alexametrics
29.7 C
Madiun
Thursday, January 20, 2022

Pedagang Playon Gerus Omzet Pedagang Tetap

GEGER, Jawa Pos Radar Caruban – Keberadaan pedagang playon dikeluhkan pedagang tetap di Pasar Pagotan, Geger. Sebab, membuat pembeli enggan masuk ke pasar. Akibatnya, omzet pedagang di dalam pasar berkurang. ‘’Dulu, sebelum ada pedagang playon, sehari omzet saya bisa mencapai Rp 1,5 juta. Sekarang Rp 500 ribu nyengka,’’ keluh Anik, salah seorang pedagang setempat, Senin (22/11).

Anik menambahkan, keberadaan pedagang playon sudah lama di pasar tersebut. Pun, kian hari semakin bertambah dengan barang dagangan variatif. Mulai pakaian, sembako, buah-buahan, hingga sayur-mayur. Sehingga, keadaan di luar pasar lebih ramai mulai pagi hingga siang. ‘’Itu berlangsung setiap hari,’’ ungkapnya.

Sebaliknya, di dalam pasar sepi. Imbasnya, banyak pedagang menutup lapaknya di los yang tersedia. Hanya beberapa pedagang yang bertahan. ‘’Ada yang memilih menutup losnya. Bahkan, ikut-ikutan menjadi pedagang playon. Sekarang keadaan di dalam pasar seperti mati suri,’’ ujarnya.

Pedagang los nekat jadi playon lantaran pembeli lebih ramai di luar. Apalagi biaya yang dikeluarkan tidak begitu banyak. Sedangkan jika menyewa los dalam pasar harus menyiapkan biaya. Di antaranya biaya listrik. Sebab, di luar pasar tidak perlu lampu. ‘’Keberadaan pedagang playon juga tidak kula nuwun ke pedagang pasar tetap,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Kerahkan Pasukan Tindak Pelanggaran Prokes

Keluhan tersebut sudah pernah dilayangkan ke kepala Pasar Pagotan. Namun, tidak ada tindak lanjut. Padahal, pedagang pasar perlu kejelasan dan solusi. ‘’Saya hanya berharap para pedagang playon diarahkan berjualan di dalam los-los pasar,’’ ucapnya.

Tidak hanya di Pasar Pagotan. Kondisi serupa terjadi di Pasar Dolopo. Suyati, salah seorang pedagang setempat, juga mengeluhkan hal yang sama. Pun, dagangan sayur-mayurnya terpaksa dibawa pulang lantaran tidak laku. ‘’Padahal jumlahnya masih banyak,’’ keluhnya.
Lantaran sepi, Suyati lebih memilih pulang lebih awal. Apalagi, sejak pandemi Covid-19, pembeli juga menurun drastis. ‘’Sepi pol kalau di dalam pasar,’’ ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Indra Setyawan berjanji akan menindaklanjuti keluhan tersebut. Pihaknya akan melakukan survei dan evaluasi. Pun, koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Menurut dia, sesuai aturan, keberadaan pedagang playon di luar pasar tidak diperbolehkan. Apalagi kalau jualannya sampai siang hari. ‘’Banyaknya pedagang playon itu, diduga lantaran berdasarkan data banyak los di pasar yang sudah penuh,’’ dalihnya saat dihubungi via telepon kemarin. (tr1/c1/sat/her)

GEGER, Jawa Pos Radar Caruban – Keberadaan pedagang playon dikeluhkan pedagang tetap di Pasar Pagotan, Geger. Sebab, membuat pembeli enggan masuk ke pasar. Akibatnya, omzet pedagang di dalam pasar berkurang. ‘’Dulu, sebelum ada pedagang playon, sehari omzet saya bisa mencapai Rp 1,5 juta. Sekarang Rp 500 ribu nyengka,’’ keluh Anik, salah seorang pedagang setempat, Senin (22/11).

Anik menambahkan, keberadaan pedagang playon sudah lama di pasar tersebut. Pun, kian hari semakin bertambah dengan barang dagangan variatif. Mulai pakaian, sembako, buah-buahan, hingga sayur-mayur. Sehingga, keadaan di luar pasar lebih ramai mulai pagi hingga siang. ‘’Itu berlangsung setiap hari,’’ ungkapnya.

Sebaliknya, di dalam pasar sepi. Imbasnya, banyak pedagang menutup lapaknya di los yang tersedia. Hanya beberapa pedagang yang bertahan. ‘’Ada yang memilih menutup losnya. Bahkan, ikut-ikutan menjadi pedagang playon. Sekarang keadaan di dalam pasar seperti mati suri,’’ ujarnya.

Pedagang los nekat jadi playon lantaran pembeli lebih ramai di luar. Apalagi biaya yang dikeluarkan tidak begitu banyak. Sedangkan jika menyewa los dalam pasar harus menyiapkan biaya. Di antaranya biaya listrik. Sebab, di luar pasar tidak perlu lampu. ‘’Keberadaan pedagang playon juga tidak kula nuwun ke pedagang pasar tetap,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Miskin-Makin Jelek, TKW Ceraikan Suami

Keluhan tersebut sudah pernah dilayangkan ke kepala Pasar Pagotan. Namun, tidak ada tindak lanjut. Padahal, pedagang pasar perlu kejelasan dan solusi. ‘’Saya hanya berharap para pedagang playon diarahkan berjualan di dalam los-los pasar,’’ ucapnya.

Tidak hanya di Pasar Pagotan. Kondisi serupa terjadi di Pasar Dolopo. Suyati, salah seorang pedagang setempat, juga mengeluhkan hal yang sama. Pun, dagangan sayur-mayurnya terpaksa dibawa pulang lantaran tidak laku. ‘’Padahal jumlahnya masih banyak,’’ keluhnya.
Lantaran sepi, Suyati lebih memilih pulang lebih awal. Apalagi, sejak pandemi Covid-19, pembeli juga menurun drastis. ‘’Sepi pol kalau di dalam pasar,’’ ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Indra Setyawan berjanji akan menindaklanjuti keluhan tersebut. Pihaknya akan melakukan survei dan evaluasi. Pun, koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Menurut dia, sesuai aturan, keberadaan pedagang playon di luar pasar tidak diperbolehkan. Apalagi kalau jualannya sampai siang hari. ‘’Banyaknya pedagang playon itu, diduga lantaran berdasarkan data banyak los di pasar yang sudah penuh,’’ dalihnya saat dihubungi via telepon kemarin. (tr1/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru