alexametrics
25 C
Madiun
Monday, September 26, 2022

Uang Kaget Rp 3 Miliar, 7000 Warga Kabupaten Madiun Bakal Terima BLT BBM

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Duit miliaran rupiah bakal dikucurkan kepada ribuan warga Kabupaten Madiun yang berhak. Dana tersebut akan segera disalurkan menyusul Perubahan APBD (P-APBD) 2022 yang telah digedok. ‘’Akhir tahun ini ada anggaran bantuan sekitar Rp 3 miliar,’’ kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun Anang Kusuma, Jumat (23/9).

Miliaran rupiah ’’uang kaget’’ itu masuk plafon anggaran dinsos menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Guna mengantisipasi gejolak ekonomi dan potensi inflasi. ‘’Anggaran ini nanti akan disalurkan dalam bentuk BLT (bantuan langsung tunai),’’ ujarnya.

Saat ini dinsos tengah memfilter calon penerimanya. Pihaknya sudah menyurati para camat untuk melakukan pendataan. Secara garis besar, penerima bantuan merupakan kalangan disabilitas, yatim piatu, dan lansia. ‘’Yang perlu digarisbawahi, penerima bantuan ini nanti di luar yang sudah mendapatkan bantuan dari pusat,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Pacitan Janjikan BLT, Driver Ojek Dijatah Rp 900 Ribu

Anang menyampaikan, bantuan akan disalurkan selama tiga bulan ke depan. Mulai Oktober sampai Desember. Per bulan Rp 150 ribu per penerima. ‘’Pendataan akan dilakukan dengan teliti agar tidak ada yang dobel. Total sasaran sekitar 7.000 penerima,’’ sebutnya.

Kenaikan harga BBM tak lepas dari gejolak ekonomi dan potensi inflasi. Harga berbagai kebutuhan pokok ikut naik. Pemkab Madiun mengklaim telah menyiapkan skema terkait hal yang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat itu. Baik upaya antisipasi maupun penanganan. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Duit miliaran rupiah bakal dikucurkan kepada ribuan warga Kabupaten Madiun yang berhak. Dana tersebut akan segera disalurkan menyusul Perubahan APBD (P-APBD) 2022 yang telah digedok. ‘’Akhir tahun ini ada anggaran bantuan sekitar Rp 3 miliar,’’ kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun Anang Kusuma, Jumat (23/9).

Miliaran rupiah ’’uang kaget’’ itu masuk plafon anggaran dinsos menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Guna mengantisipasi gejolak ekonomi dan potensi inflasi. ‘’Anggaran ini nanti akan disalurkan dalam bentuk BLT (bantuan langsung tunai),’’ ujarnya.

Saat ini dinsos tengah memfilter calon penerimanya. Pihaknya sudah menyurati para camat untuk melakukan pendataan. Secara garis besar, penerima bantuan merupakan kalangan disabilitas, yatim piatu, dan lansia. ‘’Yang perlu digarisbawahi, penerima bantuan ini nanti di luar yang sudah mendapatkan bantuan dari pusat,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Bangun Jembatan Klumutan yang Baru dengan Dana BTT

Anang menyampaikan, bantuan akan disalurkan selama tiga bulan ke depan. Mulai Oktober sampai Desember. Per bulan Rp 150 ribu per penerima. ‘’Pendataan akan dilakukan dengan teliti agar tidak ada yang dobel. Total sasaran sekitar 7.000 penerima,’’ sebutnya.

Kenaikan harga BBM tak lepas dari gejolak ekonomi dan potensi inflasi. Harga berbagai kebutuhan pokok ikut naik. Pemkab Madiun mengklaim telah menyiapkan skema terkait hal yang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat itu. Baik upaya antisipasi maupun penanganan. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/