alexametrics
28.4 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Isi Pagu 35 SMP di Kabupaten Madiun, Dewan Minta ”Babak Tambahan” PPDB

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tahap pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022-2023 jenjang SMP di Kabupaten Madiun rampung Senin (20/6) lalu. Namun, itu belum memuaskan kalangan legislatif. Mereka berharap ada ”babak tambahan”. ‘’Ini terkait hak pendidikan bagi anak-anak,’’ kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun Hari Puryadi, Kamis (23/6).

Hasil sementara pendaftaran PPDB SMP, pagu di 35 lembaga pendidikan tak terpenuhi. Dari fakta tersebut, Hari menduga masih banyak anak yang belum mendapatkan sekolah. ‘’Bisa jadi masih ada yang tercecer karena tidak diterima di SMP yang mereka tuju,’’ ujarnya.

Selain itu, masih ada potensi lain yang melatarbelakangi kondisi tersebut. Untuk itu, Hari ingin ada perpanjangan masa pendaftaran. Kendati demikian, dia menekankan tidak boleh asal-asalan. ‘’Kalau pendaftaran bisa diperpanjang, langkah tersebut jangan sampai menyalahi regulasi dan ketentuan yang berlaku,’’ tegasnya.

Pasca pendaftaran, sekolah menyeleksi dan mengolah data calon siswanya. Dipilah-pilah dapat diterima atau tersisih. Mulai dari jalur afirmasi, perpindahan orang tua, prestasi, inklusi, hingga zonasi. ‘’Dalam hal pemenuhan siswa, sekolah yang pagunya tidak terpenuhi harus aktif berkomunikasi dengan sekolah lain,’’ pintanya.

Baca Juga :  Permintaan Oksigen untuk Medis Berangsur Turun

Hari menuturkan, komunikasi antarsekolah penting dan tak boleh diabaikan. Sebab, antarsekolah bisa saling melengkapi. Misalnya, salah satu SMP pendaftarnya membeludak. Ini dapat diarahkan ke sekolah yang minim pendaftar. ‘’Komunikasi seperti itu bisa dilakukan, asalkan sekolah terkait masih dalam satu zona. Ini berkaitan tentang jarak sekolah dengan tempat tinggal,’’ ujarnya.

Diketahui, PPDB jenjang SMP tahun ini menerapkan tiga zonasi. Zona I meliputi Kecamatan Dolopo, Kebonsari, Geger, dan Dagangan. Zona II, Kecamatan Kare, Wungu, Madiun, Balerejo, Sawahan, dan Jiwan. Zona III, Kecamatan Wonoasri, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, dan Gemarang. Pengumuman final hasil PPDB dijadwalkan Senin (27/6) mendatang. Sehingga, masih ada empat hari untuk mengatasi puluhan SMP yang pagunya tak terpenuhi itu. Sementara, dinas pendidikan dan kebudayaan setempat mencatat hanya 14 sekolah yang pagunya terpenuhi. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tahap pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022-2023 jenjang SMP di Kabupaten Madiun rampung Senin (20/6) lalu. Namun, itu belum memuaskan kalangan legislatif. Mereka berharap ada ”babak tambahan”. ‘’Ini terkait hak pendidikan bagi anak-anak,’’ kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun Hari Puryadi, Kamis (23/6).

Hasil sementara pendaftaran PPDB SMP, pagu di 35 lembaga pendidikan tak terpenuhi. Dari fakta tersebut, Hari menduga masih banyak anak yang belum mendapatkan sekolah. ‘’Bisa jadi masih ada yang tercecer karena tidak diterima di SMP yang mereka tuju,’’ ujarnya.

Selain itu, masih ada potensi lain yang melatarbelakangi kondisi tersebut. Untuk itu, Hari ingin ada perpanjangan masa pendaftaran. Kendati demikian, dia menekankan tidak boleh asal-asalan. ‘’Kalau pendaftaran bisa diperpanjang, langkah tersebut jangan sampai menyalahi regulasi dan ketentuan yang berlaku,’’ tegasnya.

Pasca pendaftaran, sekolah menyeleksi dan mengolah data calon siswanya. Dipilah-pilah dapat diterima atau tersisih. Mulai dari jalur afirmasi, perpindahan orang tua, prestasi, inklusi, hingga zonasi. ‘’Dalam hal pemenuhan siswa, sekolah yang pagunya tidak terpenuhi harus aktif berkomunikasi dengan sekolah lain,’’ pintanya.

Baca Juga :  10 Tahun Rusunawa Dikelola Pemkab Madiun tanpa Perda

Hari menuturkan, komunikasi antarsekolah penting dan tak boleh diabaikan. Sebab, antarsekolah bisa saling melengkapi. Misalnya, salah satu SMP pendaftarnya membeludak. Ini dapat diarahkan ke sekolah yang minim pendaftar. ‘’Komunikasi seperti itu bisa dilakukan, asalkan sekolah terkait masih dalam satu zona. Ini berkaitan tentang jarak sekolah dengan tempat tinggal,’’ ujarnya.

Diketahui, PPDB jenjang SMP tahun ini menerapkan tiga zonasi. Zona I meliputi Kecamatan Dolopo, Kebonsari, Geger, dan Dagangan. Zona II, Kecamatan Kare, Wungu, Madiun, Balerejo, Sawahan, dan Jiwan. Zona III, Kecamatan Wonoasri, Mejayan, Pilangkenceng, Saradan, dan Gemarang. Pengumuman final hasil PPDB dijadwalkan Senin (27/6) mendatang. Sehingga, masih ada empat hari untuk mengatasi puluhan SMP yang pagunya tak terpenuhi itu. Sementara, dinas pendidikan dan kebudayaan setempat mencatat hanya 14 sekolah yang pagunya terpenuhi. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/