alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Isolasi Dua Sapi Suspek PMK

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah Desa (Pemdes) Sambirejo, Saradan, tanggap. Menyusul adanya dua ekor sapi yang dinyatakan suspek penyakit mulut dan kuku (PMK), pemdes setempat melakukan pembatasan kunjungan antar-kandang ternak. Pun, kedua hewan ternak itu diisolasi. ‘’Kami terus pantau agar tetap di kandang, tidak keluar,’’ Kades Sambirejo Sugito kemarin (22/5).

Sugito menekankan, sapi yang ‘’dikurung’’ hanya dua ekor suspek PMK yang baru dibeli pemiliknya dari Ngawi tersebut. ‘’Waktu dibeli kondisinya sehat. Setelah dua hari sakit, kemudian dipanggilkan mantri. Dicek dinas dan akhirnya ya seperti itu. Tapi, tetap dipantau sampai sembuh,’’ tegasnya.

Di sisi lain, kasus suspek PMK itu membawa perubahan kebiasaan pemilik ternak sapi di Desa Sambirejo untuk mengantisipasi persebaran penyakit tersebut. Mereka lebih sering memandikan sapi miliknya serta membersihkan kandang.

Baca Juga :  Sopir Kurang Konsentrasi, Ayla Hantam Median Jalan

Sugito mengungkapkan, mayoritas penduduk Sambirejo merupakan petani yang memiliki hewan ternak. Sudah menjadi hal jamak antarwarga berkunjung satu sama lain melihat perkembangan ternaknya. Namun, kebiasaan seperti itu kini tidak ada lagi. ‘’Warga lain tidak boleh masuk area kandang sapi suspek PMK itu,’’ ujarnya.

Sebelumnya, petugas dinas ketahanan pangan dan peternakan (DKPP) menemukan gejala mirip PMK pada dua sapi di Sambirejo. Yakni, sakit pada bagian kuku dan rongga mulut. Pun, sampel dua sapi suspek PMK itu telah diambil dan dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Jogjakarta, untuk diuji laboratorium.

Namun, hingga kemarin hasil uji laboratorium belum keluar. ‘’Nanti kalau sudah, kami informasikan,’’ kata Kabid Peternakan DKPP Kabupaten Madiun Bagus Yulianta. (den/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah Desa (Pemdes) Sambirejo, Saradan, tanggap. Menyusul adanya dua ekor sapi yang dinyatakan suspek penyakit mulut dan kuku (PMK), pemdes setempat melakukan pembatasan kunjungan antar-kandang ternak. Pun, kedua hewan ternak itu diisolasi. ‘’Kami terus pantau agar tetap di kandang, tidak keluar,’’ Kades Sambirejo Sugito kemarin (22/5).

Sugito menekankan, sapi yang ‘’dikurung’’ hanya dua ekor suspek PMK yang baru dibeli pemiliknya dari Ngawi tersebut. ‘’Waktu dibeli kondisinya sehat. Setelah dua hari sakit, kemudian dipanggilkan mantri. Dicek dinas dan akhirnya ya seperti itu. Tapi, tetap dipantau sampai sembuh,’’ tegasnya.

Di sisi lain, kasus suspek PMK itu membawa perubahan kebiasaan pemilik ternak sapi di Desa Sambirejo untuk mengantisipasi persebaran penyakit tersebut. Mereka lebih sering memandikan sapi miliknya serta membersihkan kandang.

Baca Juga :  Sejak Januari, 45 Pasien DBD Rawat Inap di RSUD Caruban

Sugito mengungkapkan, mayoritas penduduk Sambirejo merupakan petani yang memiliki hewan ternak. Sudah menjadi hal jamak antarwarga berkunjung satu sama lain melihat perkembangan ternaknya. Namun, kebiasaan seperti itu kini tidak ada lagi. ‘’Warga lain tidak boleh masuk area kandang sapi suspek PMK itu,’’ ujarnya.

Sebelumnya, petugas dinas ketahanan pangan dan peternakan (DKPP) menemukan gejala mirip PMK pada dua sapi di Sambirejo. Yakni, sakit pada bagian kuku dan rongga mulut. Pun, sampel dua sapi suspek PMK itu telah diambil dan dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Jogjakarta, untuk diuji laboratorium.

Namun, hingga kemarin hasil uji laboratorium belum keluar. ‘’Nanti kalau sudah, kami informasikan,’’ kata Kabid Peternakan DKPP Kabupaten Madiun Bagus Yulianta. (den/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/