alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Pedagang Meluber ke Jalan, Upaya Perluasan Pasar Pagotan Terganjal Dana

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Aktivitas perdagangan di Pasar Pagotan saban hari terbilang ramai. Sayangnya, hal itu tidak diimbangi ketersediaan los dan kios yang memadai. Akibatnya, sejumlah pedagang terpaksa berjualan di pinggir jalan sekitar pasar tradisional tersebut. ‘’Di dalam (pasar) sudah penuh, tidak kebagian tempat,’’ kata Saman, salah seorang pedagang, Kamis (22/9).

Saman mengungkapkan, banyak pedagang lain yang senasib dengannya. Kebanyakan dari mereka memadati jalan samping pasar hingga lahan kosong dekat rel kereta tebu. ‘’Ditarik (retribusi dan biaya kebersihan) saat berjualan saja, kalau sedang libur tidak bayar. Sehari Rp 3.000,’’ ujarnya.

Berbeda dengan Saman, Rahmawati, salah seorang pedagang di dalam pasar, mengeluhkan minimnya lahan parkir untuk drop barang mobil boks para distributor. ‘’Sebenarnya sudah ada (area parkir mobil boks), tapi tempatnya agak jauh dari sini,’’ sebutnya.

Perempuan itu juga menyoroti kondisi bangunan bedak, los, maupun kios di dalam pasar yang sudah tidak layak. Pun, banyak pedagang yang memperbaiki bedaknya secara mandiri demi keselamatan mereka.

Baca Juga :  DPUPR Pacitan Batasi Garapan Proyek Fisik, Anggaran dan Waktu Mepet

Kepala Pasar Pagotan Sugeng Endro Subagyo mengakui kondisi pasarnya kurang ideal. Baik terkait ketersediaan lahan maupun kondisi bangunan. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Keterbatasan dana dan minimnya lahan untuk perluasan disebutnya menjadi kendala terbesar. ‘’Ke belakang itu sudah mentok punya pabrik gula. Bisanya dinaikkan, tapi butuh dana besar,’’ terang Sugeng.

Sugeng mengaku sudah mengajukan pembangunan Pasar Pagotan, bahkan sampai ke pemerintah pusat. Namun, hingga saat ini belum ada respons positif. Sejauh ini pihaknya hanya bisa menata agar seluruh pedagang bisa terakomodasi dalam menjalankan aktivitasnya berjualan. ‘’Sudah kami atur, untuk pedagang di luar hanya boleh beroperasi dari jam 03.00 sampai 07.00. Setelah itu, harus bubar agar jalan tidak macet,’’ tuturnya. (mg3/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Aktivitas perdagangan di Pasar Pagotan saban hari terbilang ramai. Sayangnya, hal itu tidak diimbangi ketersediaan los dan kios yang memadai. Akibatnya, sejumlah pedagang terpaksa berjualan di pinggir jalan sekitar pasar tradisional tersebut. ‘’Di dalam (pasar) sudah penuh, tidak kebagian tempat,’’ kata Saman, salah seorang pedagang, Kamis (22/9).

Saman mengungkapkan, banyak pedagang lain yang senasib dengannya. Kebanyakan dari mereka memadati jalan samping pasar hingga lahan kosong dekat rel kereta tebu. ‘’Ditarik (retribusi dan biaya kebersihan) saat berjualan saja, kalau sedang libur tidak bayar. Sehari Rp 3.000,’’ ujarnya.

Berbeda dengan Saman, Rahmawati, salah seorang pedagang di dalam pasar, mengeluhkan minimnya lahan parkir untuk drop barang mobil boks para distributor. ‘’Sebenarnya sudah ada (area parkir mobil boks), tapi tempatnya agak jauh dari sini,’’ sebutnya.

Perempuan itu juga menyoroti kondisi bangunan bedak, los, maupun kios di dalam pasar yang sudah tidak layak. Pun, banyak pedagang yang memperbaiki bedaknya secara mandiri demi keselamatan mereka.

Baca Juga :  Polres Madiun Gelar Lomba Mural Bangkit dari Pandemi

Kepala Pasar Pagotan Sugeng Endro Subagyo mengakui kondisi pasarnya kurang ideal. Baik terkait ketersediaan lahan maupun kondisi bangunan. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Keterbatasan dana dan minimnya lahan untuk perluasan disebutnya menjadi kendala terbesar. ‘’Ke belakang itu sudah mentok punya pabrik gula. Bisanya dinaikkan, tapi butuh dana besar,’’ terang Sugeng.

Sugeng mengaku sudah mengajukan pembangunan Pasar Pagotan, bahkan sampai ke pemerintah pusat. Namun, hingga saat ini belum ada respons positif. Sejauh ini pihaknya hanya bisa menata agar seluruh pedagang bisa terakomodasi dalam menjalankan aktivitasnya berjualan. ‘’Sudah kami atur, untuk pedagang di luar hanya boleh beroperasi dari jam 03.00 sampai 07.00. Setelah itu, harus bubar agar jalan tidak macet,’’ tuturnya. (mg3/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/