27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Berkurangnya Pasokan dari India Pemicu Naiknya Harga Kedelai

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Berkurangnya suplai kedelai dari India diduga menjadi biang keladi meroketnya harga kedelai. Inflasi di sejumlah negara juga disebut turut memengaruhi melambungnya harga komoditas tersebut.

‘’Kalau harga dalam negeri masih normal di Rp 13.600 per kilogram,’’ kata Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo, Rabu (23/11).

Kendati harganya terus melambung, Toni memastikan stok kedelai impor sejauh ini masih dalam kondisi aman. Di sisi lain, belum ada program khusus untuk mengendalikan harga kedelai di pasaran. ‘’Mungkin kalau permintaan sudah cukup banyak akan dimasukkan dalam daftar komoditas operasi pasar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Ngawi Akui Daerahnya Sulit Wujudukan Swasembada Kedelai

Terkait harapan perajin tempe mendapat pembagian kedelai gratis, Toni mengaku butuh kajian terlebih dahulu. ‘’Yang lebih memungkinkan itu pemberian subsidi harga kedelai,’’ tuturnya. ‘’Tapi, tetap akan kami pertimbangkan solusinya seperti apa,’’ imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, harga kedelai yang terus mengalami kenaikan membuat para perajin tempe menjerit. Saat ini, harga komoditas tersebut mencapai Rp 14.500 per kilogram. Padahal, dua bulan lalu hanya di kisaran Rp 12.000. Mahalnya harga kedelai membuat para perajin dibayangi kerugian. (mg3/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Berkurangnya suplai kedelai dari India diduga menjadi biang keladi meroketnya harga kedelai. Inflasi di sejumlah negara juga disebut turut memengaruhi melambungnya harga komoditas tersebut.

‘’Kalau harga dalam negeri masih normal di Rp 13.600 per kilogram,’’ kata Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo, Rabu (23/11).

Kendati harganya terus melambung, Toni memastikan stok kedelai impor sejauh ini masih dalam kondisi aman. Di sisi lain, belum ada program khusus untuk mengendalikan harga kedelai di pasaran. ‘’Mungkin kalau permintaan sudah cukup banyak akan dimasukkan dalam daftar komoditas operasi pasar,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Jumlah Lapak Pasar Darurat Lebih Sedikit, Pedagang Tidak Aktif Tereliminasi

Terkait harapan perajin tempe mendapat pembagian kedelai gratis, Toni mengaku butuh kajian terlebih dahulu. ‘’Yang lebih memungkinkan itu pemberian subsidi harga kedelai,’’ tuturnya. ‘’Tapi, tetap akan kami pertimbangkan solusinya seperti apa,’’ imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, harga kedelai yang terus mengalami kenaikan membuat para perajin tempe menjerit. Saat ini, harga komoditas tersebut mencapai Rp 14.500 per kilogram. Padahal, dua bulan lalu hanya di kisaran Rp 12.000. Mahalnya harga kedelai membuat para perajin dibayangi kerugian. (mg3/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/