alexametrics
24.6 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Protes Kandang Ayam Bau di Doho, Satpol PP Tunggu Penyelesaian Pihak Desa

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Peternakan ayam di Desa Doho, Dolopo, yang disoal sejumlah warga setempat karena menimbulkan bau tak sedap masih bebas beroperasi. Sejauh ini Satpol PP Kabupaten Madiun belum mengambil tindakan tegas. ‘’Kami masih menunggu hasil penyelesaian oleh pihak desa,’’ kata Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kabupaten Madiun Danny Yudi Satriawan, Kamis (24/2).

Anak buah Danny telah mendatangi lokasi kandang ayam itu Selasa (22/2) lalu. Beberapa fakta lapangan pun dikantongi korps penegak perda. Di antaranya, pembuangan kotoran yang tak memenuhi syarat dan jarak kandang dengan permukiman yang kelewat dekat. ‘’Secara teknis, jaraknya itu mengarah ke tidak ada izin,’’ ungkap Danny.

Baca Juga :  Banyak Perempuan di Madiun yang Jadi Korban Kekerasan

Kendati demikian, Danny menyebutkan bahwa ada beberapa tahap yang mesti dilalui terlebih dahulu seperti memberikan imbauan atau peringatan kepada pemilik kandang. ‘’Masih terlalu dini bagi kami untuk bertindak,’’ ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Desa Doho, Dolopo, mengeluhkan bau tak sedap dari sebuah kompleks kandang ayam desa setempat. Hasil sidak petugas Satpol PP Kabupaten Madiun, bau menusuk hidung itu akibat pembuangan kotoran ternak yang tidak memenuhi syarat. Apalagi, lokasi peternakan berdekatan dengan rumah warga.

Kepala Desa Doho Markuwat berjanji pihaknya bakal menyelesaikan permasalahan kandang berkapasitas ribuan ekor ayam petelur itu. Pun, mengajak peternak dan warga yang keberatan duduk bersama. (den/c1/isd/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Peternakan ayam di Desa Doho, Dolopo, yang disoal sejumlah warga setempat karena menimbulkan bau tak sedap masih bebas beroperasi. Sejauh ini Satpol PP Kabupaten Madiun belum mengambil tindakan tegas. ‘’Kami masih menunggu hasil penyelesaian oleh pihak desa,’’ kata Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kabupaten Madiun Danny Yudi Satriawan, Kamis (24/2).

Anak buah Danny telah mendatangi lokasi kandang ayam itu Selasa (22/2) lalu. Beberapa fakta lapangan pun dikantongi korps penegak perda. Di antaranya, pembuangan kotoran yang tak memenuhi syarat dan jarak kandang dengan permukiman yang kelewat dekat. ‘’Secara teknis, jaraknya itu mengarah ke tidak ada izin,’’ ungkap Danny.

Baca Juga :  Soda Kue Melejit, Perajin Brem di Madiun Menjerit

Kendati demikian, Danny menyebutkan bahwa ada beberapa tahap yang mesti dilalui terlebih dahulu seperti memberikan imbauan atau peringatan kepada pemilik kandang. ‘’Masih terlalu dini bagi kami untuk bertindak,’’ ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Desa Doho, Dolopo, mengeluhkan bau tak sedap dari sebuah kompleks kandang ayam desa setempat. Hasil sidak petugas Satpol PP Kabupaten Madiun, bau menusuk hidung itu akibat pembuangan kotoran ternak yang tidak memenuhi syarat. Apalagi, lokasi peternakan berdekatan dengan rumah warga.

Kepala Desa Doho Markuwat berjanji pihaknya bakal menyelesaikan permasalahan kandang berkapasitas ribuan ekor ayam petelur itu. Pun, mengajak peternak dan warga yang keberatan duduk bersama. (den/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/