alexametrics
26.6 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Pagu 35 SMP Negeri di Kabupaten Madiun Tak Terpenuhi

MADIUNJawa Pos Radar Madiun – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022-2023 jenjang SMPN di Kabupaten Madiun selesai. Hasilnya, masih ada bangku sekolah yang kosong di sejumlah lembaga pendidikan. ‘’Data sementara, ada 14 SMP yang terpenuhi pagunya,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Siti Zubaidah, Selasa (22/6).

Total terdapat 49 SMP negeri dan swasta di kabupaten ini. Setiap lembaga disediakan pagu sesuai kapasitas masing-masing. Tertinggi 288 siswa dan terendah 64 siswa. ‘’Bagi satdik (satuan pendidikan) yang pagunya belum terpenuhi akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan yang ada,’’ ungkap Siti.

Sebanyak 14 sekolah tercatat terpenuhi pagunya. Sedangkan 35 SMP belum terpenuhi. Siti mengungkapkan, dikbud telah menyiapkan skema khusus terhadap puluhan sekolah itu. Terutama di satu wilayah zonasi agar jumlah siswa tidak kelewat timpang satu sama lain. ‘’Dari data sementara, ada beberapa sekolah yang pendaftarnya melebihi pagu. Siswa yang belum diterima di sekolah terkait akan diarahkan ke sekolah lain yang pagunya belum terpenuhi,’’ jelas Siti.

Baca Juga :  Dewan Sarankan SMPN 2 Pacitan Dipindah ke Nanggungan

Status SMP dengan pagu terpenuhi atau tidak masih bisa berubah. Itu merujuk skema yang bakal diterapkan dikbud dalam beberapa hari ke depan. Tepatnya, sebelum hasil PPDB tahun ini resmi diumumkan pada 27 Juni mendatang. ‘’Langkah yang akan kami terapkan terkait PPDB tahun ini berpedoman regulasi yang berlaku. Baik ketentuan di daerah maupun pusat,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

MADIUNJawa Pos Radar Madiun – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022-2023 jenjang SMPN di Kabupaten Madiun selesai. Hasilnya, masih ada bangku sekolah yang kosong di sejumlah lembaga pendidikan. ‘’Data sementara, ada 14 SMP yang terpenuhi pagunya,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Siti Zubaidah, Selasa (22/6).

Total terdapat 49 SMP negeri dan swasta di kabupaten ini. Setiap lembaga disediakan pagu sesuai kapasitas masing-masing. Tertinggi 288 siswa dan terendah 64 siswa. ‘’Bagi satdik (satuan pendidikan) yang pagunya belum terpenuhi akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan yang ada,’’ ungkap Siti.

Sebanyak 14 sekolah tercatat terpenuhi pagunya. Sedangkan 35 SMP belum terpenuhi. Siti mengungkapkan, dikbud telah menyiapkan skema khusus terhadap puluhan sekolah itu. Terutama di satu wilayah zonasi agar jumlah siswa tidak kelewat timpang satu sama lain. ‘’Dari data sementara, ada beberapa sekolah yang pendaftarnya melebihi pagu. Siswa yang belum diterima di sekolah terkait akan diarahkan ke sekolah lain yang pagunya belum terpenuhi,’’ jelas Siti.

Baca Juga :  Dewan Sarankan SMPN 2 Pacitan Dipindah ke Nanggungan

Status SMP dengan pagu terpenuhi atau tidak masih bisa berubah. Itu merujuk skema yang bakal diterapkan dikbud dalam beberapa hari ke depan. Tepatnya, sebelum hasil PPDB tahun ini resmi diumumkan pada 27 Juni mendatang. ‘’Langkah yang akan kami terapkan terkait PPDB tahun ini berpedoman regulasi yang berlaku. Baik ketentuan di daerah maupun pusat,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/