alexametrics
31.8 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Razia Minol di THM Selalu Bocor

MEJAYAN – Razia tempat hiburan malam (THM) yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Madiun selalu gagal. Tidak mendapati minuman beralkohol (minol) yang biasanya dijual bebas di tempat sing-song.

Kasatpol PP Kabupaten Madiun Supriyadi mengakui kegagalan pengungkapan penjualan bebas minol tersebut. Kuat dugaan, informasi razia yang digelar bocor duluan. Saat menindaklanjuti kasus meninggalnya dua pemandu lagu (PL) di salah satu karaoke yang menghebohkan Mejayan kala itu. ‘’Sudah kami jadwalkan, tapi belum bisa disampaikan. Kami ingin, razia membuahkan hasil,’’ tegasnya.

Menepis anggapan main mata, Supriyadi berjanji segera menindaktegas belasan THM maladministrasi di kabupaten ini. Karena terbukti belum mengantongi tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) atau tidak memiliki surat izin usaha perdagangan minuman beralkohol (SIUP-MB). Visi-misi bupati yang mengusung semboyan berakhlak perlu dibuktikan dengan ketegasan penindakan dari Korps Penegak Perda. ‘’Kami tetap berkomitmen menertibkan,’’ janjinya.

Baca Juga :  Desa Wisata di Ngawi Tak Tahan Lama

Sebelumnya, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Agus Suyudi tidak tutup mata bahwa belasan THM di kabupaten ini menjual minol secara bebas. Hanya, empat di antaranya yang berstatus legal. Pihaknya berulang kali mendapati aktivitas penjualan yang melabrak Perda 5/2015. Sesuai regulasi, penjualan minuman golongan A dengan kadar alkohol 1 hingga 5 persen hanya diperbolehkan untuk hotel berbintang dan restoran tertentu. (cor/fin)

MEJAYAN – Razia tempat hiburan malam (THM) yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Madiun selalu gagal. Tidak mendapati minuman beralkohol (minol) yang biasanya dijual bebas di tempat sing-song.

Kasatpol PP Kabupaten Madiun Supriyadi mengakui kegagalan pengungkapan penjualan bebas minol tersebut. Kuat dugaan, informasi razia yang digelar bocor duluan. Saat menindaklanjuti kasus meninggalnya dua pemandu lagu (PL) di salah satu karaoke yang menghebohkan Mejayan kala itu. ‘’Sudah kami jadwalkan, tapi belum bisa disampaikan. Kami ingin, razia membuahkan hasil,’’ tegasnya.

Menepis anggapan main mata, Supriyadi berjanji segera menindaktegas belasan THM maladministrasi di kabupaten ini. Karena terbukti belum mengantongi tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) atau tidak memiliki surat izin usaha perdagangan minuman beralkohol (SIUP-MB). Visi-misi bupati yang mengusung semboyan berakhlak perlu dibuktikan dengan ketegasan penindakan dari Korps Penegak Perda. ‘’Kami tetap berkomitmen menertibkan,’’ janjinya.

Baca Juga :  Manajemen Viens Boys Diperiksa Polisi Lagi

Sebelumnya, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Agus Suyudi tidak tutup mata bahwa belasan THM di kabupaten ini menjual minol secara bebas. Hanya, empat di antaranya yang berstatus legal. Pihaknya berulang kali mendapati aktivitas penjualan yang melabrak Perda 5/2015. Sesuai regulasi, penjualan minuman golongan A dengan kadar alkohol 1 hingga 5 persen hanya diperbolehkan untuk hotel berbintang dan restoran tertentu. (cor/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/