alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Anggaran Terbatas, Pemkab Madiun Hanya Mampu Revitalisasi Empat Pasar

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pandemi Covid-19 berdampak nyata pada program pembangunan fisik di Kabupaten Madiun. Salah satunya, revitalisasi pasar tradisional. ‘’Anggarannya lebih kecil dibandingkan dulu, sekitar seperempat saja. Karena untuk penanganan Covid-19,’’ kata Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Raswiyanto, Jumat (21/10).

Akibatnya, tidak semua dari 20 pasar tradisional yang butuh revitalisasi tertangani. Sehingga, skala prioritas dan urgensi jadi pertimbangan utama. Tak heran jika hanya empat pasar yang tersentuh revitalisasi. ‘’Harapannya, dengan adanya fasilitas yang menunjang, kunjungan ke pasar lebih tinggi,’’ ujarnya.

Menurut Raswiyanto, sepanjang tahun ada empat pasar yang diperbaiki dengan anggaran Rp 330 juta dari APBD. Yakni, Pasar Dungus, Pagotan, Nglames, dan Babadan. Anggaran paling besar diserap Pasar Dungus, Rp 150 juta. ‘’Dibangun los yang bisa menampung 50 pedagang,’’ sebutnya. (tr1/c1/sat/her)

Baca Juga :  IDI Ingatkan Pemkab Madiun Soal Full PTM

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pandemi Covid-19 berdampak nyata pada program pembangunan fisik di Kabupaten Madiun. Salah satunya, revitalisasi pasar tradisional. ‘’Anggarannya lebih kecil dibandingkan dulu, sekitar seperempat saja. Karena untuk penanganan Covid-19,’’ kata Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Raswiyanto, Jumat (21/10).

Akibatnya, tidak semua dari 20 pasar tradisional yang butuh revitalisasi tertangani. Sehingga, skala prioritas dan urgensi jadi pertimbangan utama. Tak heran jika hanya empat pasar yang tersentuh revitalisasi. ‘’Harapannya, dengan adanya fasilitas yang menunjang, kunjungan ke pasar lebih tinggi,’’ ujarnya.

Menurut Raswiyanto, sepanjang tahun ada empat pasar yang diperbaiki dengan anggaran Rp 330 juta dari APBD. Yakni, Pasar Dungus, Pagotan, Nglames, dan Babadan. Anggaran paling besar diserap Pasar Dungus, Rp 150 juta. ‘’Dibangun los yang bisa menampung 50 pedagang,’’ sebutnya. (tr1/c1/sat/her)

Baca Juga :  Migor Langka, Pabrik Kerupuk di Madiun Gantung Wajan

Most Read

Artikel Terbaru

/