alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

142 CJH Asal Kabupaten Madiun Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini

MADIUN, Jawa Pos  Radar Madiun – Ratusan calon jemaah  haji (CJH) asal Kabupaten Madiun harus menerima kenyataan keberangkatannya ke Tanah Suci tertunda. Terutama mereka yang mestinya bisa  berhaji pada 2020 lalu. Hal tersebut seiring jatah kuota yang diterima kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat. ‘’Yang sudah pasti berangkat tahun ini 142 jemaah,’’ kata Kasi  Pemberangkatan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Madiun Tawwabin, Senin (23/5).

Ratusan jemaah haji yang bakal berangkat itu berasal dari sejumlah kategori. Pertama, mereka yang melunasi biaya haji sebanyak 140 CJH. Dari jumlah tersebut, ada satu yang tidak melakukan konfirmasi pelunasan. CJH bersangkutan, kata Tawwabin, sengaja menunda keberangkatan karena belum siap.

Sementara, CJH cadangan untuk tahun ini sejumlah 39 orang. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya tidak konfirmasi pelunasan biaya haji. ‘’Sebanyak 142 CJH itu, 140 biasa plus cadangan dan dua PHD (petugas haji daerah, Red),’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Dakwah Ramadan Pantang Angkat Isu Politik Praktis

Meski pemerintah Arab Saudi sudah menerima kedatangan luar negeri, pintu masuk ibadah haji belum dibuka sepenuhnya. ‘’Pemberangkatan haji belum benar-benar normal karena saat ini masih dalam masa transisi pandemi Covid-19,’’ ungkap Tawwabin.

Jumlah CJH yang diberangkatkan tidak ada separo dibanding saat sebelum pandemi. Pada 2019 lalu terdapat 408 CJH dari Kabupaten Madiun yang diberangkatkan berhaji. Sementara, tahun ini hanya 142 alias terpaut sekitar 200 orang. ‘’Karena masih masa transisi, ada pembatasan usia CJH untuk diberangkatkan,’’ ujarnya.

Sesuai aturan dari pemerintah Arab Saudi, kata Tawwabin, jemaah yang diperkenankan berhaji tahun ini maksimal berusia 65  tahun. ‘’Pemberangkatan haji  tahun ini merupakan jemaah yang mendaftar sejak 11  tahun lalu,’’ ungkap Tawwabin. ‘’Bagi yang usia  di atas 65 tahun bisa berangkat tahun depan kalau tidak ada batasan lagi,’’ imbuhnya. (den/isd)

MADIUN, Jawa Pos  Radar Madiun – Ratusan calon jemaah  haji (CJH) asal Kabupaten Madiun harus menerima kenyataan keberangkatannya ke Tanah Suci tertunda. Terutama mereka yang mestinya bisa  berhaji pada 2020 lalu. Hal tersebut seiring jatah kuota yang diterima kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat. ‘’Yang sudah pasti berangkat tahun ini 142 jemaah,’’ kata Kasi  Pemberangkatan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Madiun Tawwabin, Senin (23/5).

Ratusan jemaah haji yang bakal berangkat itu berasal dari sejumlah kategori. Pertama, mereka yang melunasi biaya haji sebanyak 140 CJH. Dari jumlah tersebut, ada satu yang tidak melakukan konfirmasi pelunasan. CJH bersangkutan, kata Tawwabin, sengaja menunda keberangkatan karena belum siap.

Sementara, CJH cadangan untuk tahun ini sejumlah 39 orang. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya tidak konfirmasi pelunasan biaya haji. ‘’Sebanyak 142 CJH itu, 140 biasa plus cadangan dan dua PHD (petugas haji daerah, Red),’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Langka di Caruban, Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng di Dolopo

Meski pemerintah Arab Saudi sudah menerima kedatangan luar negeri, pintu masuk ibadah haji belum dibuka sepenuhnya. ‘’Pemberangkatan haji belum benar-benar normal karena saat ini masih dalam masa transisi pandemi Covid-19,’’ ungkap Tawwabin.

Jumlah CJH yang diberangkatkan tidak ada separo dibanding saat sebelum pandemi. Pada 2019 lalu terdapat 408 CJH dari Kabupaten Madiun yang diberangkatkan berhaji. Sementara, tahun ini hanya 142 alias terpaut sekitar 200 orang. ‘’Karena masih masa transisi, ada pembatasan usia CJH untuk diberangkatkan,’’ ujarnya.

Sesuai aturan dari pemerintah Arab Saudi, kata Tawwabin, jemaah yang diperkenankan berhaji tahun ini maksimal berusia 65  tahun. ‘’Pemberangkatan haji  tahun ini merupakan jemaah yang mendaftar sejak 11  tahun lalu,’’ ungkap Tawwabin. ‘’Bagi yang usia  di atas 65 tahun bisa berangkat tahun depan kalau tidak ada batasan lagi,’’ imbuhnya. (den/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/