alexametrics
26.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Pasar Desa Idealnya Dikelola BUMDes

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun ­­– Pasar desa dinilai bakal lebih berkembang jika dikelola BUMDes. Apalagi kalau lokasinya di lahan bengkok, diyakini minim potensi sengketa lahan. ”Semoga yang belum, segera diarahkan ke sana (dikelola BUMDes, Red),” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Madiun Joko Lelono, Rabu (23/2).

Joko menyebutkan, di Kabupaten Madiun terdapat 44 pasar desa binaan DPMD. Pasar-pasar itu tersebar di 12 kecamatan. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya milik perorangan. Yakni, di Desa Sidorejo, Palur, Kincang Wetan, dan Grobogan. Satu pasar lainnya di Balerejo, Kebonsari, tercatat milik yayasan.

Dia mengatakan, semua pasar desa binaan DPMD dilengkapi fasilitas umum seperti area parkir, MCK, serta tempat ibadah. ”Selalu kami pantau perkembangan pasar desa di bawah binaan DPMD,” ujar Joko.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Operasikan Tiga Puskesmas Tampung Pasien Covid-19

Selama pandemi Covid-19 pihaknya rajin mengecek kondisi pasar desa untuk menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan. Pun, mengambil kebijakan menutup sementara pasar jika ada pedagang yang terinfeksi korona. ‘’Tahun lalu, salah satu pasar di Kecamatan Saradan ditutup sementara setelah seorang pedagangnya terpapar Covid 19,’’ ungkapnya. (tr2/c1/isd)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun ­­– Pasar desa dinilai bakal lebih berkembang jika dikelola BUMDes. Apalagi kalau lokasinya di lahan bengkok, diyakini minim potensi sengketa lahan. ”Semoga yang belum, segera diarahkan ke sana (dikelola BUMDes, Red),” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Madiun Joko Lelono, Rabu (23/2).

Joko menyebutkan, di Kabupaten Madiun terdapat 44 pasar desa binaan DPMD. Pasar-pasar itu tersebar di 12 kecamatan. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya milik perorangan. Yakni, di Desa Sidorejo, Palur, Kincang Wetan, dan Grobogan. Satu pasar lainnya di Balerejo, Kebonsari, tercatat milik yayasan.

Dia mengatakan, semua pasar desa binaan DPMD dilengkapi fasilitas umum seperti area parkir, MCK, serta tempat ibadah. ”Selalu kami pantau perkembangan pasar desa di bawah binaan DPMD,” ujar Joko.

Baca Juga :  Sebulan 29 Kasus DBD, Dua Warga Kabupaten Madiun Meninggal

Selama pandemi Covid-19 pihaknya rajin mengecek kondisi pasar desa untuk menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan. Pun, mengambil kebijakan menutup sementara pasar jika ada pedagang yang terinfeksi korona. ‘’Tahun lalu, salah satu pasar di Kecamatan Saradan ditutup sementara setelah seorang pedagangnya terpapar Covid 19,’’ ungkapnya. (tr2/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/