alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

PMI Asal Madiun yang Bekerja di Hongkong Meninggal Usai Divaksin Booster

GEGER, Jawa Pos Radar Madiun – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Nglandung, Geger, dikabarkan meninggal di Hongkong. Namun, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun belum dapat memastikan kebenarannya.

Kepala Disnaker Kabupaten Madiun Heru Kuncoro mengatakan, PMI yang dilaporkan meninggal di Hongkong itu bernama Siti Saropah. Pemerintah desa setempat melaporkan bahwa perempuan 38 tahun itu meninggal di Hongkong pada Sabtu (19/3) lalu. ‘’Kejelasan mengenai kebenaran laporan belum dapat dipastikan karena sampai saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari pusat,’’ kata Heru, Rabu (23/3).

Informasi yang dihimpun, Siti sempat sakit usai mendapat vaksinasi dosis ketiga sebelum akhirnya meninggal dunia. Pihak keluarga di Nglandung mendapatkan kabar itu dari teman sesama PMI di Hongkong. Sesuai laporan yang diterima disnaker, pihak keluarga berharap jenazah Siti dapat dipulangkan.

Namun, lagi-lagi Heru angkat bahu saat disinggung soal keinginan pihak keluarga PMI itu. ‘’Berbagai hal terkait laporan baru bisa dipastikan setelah ada pemberitahuan resmi dari pusat. Termasuk penyebab kematian, karena pasti dilengkapi surat keterangan dari medis,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Waspadai Ancaman Luapan Lima Sungai di Madiun

Berbagai upaya telah dilakukan untuk memastikan validitas laporan tersebut. Mulai koordinasi dengan badan perlindungan pekerja migran Indonesia (BP2MI) setempat hingga mengecek data PMI di sistem komputerisasi tenaga kerja luar negeri (sisko-TKLN). Namun, belum ditemukan titik terang. ‘’Informasi yang kami dapat, di sisko-TKLN juga tidak ditemukan data PMI seperti yang dilaporkan meninggal di Hongkong itu,’’ sebut Heru.

Heru menekankan, disnaker akan terus menelusuri kebenaran terkait PMI asal Nglandung yang dilaporkan meninggal dunia itu sesuai tugas dan kewenangannya. ‘’Kalau ada PMI yang meninggal di luar negeri pasti ada pemberitahuan berupa surat resmi dari pusat atau kedutaan. Itu yang saat ini ditunggu untuk memperjelas semua,’’ tuturnya sembari menyebutkan bahwa berdasarkan rentang masa kerja, tahun ini terdapat sekitar 900 PMI yang bakal pulang kampung karena kontrak habis. (den/c1/isd/her)

GEGER, Jawa Pos Radar Madiun – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Nglandung, Geger, dikabarkan meninggal di Hongkong. Namun, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun belum dapat memastikan kebenarannya.

Kepala Disnaker Kabupaten Madiun Heru Kuncoro mengatakan, PMI yang dilaporkan meninggal di Hongkong itu bernama Siti Saropah. Pemerintah desa setempat melaporkan bahwa perempuan 38 tahun itu meninggal di Hongkong pada Sabtu (19/3) lalu. ‘’Kejelasan mengenai kebenaran laporan belum dapat dipastikan karena sampai saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari pusat,’’ kata Heru, Rabu (23/3).

Informasi yang dihimpun, Siti sempat sakit usai mendapat vaksinasi dosis ketiga sebelum akhirnya meninggal dunia. Pihak keluarga di Nglandung mendapatkan kabar itu dari teman sesama PMI di Hongkong. Sesuai laporan yang diterima disnaker, pihak keluarga berharap jenazah Siti dapat dipulangkan.

Namun, lagi-lagi Heru angkat bahu saat disinggung soal keinginan pihak keluarga PMI itu. ‘’Berbagai hal terkait laporan baru bisa dipastikan setelah ada pemberitahuan resmi dari pusat. Termasuk penyebab kematian, karena pasti dilengkapi surat keterangan dari medis,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Perangi Korupsi, Polisi Gandeng Akademisi, Media, dan LSM

Berbagai upaya telah dilakukan untuk memastikan validitas laporan tersebut. Mulai koordinasi dengan badan perlindungan pekerja migran Indonesia (BP2MI) setempat hingga mengecek data PMI di sistem komputerisasi tenaga kerja luar negeri (sisko-TKLN). Namun, belum ditemukan titik terang. ‘’Informasi yang kami dapat, di sisko-TKLN juga tidak ditemukan data PMI seperti yang dilaporkan meninggal di Hongkong itu,’’ sebut Heru.

Heru menekankan, disnaker akan terus menelusuri kebenaran terkait PMI asal Nglandung yang dilaporkan meninggal dunia itu sesuai tugas dan kewenangannya. ‘’Kalau ada PMI yang meninggal di luar negeri pasti ada pemberitahuan berupa surat resmi dari pusat atau kedutaan. Itu yang saat ini ditunggu untuk memperjelas semua,’’ tuturnya sembari menyebutkan bahwa berdasarkan rentang masa kerja, tahun ini terdapat sekitar 900 PMI yang bakal pulang kampung karena kontrak habis. (den/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/