudah pasti gagal panen dua hektare,’’ kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Priyadi, Rabu (22/6).

Priyadi mengungkapkan, serangan hama wereng paling parah terjadi di Kecamatan Madiun, Saradan, dan Wonoasri. Tidak pelak, kondisi itu diratapi para petani setempat. ‘’Total luasan lahan padi terserang wereng sekitar 48 hektare,’’ ujarnya.

Priyadi menuturkan, dari total luasan lahan padi terserang wereng itu, potensi hasil panen sebanyak 286 ton terancam hilang. ‘’Cuaca seperti sekarang ini menjadi masa kembang biak yang ideal bagi wereng,’’ ungkap Priyadi sembari menyebutkan bahwa produksi padi Kabupaten Madiun rata-rata tujuh ton per hektare.

Baca Juga :  Kades di Kabupaten Madiun Minta Insentif Petugas Pemungut PBB-P2

Dia mengatakan, saat ini sedang terjadi kemarau basah. Intensitas hujan masih tergolong tinggi. Hal tersebut berakibat cuaca panas dan udara lembap. Kondisi seperti itu merupakan masa ideal wereng berkembang biak. ‘’Hama wereng muncul secara sporadis di beberapa tempat,’’ sebutnya.

Priyadi mengklaim bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan berbagai upaya penanganan. Gerakan pengendalian hama wereng sedang dimaksimalkan bersama petani. Baik untuk mengantisipasi serangan semakin meluas maupun padi yang telanjur diserang wereng. ‘’Intensitas serangan wereng masuk kriteria ringan dan sedang. Jika segera dilakukan pengendalian, padi bisa segera membaik,’’ pungkasnya. (den/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah petani di Kabupaten Madiun tengah merana akibat merebaknya hama wereng di sejumlah wilayah. Bahkan, beberapa hektare tanaman padi dipastikan gagal panen. ‘’Padi yang sudah pasti gagal panen dua hektare,’’ kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Priyadi, Rabu (22/6).

Priyadi mengungkapkan, serangan hama wereng paling parah terjadi di Kecamatan Madiun, Saradan, dan Wonoasri. Tidak pelak, kondisi itu diratapi para petani setempat. ‘’Total luasan lahan padi terserang wereng sekitar 48 hektare,’’ ujarnya.

Priyadi menuturkan, dari total luasan lahan padi terserang wereng itu, potensi hasil panen sebanyak 286 ton terancam hilang. ‘’Cuaca seperti sekarang ini menjadi masa kembang biak yang ideal bagi wereng,’’ ungkap Priyadi sembari menyebutkan bahwa produksi padi Kabupaten Madiun rata-rata tujuh ton per hektare.

Baca Juga :  142 CJH Asal Kabupaten Madiun Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini

Dia mengatakan, saat ini sedang terjadi kemarau basah. Intensitas hujan masih tergolong tinggi. Hal tersebut berakibat cuaca panas dan udara lembap. Kondisi seperti itu merupakan masa ideal wereng berkembang biak. ‘’Hama wereng muncul secara sporadis di beberapa tempat,’’ sebutnya.

Priyadi mengklaim bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan berbagai upaya penanganan. Gerakan pengendalian hama wereng sedang dimaksimalkan bersama petani. Baik untuk mengantisipasi serangan semakin meluas maupun padi yang telanjur diserang wereng. ‘’Intensitas serangan wereng masuk kriteria ringan dan sedang. Jika segera dilakukan pengendalian, padi bisa segera membaik,’’ pungkasnya. (den/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/