alexametrics
29.7 C
Madiun
Thursday, January 20, 2022

Pemkab Madiun Libatkan Linmas Amankan Pilkades

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun coba memetakan potensi kerawanan dalam pelaksanaan pilkades serentak 2021 ini. Tiga aspek jadi perhatian khusus. Yakni, kesehatan, konflik masyarakat, dan bencana alam. Berbagai upaya disiapkan untuk mengantisipasinya.

Antara lain melibatkan satuan pelindung masyarakat (satlinmas) untuk mendukung pengamanan pilkades. Kemarin (22/11), ratusan perwakilan satlinmas diapelsiagakan di halaman Pendapa Ronggo Djumeno Puspem Mejayan. ‘’Pilkades kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kesiapsiagaan harus lebih ditingkatkan,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami.

Menurut Kaji Mbing, sapaan bupati, kesehatan sebagai sektor kerawanan utama untuk diantisipasi. Mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir. Situasi Covid-19 di Kabupaten Madiun dengan zero kasus positif aktif harus dipertahankan.
Sebab, mobilitas masyarakat semakin tinggi. Termasuk dalam momen pilkades di 143 desa itu. ‘’Ancaman dari sisi kesehatan sudah kami antisipasi. Prokes harus semakin ketat agar Covid-19 terkendali dan pilkades bisa berlanjut sampai finis. Dinas kesehatan akan dilibatkan nanti,’’ ujarnya.

Pun, potensi konflik masyarakat perlu diantisipasi. Kaji Mbing mengatakan, potensi-potensi konflik dalam pilkades harus ada mitigasi. Salah satu caranya, memaksimalkan peran linmas. ‘’Agar konflik bisa di-managed dengan baik,’’ ungkap Kaji Mbing.

Baca Juga :  Ribuan Anak di Kabupaten Madiun Terlahir Tanpa Tahu Siapa Bapaknya

Diketahui, hajatan pilkades serentak tahun ini diwarnai penolakan masyarakat terhadap bacakades dari luar desa. Tidak hanya memasang baliho, bahkan ada juga masyarakat yang unjuk rasa. Menurut Kaji Mbing, hal tersebut merupakan dinamika demokrasi dan diklaim masih normal. Sebab, tidak menimbulkan permusuhan, perselisihan, perpecahan, hingga merusak kerukunan. ‘’Kami berharap itu bisa diantisipasi,’’ ucapnya.

Kaji Mbing mengatakan, linmas harus mengedepankan upaya preventif. Pun, bergabung dengan TNI-Polri atau aparat desa dalam menyampaikan sesuatu yang perlu diantisipasi. ‘’Bersama-sama melakukan pengamanan di desa masing-masing. Baik antisipasi konflik maupun antisipasi kerumunan,’’ pinta Kaji Mbing.

Hari H coblosan pilkades juga bertepatan dengan musim penghujan. Potensi bencana banjir dan longsor juga masuk dalam upaya antisipasi. Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) juga dilibatkan untuk mengantisipasi potensi bencana. ‘’Ini gawe bersama, harus sama-sama menyukseskan. Agar kepemimpinan di desa berjalan terus,’’ tuturnya. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun coba memetakan potensi kerawanan dalam pelaksanaan pilkades serentak 2021 ini. Tiga aspek jadi perhatian khusus. Yakni, kesehatan, konflik masyarakat, dan bencana alam. Berbagai upaya disiapkan untuk mengantisipasinya.

Antara lain melibatkan satuan pelindung masyarakat (satlinmas) untuk mendukung pengamanan pilkades. Kemarin (22/11), ratusan perwakilan satlinmas diapelsiagakan di halaman Pendapa Ronggo Djumeno Puspem Mejayan. ‘’Pilkades kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kesiapsiagaan harus lebih ditingkatkan,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami.

Menurut Kaji Mbing, sapaan bupati, kesehatan sebagai sektor kerawanan utama untuk diantisipasi. Mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir. Situasi Covid-19 di Kabupaten Madiun dengan zero kasus positif aktif harus dipertahankan.
Sebab, mobilitas masyarakat semakin tinggi. Termasuk dalam momen pilkades di 143 desa itu. ‘’Ancaman dari sisi kesehatan sudah kami antisipasi. Prokes harus semakin ketat agar Covid-19 terkendali dan pilkades bisa berlanjut sampai finis. Dinas kesehatan akan dilibatkan nanti,’’ ujarnya.

Pun, potensi konflik masyarakat perlu diantisipasi. Kaji Mbing mengatakan, potensi-potensi konflik dalam pilkades harus ada mitigasi. Salah satu caranya, memaksimalkan peran linmas. ‘’Agar konflik bisa di-managed dengan baik,’’ ungkap Kaji Mbing.

Baca Juga :  Penangguhan Umrah Tak Pengaruhi Pemohon Paspor

Diketahui, hajatan pilkades serentak tahun ini diwarnai penolakan masyarakat terhadap bacakades dari luar desa. Tidak hanya memasang baliho, bahkan ada juga masyarakat yang unjuk rasa. Menurut Kaji Mbing, hal tersebut merupakan dinamika demokrasi dan diklaim masih normal. Sebab, tidak menimbulkan permusuhan, perselisihan, perpecahan, hingga merusak kerukunan. ‘’Kami berharap itu bisa diantisipasi,’’ ucapnya.

Kaji Mbing mengatakan, linmas harus mengedepankan upaya preventif. Pun, bergabung dengan TNI-Polri atau aparat desa dalam menyampaikan sesuatu yang perlu diantisipasi. ‘’Bersama-sama melakukan pengamanan di desa masing-masing. Baik antisipasi konflik maupun antisipasi kerumunan,’’ pinta Kaji Mbing.

Hari H coblosan pilkades juga bertepatan dengan musim penghujan. Potensi bencana banjir dan longsor juga masuk dalam upaya antisipasi. Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) juga dilibatkan untuk mengantisipasi potensi bencana. ‘’Ini gawe bersama, harus sama-sama menyukseskan. Agar kepemimpinan di desa berjalan terus,’’ tuturnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru