alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Alat Rekam E-KTP Rusak, Dispendukcapil Kabupaten Madiun Jemput Bola

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Perekaman KTP elektronik (e-KTP) tengah dihadapkan pada problem teknis. Alat rekam di sejumlah kecamatan rusak. Saat ini hanya ada lima peralatan yang masih berfungsi dengan baik. ”Yang rusak di mana saja, saya tidak hafal,” kata Plt Sekdin Dispendukcapil Kabupaten Madiun Gatut Subono, Sabtu (23/4).

Kondisi tersebut disikapi dispendukcapil dengan jemput bola ke desa-desa melakukan perekaman e-KTP, khususnya menyasar lansia dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). ‘’Sebenarnya kami sudah mengajukan anggaran pengadaan alat rekam baru, tapi belum terealisasi karena terkena refocusing akibat pandemi Covid-19,’’ ujarnya.

Dia berharap pihak desa mendata warganya yang belum melakukan perekaman e-KTP. Setelah itu, berkoordinasi dengan dispendukcapil agar diterjunkan petugas untuk proses perekaman. ”Karena yang lebih tahu siapa saja lansia dan ODGJ itu adalah pihak desa,” sebutnya.

Baca Juga :  Waspadai PMK pada Ternak, Pemkab Madiun Terjunkan Tim ke Pasar Hewan

Ditanya soal stok blangko e-KTP, Gatut mengatakan bahwa saat ini tersedia sekitar 10 ribu keping. Perinciannya, 8 ribu kiriman dari pemerintah pusat dan 2 ribu dari Pemprov Jatim. ‘’Jumlah penduduk wajib e-KTP di Kabupaten Madiun sebanyak 594.827 orang, yang sudah melakukan perekaman 568.098,’’ pungkasnya. (tr2/c1/isd/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Perekaman KTP elektronik (e-KTP) tengah dihadapkan pada problem teknis. Alat rekam di sejumlah kecamatan rusak. Saat ini hanya ada lima peralatan yang masih berfungsi dengan baik. ”Yang rusak di mana saja, saya tidak hafal,” kata Plt Sekdin Dispendukcapil Kabupaten Madiun Gatut Subono, Sabtu (23/4).

Kondisi tersebut disikapi dispendukcapil dengan jemput bola ke desa-desa melakukan perekaman e-KTP, khususnya menyasar lansia dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). ‘’Sebenarnya kami sudah mengajukan anggaran pengadaan alat rekam baru, tapi belum terealisasi karena terkena refocusing akibat pandemi Covid-19,’’ ujarnya.

Dia berharap pihak desa mendata warganya yang belum melakukan perekaman e-KTP. Setelah itu, berkoordinasi dengan dispendukcapil agar diterjunkan petugas untuk proses perekaman. ”Karena yang lebih tahu siapa saja lansia dan ODGJ itu adalah pihak desa,” sebutnya.

Baca Juga :  Pasokan Cabai di Madiun Sedikit, Harga Melejit

Ditanya soal stok blangko e-KTP, Gatut mengatakan bahwa saat ini tersedia sekitar 10 ribu keping. Perinciannya, 8 ribu kiriman dari pemerintah pusat dan 2 ribu dari Pemprov Jatim. ‘’Jumlah penduduk wajib e-KTP di Kabupaten Madiun sebanyak 594.827 orang, yang sudah melakukan perekaman 568.098,’’ pungkasnya. (tr2/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/