alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Disperdakop-UM Madiun Cari Solusi Anjloknya Harga

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Hukum ekonomi berlaku dalam budi daya komoditas porang di Kabupaten Madiun. Gegara banyak petani latah menanam pala-kependhem itu, produksinya pun berlimpah. Akibatnya, harga jatuh. Kini, petani pun resah lantaran kerugian di depan mata.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemkab Madiun tak berpangku tangan. Masalah coba diurai dengan musyawarah. Sejumlah pihak terkait bakal didudukkan bersama dalam waktu dekat. ‘’Minggu depan akan kami undang untuk diskusi masalah harga porang,’’ kata Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo, Minggu (23/8).

Pihaknya tidak menutup telinga kabar anjloknya harga porang belakangan ini. Tahun lalu, satu kilogram umbi porang laku Rp 13 ribu per kilogram. Saat ini hanya dihargai Rp 6.500 per kilogram. Petani menyiasati kondisi itu dengan menunda panen sembari berharap harga kembali normal. ‘’Berbagai informasi terkait porang, khususnya perdagangan pascapanen, sudah dikumpulkan. Sesegera mungkin ditindaklanjuti,’’ janjinya. (den/her)

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Legi Mustahil Selesai Tahun Ini

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Hukum ekonomi berlaku dalam budi daya komoditas porang di Kabupaten Madiun. Gegara banyak petani latah menanam pala-kependhem itu, produksinya pun berlimpah. Akibatnya, harga jatuh. Kini, petani pun resah lantaran kerugian di depan mata.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemkab Madiun tak berpangku tangan. Masalah coba diurai dengan musyawarah. Sejumlah pihak terkait bakal didudukkan bersama dalam waktu dekat. ‘’Minggu depan akan kami undang untuk diskusi masalah harga porang,’’ kata Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo, Minggu (23/8).

Pihaknya tidak menutup telinga kabar anjloknya harga porang belakangan ini. Tahun lalu, satu kilogram umbi porang laku Rp 13 ribu per kilogram. Saat ini hanya dihargai Rp 6.500 per kilogram. Petani menyiasati kondisi itu dengan menunda panen sembari berharap harga kembali normal. ‘’Berbagai informasi terkait porang, khususnya perdagangan pascapanen, sudah dikumpulkan. Sesegera mungkin ditindaklanjuti,’’ janjinya. (den/her)

Baca Juga :  Kasmiadi Nyaman Jadi Juru Kunci Makam Kuncen Caruban

Most Read

Artikel Terbaru

/